Momen Siswa Sekolah Rakyat Pimpin Ikrar Sumpah Pemuda di Makassar

detik.com
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026 di GOR Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan, berlangsung meriah pada Rabu (28/10). Ribuan peserta yang terdiri atas siswa Sekolah Rakyat, guru, hingga pilar sosial memadati lokasi untuk mengikrarkan Sumpah Pemuda bersama.

Momen pembacaan ikrar dipimpin oleh dua siswa Sekolah Rakyat, yakni Linggar Ardiansyah dari SRMA 9 Jakarta dan Muhammad Yusuf dari SRMA 27 Takalar.

"Sumpah pemuda! Kami putra dan putri Indonesia mengaku, bertumpah darah yang satu, Tanah Air Indonesia," demikian penggalan teks Sumpah Pemuda yang diikrarkan.

Selain pembacaan ikrar, sebanyak 741 siswa dari berbagai daerah turut menampilkan pertunjukan seni budaya. Mereka membawakan drama teatrikal, puisi, tarian tradisional khas Aceh, Sulawesi, Papua, dan NTT, hingga atraksi bela diri dan pramuka.

Baca juga: Setahun Sekolah Rakyat, Kemensos Beri Pendidikan Gratis 44 Ribu Anak

Kegiatan ini juga bertepatan dengan peringatan satu tahun perjalanan program Sekolah Rakyat. Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan bahwa momentum ini merefleksikan titik awal perjalanan, pencapaian bersama, hingga perubahan nyata pada diri siswa.

"Hari ini, 28 Oktober, kita memperingati Hari Sumpah Pemuda, sekaligus satu tahun perjalanan Sekolah Rakyat," kata Yusuf pada keterangan tertulisnya, Rabu (28/10/2026).

Ia menerangkan bahwa Sekolah Rakyat merupakan bentuk nyata pelaksanaan amanat Pasal 31, 34 ayat (1), dan 33 UUD 1945 dalam wadah pemenuhan hak anak dari keluarga kurang mampu.

"Di Sekolah Rakyat, ketiga pasal itu bertemu dalam satu tubuh: seorang anak," ujarnya.

Yusuf menambahkan, kehadiran program ini didasarkan pada tiga pilar utama perlindungan sosial, rehabilitasi sosial, dan pemberdayaan sosial. Hal ini selaras dengan arahan langsung dari Presiden.

Baca juga: Setahun Sekolah Rakyat, Siswa Raih Prestasi Nasional dan Internasional

"Karena itu, Bapak Presiden memandatkan tiga hal kepada kami, pertama, Data Akurat, kedua, Sasaran Tepat, dan ketiga, Sekolah Rakyat. Data kami benahi bersama BPS dan pemerintah daerah. Hasilnya, bantuan semakin tepat sasaran, lebih dari empat juta keluarga yang dulu terlewat, kini terjangkau. Inilah yang kami sebut Kerja Cepat Pasal 34," jelasnya.

Saat ini, Sekolah Rakyat telah berkembang di 182 titik yang melayani 44 ribu siswa. Angka tersebut mencakup 100 titik Sekolah Rakyat Permanen (93 beroperasi, 7 dalam pembangunan) serta puluhan Sekolah Rakyat Rintisan.

Dalam satu tahun berjalan, para siswa telah menorehkan 11 prestasi internasional, lebih dari 200 prestasi nasional, serta lebih dari 1.100 prestasi di bidang olahraga, seni, dan sains. Proses pembelajaran didukung oleh hampir 5.000 guru, 7.000 wali asuh, dan lebih dari 2.000 wali asrama dengan fokus pengembangan fisik, mental, serta akademik.

"Mereka bukan sekedar pendidik dan pengasuh. Mereka adalah ayah dan ibu kedua bagi anak-anak," pungkas Yusuf.

Acara ini turut dihadiri Wakil Menteri Sosial Agus Jabo, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, Ketua Ombudsman RI Nuzran Joher, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan, Rektor Unhan Letjen TNI (Purn) Anton Nugroho, Founder ESQ Ary Ginanjar Agustian, serta Ketua Umum IKPNI Meutia Farida Hatta Swasono.




(akd/ega)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pertamina Patra Niaga Intensifkan Penyaluran BBM, Pelayanan SPBU di Berbagai Wilayah Terus Dioptimalkan
• 9 jam laludisway.id
thumb
KSPI imbau aksi 28 Oktober berlangsung damai tanpa kerusuhan
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Jelang Hadapi Melbourne Victory di ACL Two, Maung Bandung Punya Kenangan Manis Melawan Klub Australia
• 16 jam lalubola.com
thumb
Masyarakat Makin Gemar Olahraga, Bisnis Sepatu Lari Ikut Tumbuh
• 2 jam lalurepublika.co.id
thumb
Prabowo Instruksikan BRIN Lakukan Riset Vaksin hingga Pencegahan Karutla
• 23 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.