JAKARTA – Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH) mendukung kebijakan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) yang mengimbau jamaah umrah Indonesia untuk sementara tidak transit di Malaysia dan Singapura.
Namun, pemerintah diminta memastikan kebijakan tersebut diterapkan secara realistis dengan mempertimbangkan kesiapan maskapai nasional dan kondisi operasional penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU).
Baca Juga
Keluarga yang Diinginkan Alquran: Suami Benteng dan Langit, Istri Laksana Bumi Tempat Berpijak
Keluarga yang Diinginkan Alquran: Cerminan Anak Gadis Terhormat Penyejuk Hati
Keluarga yang Diinginkan Alquran: Bagaimana Seharusnya Anak Laki-laki yang Ideal?
Ketua Umum HIMPUH, Muhammad Firman Taufik, mengatakan pihaknya mendukung upaya pemerintah memperkuat peran maskapai nasional dalam industri perjalanan ibadah umrah.
Meski demikian, Garuda Indonesia dan Lion Air perlu menunjukkan kesiapan dalam memenuhi kebutuhan penerbangan jamaah, baik dari sisi kapasitas, harga, maupun kualitas pelayanan.
.rec-desc {padding: 7px !important;} "HIMPUH menyatakan kesiapan untuk mendukung optimalisasi maskapai Nasional, namun Garuda Indonesia dan Lion Air juga harus menunjukkan kesiapan untuk memenuhi kebutuhan penerbangan umrah," ujar Firman saat dihubungi Republika.co.id, Kamis (29/10/2026). HIMPUH menilai, optimalisasi penerbangan langsung ke Arab Saudi tidak bisa hanya bertumpu pada kebijakan pembatasan rute transit.
Maskapai nasional juga harus mampu bersaing dengan maskapai asing yang selama ini menjadi pilihan penyelenggara umrah.
Karena itu, HIMPUH mendorong peningkatan daya saing dan kepastian kapasitas penerbangan, terutama pada Lion Air.
Perbaikan layanan dinilai penting agar maskapai nasional tidak lagi menjadi pilihan terakhir bagi jamaah umrah Indonesia.
Di sisi lain, HIMPUH meminta pemerintah tidak memberlakukan kebijakan tersebut secara mendadak terhadap PPIU yang sudah terlanjur berinvestasi dalam skema block series atau memiliki kepastian penerbangan pada musim umrah berjalan. "Kebijakan tersebut lebih relevan dilakukan di musim Umrah berikutnya, namun HIMPUH akan menyerukan secara masif kepada seluruh anggota yang belum memiliki penerbangan agar beralih ke maskapai Nasional," ucap Firman.