Mataram (ANTARA) - Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) terlibat dalam proyek penelusuran asal-usul artefak Lombok yang tersimpan di berbagai museum dan galeri seni di Australia melalui program peningkatan kapasitas yang didanai secara pribadi oleh kolektor Australia Michael Abbott.
Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam mengatakan program pembelajaran itu membuka kesempatan bagi seorang staf museum untuk mendalami konservasi sekaligus meneliti atribusi dan asal-usul benda budaya yang tersimpan di Negeri Kanguru tersebut.
"Satu orang staf Museum NTB akan berada di Australia selama 1,5 bulan. Program itu dimulai akhir tahun ini," ucap dia saat ditemui setelah peluncuran buku bertajuk Two Islands, One Thread: Lombok and Bali Textiles di Mataram, Kamis.
Baca juga: Museum NTB boyong artefak budaya ke sekolah yang jauh dari museum
Nuralam menjelaskan staf yang ditugaskan ke Australia harus memiliki kemampuan bahasa Inggris dan pengetahuan permuseuman yang memadai untuk sekaligus belajar ke tiga institusi, yakni Art Gallery of South Australia (AGSA), Flinders University, dan Botanic Garden.
Program pembelajaran tersebut juga mencakup pengetahuan mengenai pengembangan program publik di Kebun Raya Sydney, termasuk pemberdayaan lansia sebagai edukator kebun raya.
Menurut Nuralam, beasiswa itu tidak hanya bertujuan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, tetapi juga memperkuat jejaring kerja sama dan diplomasi kebudayaan antara Indonesia dan Australia.
Ia berharap pengalaman yang diperoleh stafnya selama mengikuti program itu bisa diterapkan setelah kembali ke Museum NTB untuk meningkatkan pengetahuan, pengelolaan koleksi, serta pengembangan kerja sama di bidang kebudayaan.
Kolektor Australia Michael Abbott mengatakan tujuan utama dirinya memberikan beasiswa selama enam pekan untuk staf Museum NTB berangkat dari keprihatinannya tentang banyak koleksi tekstil di museum dan galeri seni Australia yang dideskripsikan berasal dari Bali, sementara Lombok jarang disebut sebagai daerah asal artefak.
Baca juga: Pemprov NTB kumpulkan artefak untuk pembentukan Museum Sade
Baca juga: Museum NTB pamerkan enam artefak wastra di Australia
Menurut Abbott, peserta program tersebut juga akan meneliti atribusi dan asal-usul berbagai benda budaya dalam koleksi Australia yang tidak terbatas hanya pada tekstil, tetapi juga keramik dan artefak lainnya.
"Saya berharap program magang selama enam pekan itu dapat menjadi hubungan timbal balik yang saling menguntungkan. Pada akhirnya, saya juga berharap seseorang dari Australia dapat datang ke Indonesia untuk belajar di sini (Lombok)," pungkas dia.
Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam mengatakan program pembelajaran itu membuka kesempatan bagi seorang staf museum untuk mendalami konservasi sekaligus meneliti atribusi dan asal-usul benda budaya yang tersimpan di Negeri Kanguru tersebut.
"Satu orang staf Museum NTB akan berada di Australia selama 1,5 bulan. Program itu dimulai akhir tahun ini," ucap dia saat ditemui setelah peluncuran buku bertajuk Two Islands, One Thread: Lombok and Bali Textiles di Mataram, Kamis.
Baca juga: Museum NTB boyong artefak budaya ke sekolah yang jauh dari museum
Nuralam menjelaskan staf yang ditugaskan ke Australia harus memiliki kemampuan bahasa Inggris dan pengetahuan permuseuman yang memadai untuk sekaligus belajar ke tiga institusi, yakni Art Gallery of South Australia (AGSA), Flinders University, dan Botanic Garden.
Program pembelajaran tersebut juga mencakup pengetahuan mengenai pengembangan program publik di Kebun Raya Sydney, termasuk pemberdayaan lansia sebagai edukator kebun raya.
Menurut Nuralam, beasiswa itu tidak hanya bertujuan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, tetapi juga memperkuat jejaring kerja sama dan diplomasi kebudayaan antara Indonesia dan Australia.
Ia berharap pengalaman yang diperoleh stafnya selama mengikuti program itu bisa diterapkan setelah kembali ke Museum NTB untuk meningkatkan pengetahuan, pengelolaan koleksi, serta pengembangan kerja sama di bidang kebudayaan.
Kolektor Australia Michael Abbott mengatakan tujuan utama dirinya memberikan beasiswa selama enam pekan untuk staf Museum NTB berangkat dari keprihatinannya tentang banyak koleksi tekstil di museum dan galeri seni Australia yang dideskripsikan berasal dari Bali, sementara Lombok jarang disebut sebagai daerah asal artefak.
Baca juga: Pemprov NTB kumpulkan artefak untuk pembentukan Museum Sade
Baca juga: Museum NTB pamerkan enam artefak wastra di Australia
Menurut Abbott, peserta program tersebut juga akan meneliti atribusi dan asal-usul berbagai benda budaya dalam koleksi Australia yang tidak terbatas hanya pada tekstil, tetapi juga keramik dan artefak lainnya.
"Saya berharap program magang selama enam pekan itu dapat menjadi hubungan timbal balik yang saling menguntungkan. Pada akhirnya, saya juga berharap seseorang dari Australia dapat datang ke Indonesia untuk belajar di sini (Lombok)," pungkas dia.





