Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali menutup kuartal dengan keuntungan. Pada kuartal III-2026, perusahaan ini mencetak laba bersih Rp441 miliar, memperpanjang catatan laba menjadi tiga kuartal berturut-turut.
Pertumbuhan bisnis ikut mengiringi pencapaian tersebut. Pendapatan bersih naik 17% dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi Rp5,6 triliun, sementara nilai transaksi bruto atau GTV inti melesat 89% menjadi Rp194 triliun.
Jumlah pengguna yang bertransaksi juga semakin besar. Pengguna bertransaksi tahunan atau annual transacting users (ATU) mencapai 72,5 juta, tumbuh 16% secara tahunan (YoY).
Di saat yang sama, EBITDA Grup yang disesuaikan meningkat 84% YoY menjadi Rp950 miliar. Angka tersebut sudah memperhitungkan dampak komisi 8% pada layanan transportasi roda dua selama satu kuartal penuh.
"Hasil ini dicapai di tengah berbagai tantangan dalam beberapa bulan terakhir," ujar Direktur Utama GOTO, Hans Patuwo, Kamis (29/10/2026).
Kuartal III-2026 sendiri menjadi kuartal penuh pertama penerapan komisi tersebut, dengan dampak yang menurut manajemen cukup signifikan.
GOTO juga membukukan arus kas bebas Grup yang disesuaikan sebesar Rp1.21 triliun, melonjak 389% YoY. Pada kuartal yang sama, imbalan jasa e-commerce dari Tokopedia mencapai Rp235 miliar.
"Pada kesempatan ini, kami juga menyampaikan GOTO akan menaikkan target EBITDA yang disesuaikan untuk tahun 2026 menjadi Rp3,5-3,7 triliun. Target sebelumnya berada di kisaran Rp3,2-3,4 triliun," kata Hans.
Bisnis fintech sendiri menjadi pendorong kenaikan target EBITDA setelah kinerjanya terus melampaui ekspektasi. Pedoman EBITDA yang disesuaikan untuk fintech kini dipatok sebesar Rp1,9-2,0 triliun, naik dari sebelumnya Rp1,7-1,8 triliun.
Sementara bisnis On-Demand Services (ODS) mulai tumbuh, rentang pedoman EBITDA yang disesuaikan diperlebar menjadi Rp1,4-1,6 triliun dari Rp1,4-1,5 triliun.
Dalam menetapkan rentang target bisnis ODS, GOTO turut mempertimbangkan potensi regulasi mendatang, termasuk aturan pelaksana layanan pengantaran dari Kementerian Komunikasi dan Digital.
Di sepanjang periode Januari-September 2026, pendapatan bersih GOTO mencapai Rp16,5 triliun atau naik 24% YoY, sedangkan laba bersih mencapai Rp864 miliar dibandingkan periode sembilan bulan tahun lalu yang masih merugi Rp997 miliar.
Di luar pencapaian tersebut, GOTO juga telah mengantongi restu dari pemegang saham untuk membatalkan 32 miliar saham tresuri.
Pembatalan saham tersebut akan efektif dalam 2-3 bulan mendatang setelah seluruh proses regulasi yang dipersyaratkan selesai, sehingga persentase kepemilikan seluruh pemegang saham yang ada meningkat secara nominal
GOTO turut melakukan pembelian kembali atau buyback sebanyak 36 miliar saham dengan anggaran Rp985 miliar. Masih tersedia anggaran buyback yang belum digunakan sebesar Rp2,5 triliun.
(dpu/dpu)




