Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, memastikan pemulihan layanan air bersih di Kota Padang terus berjalan berkat dukungan pemerintah Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Perbaikan instalasi pengolahan air mulai menunjukkan hasil, ditandai dengan penurunan tingkat kekeruhan air di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun dari sekitar 300 NTU menjadi 15 NTU.
Andre menyampaikan hal itu saat meninjau kawasan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Kamis (29/10/2026), bersama Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Barat, Maria Doeni Isa. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan persoalan air bersih pascabanjir berjalan dan dukungan anggaran pemerintah pusat memberikan hasil nyata bagi masyarakat.
Andre mengatakan, persoalan air keruh masih menjadi keluhan warga yang membutuhkan penanganan serius. Karena itu, anggaran yang telah dikucurkan pemerintah pusat harus dimanfaatkan secara maksimal agar kualitas air dan distribusi kepada pelanggan segera membaik.
“Banyak masyarakat Kota Padang mempertanyakan air yang masih keruh. Padahal, pemerintah pusat sudah mengucurkan anggaran untuk penanganan. Masyarakat tentu ingin tahu kapan air mereka kembali normal,” ujar Andre, yang juga Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM).
Menurut Andre, pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran Rp400 miliar untuk pembangunan SPAM baru Gunung Pangilun. Pembangunan ini penting karena instalasi yang ada telah beroperasi sejak 1956 dan dinilai sudah tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan pelayanan masyarakat saat ini.
Namun, realisasi pembangunan tersebut masih membutuhkan penyelesaian persoalan lahan oleh Pemerintah Kota Padang. Andre menyebutkan, lahan seluas sekitar 12,7 hektare telah diidentifikasi dan berharap proses administrasi serta pembayaran segera dituntaskan.
“Pemerintah pusat sudah menyiapkan anggaran Rp400 miliar. Kita berharap Pemko Padang segera menyelesaikan urusan lahannya. Kalau sudah selesai, Januari ditenderkan dan Maret kontrak, sehingga pembangunan SPAM baru Gunung Pangilun bisa segera dimulai,” tegasnya.
Andre juga mengungkapkan besarnya dukungan anggaran pemerintah pusat untuk pembenahan layanan air bersih di Kota Padang. Berdasarkan penjelasan yang disampaikan dalam peninjauan tersebut, anggaran penanganan SPAM mencakup Rp158 miliar untuk penanganan darurat, Rp308 miliar untuk kegiatan multiyears contract (MYC), serta sekitar Rp650 miliar untuk tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
Jika dijumlahkan, ketiga komponen tersebut mencapai sekitar Rp1,116 triliun untuk periode 2026–2028. Andre menegaskan, dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen Presiden Prabowo melalui Kementerian PU untuk memperkuat infrastruktur dasar dan meningkatkan pelayanan air bersih bagi masyarakat Sumatera Barat, khususnya Kota Padang.
“Ini menunjukkan komitmen Presiden Prabowo untuk terus membangun Sumatera Barat, khususnya membenahi pelayanan air bersih di Kota Padang. Kita ingin masyarakat mendapatkan air yang jernih dan layanan yang semakin baik,” kata Andre.
Sementara itu, Maria Doeni Isa menjelaskan, sesuai arahan Menteri PU Dody Hanggodo, pemerintah melakukan penanganan terhadap 12 Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kota Padang. Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah SPAM Gunung Pangilun karena melayani kawasan pusat kota, termasuk rumah sakit dan perkantoran, dengan cakupan pelayanan yang besar.
Untuk memperbaiki kualitas air, sejumlah pekerjaan telah dilakukan di IPA Gunung Pangilun, antara lain penggantian aerator, penggantian pasir silika, serta pengerukan intake. Upaya tersebut menunjukkan hasil dengan turunnya tingkat kekeruhan air dari sekitar 300 NTU menjadi 15 NTU.
“Alhamdulillah, kekeruhan yang semula sekitar 300 NTU sekarang tinggal 15 NTU. Masyarakat bisa mengecek bahwa kualitas air di kawasan pelayanan pusat kota sudah mengalami perbaikan,” jelas Maria Doeni.
Selain Gunung Pangilun, penanganan juga dilakukan pada intake Guo Kuranji yang telah terdampak banjir sebanyak tiga kali. Pemerintah menyiapkan pembangunan bendung dan intake permanen untuk mengurangi risiko kerusakan serupa apabila banjir kembali terjadi. Penanganan terhadap sebagian intake di kawasan Latung juga telah dilakukan.
Maria menambahkan, anggaran penanganan darurat sebesar Rp158 miliar merupakan salah satu bagian dari dukungan pemerintah untuk memperbaiki layanan air minum. Ditambah kegiatan MYC sebesar Rp308 miliar dan anggaran rehabilitasi serta rekonstruksi sekitar Rp650 miliar, total alokasi yang dipaparkan mencapai sekitar Rp1,116 triliun untuk periode 2026–2028.
Perbaikan yang telah dilakukan di sejumlah instalasi diharapkan terus meningkatkan kualitas layanan air bersih di Kota Padang. Sementara itu, pembangunan SPAM baru Gunung Pangilun menjadi langkah lanjutan untuk memperkuat kapasitas pelayanan dalam jangka panjang.
Andre berharap koordinasi pemerintah pusat dan Pemerintah Kota Padang terus diperkuat, terutama dalam menyelesaikan persoalan lahan dan mempercepat pembangunan infrastruktur. Dengan demikian, perbaikan kualitas air yang mulai terlihat dapat berlanjut hingga masyarakat memperoleh layanan air bersih yang lebih andal.





