Nasdaq Siapkan Perdagangan Saham dan ETF 23 Jam Mulai 6 Desember 2026

idxchannel.com
7 jam lalu
Cover Berita

Dalam skema operasional baru tersebut, jam perdagangan reguler, pre-market, dan post-market di AS tetap berjalan seperti biasa.

Nasdaq Siapkan Perdagangan Saham dan ETF 23 Jam Mulai 6 Desember 2026 (Foto: Il

IDXChannel – Bursa saham Nasdaq mengonfirmasi rencana peluncuran inisiatif Always-On Trading yang memungkinkan perdagangan saham dan ETF selama 23 jam sehari mulai 6 Desember 2026. Perluasan jam perdagangan ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas dan akses yang lebih luas bagi investor global, khususnya di Asia yang memiliki perbedaan zona waktu dengan Amerika Serikat (AS).

Managing Director Market Data Services, Capital Access Platform Nasdaq, Conrad Chow, menjelaskan bahwa rencana tersebut merupakan hasil evaluasi selama lebih dari satu tahun bersama regulator, pelaku bursa, dan broker global. Proses ini dilakukan untuk memastikan integritas pasar dan perlindungan investor tetap terjaga.

Baca Juga:
BEI Bidik Pendapatan Rp2,59 Triliun di 2027, Laba Naik 22,76 Persen

"Kami telah mengonfirmasi bahwa Always-On Trading akan mulai berjalan pada 6 Desember tahun ini. Nasdaq senantiasa berada di garda terdepan dalam mendorong inisiatif ini karena secara teknologi sistem matching engine kami sudah teruji menjalankan pasar 23 hingga 24 jam. Insentif utama kami adalah melihat besarnya pertumbuhan volume perdagangan yang datang dari Asia selama beberapa tahun terakhir," kata Conrad dalam Seminar IDX x Nasdaq InnovAsia di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Dalam skema operasional baru tersebut, jam perdagangan reguler, pre-market, dan post-market di AS tetap berjalan seperti biasa. Setelah sesi post-market berakhir pada pukul 07.00 WIB, Nasdaq menyediakan jeda pemeliharaan sistem (maintenance window) selama satu jam hingga pukul 08.00 WIB. Setelah itu, perdagangan kembali dibuka melalui sesi overnight.

Baca Juga:
BEI dan Nasdaq Gelar InnovAsia, Bahas Akses Pasar Global hingga Pengawasan Perdagangan

Perluasan jam perdagangan ini diharapkan dapat meningkatkan akses investor Asia terhadap saham AS. Selain itu, skema tersebut ditujukan untuk mendukung pembentukan harga (price discovery) yang lebih transparan dan mencerminkan kondisi pasar dibandingkan perdagangan melalui Alternative Trading System (ATS) di luar bursa.

"Kami percaya inisiatif ini akan menciptakan lebih banyak peluang, aksesibilitas, serta dorongan bagi investor Asia untuk berpartisipasi di pasar saham AS dengan dukungan likuiditas yang lebih kuat dan transparan," pungkas Conrad.

Adapun skema perdagangan 24/5 (24/5 Trading) memungkinkan instrumen keuangan diperdagangkan selama 24 jam sehari, lima hari dalam sepekan, umumnya dari Senin hingga Jumat.

Skema tersebut telah lama dikenal di pasar valuta asing (valas) dan komoditas. Dalam perkembangannya, perdagangan dengan jam yang lebih panjang juga diterapkan pada pasar saham internasional, termasuk saham-saham Amerika Serikat yang diperdagangkan di Nasdaq dan New York Stock Exchange (NYSE).

(Shifa Nurhaliza Putri)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gelombang Tinggi 2,5 Meter Intai Perairan Selatan Bali hingga 1 November
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Indonesia–Malaysia Perkuat Kerja Sama Perbatasan, Bahas Sektor Ekonomi dan Sosial
• 4 jam lalujpnn.com
thumb
PDIP-PKS Kompak Dorong Isu Ijazah Gibran Dibawa ke DPR: Persoalan Ini Harus Ada Ujungnya
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Waketum MUI Anwar Abbas Jadi Saksi Meringankan Gus Yaqut
• 11 jam laluliputan6.com
thumb
PKS Tegaskan Serius Tindaklanjuti Ijazah Gibran: Ini tentang Moralitas Bangsa
• 10 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.