JAKARTA, DISWAY.ID - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) kembali mengklaim berhasil mencegat dan menghancurkan pesawat nirawak atau drone di wilayah udaranya.
Kali ini, drone jenis MQ-1 dilaporkan dihancurkan di sebelah timur Selat Hormuz, tepat di seberang kawasan pesisir Sirik.
Laporan tersebut disampaikan kantor berita semi-resmi Iran, ISNA, yang mengutip pernyataan IRGC. Menurut militer Iran, drone itu merupakan MQ-1 ke-14 yang berhasil dicegat dan dihancurkan oleh sistem pertahanan udara mereka.
Insiden ini menjadi sorotan karena terjadi ketika ketegangan antara Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel kembali meningkat. Di tengah situasi tersebut, muncul laporan mengenai kemungkinan Washington menyiapkan operasi militer baru terhadap Teheran.
Meski demikian, IRGC tidak menyebutkan secara terperinci siapa pihak yang mengoperasikan drone tersebut. Karena itu, belum dapat dipastikan apakah pesawat nirawak yang dihancurkan itu merupakan milik militer AS atau dioperasikan oleh pihak lain.
Berdasarkan laporan ISNA, IRGC menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat dan menghancurkan sebuah drone MQ-1 di wilayah udara sebelah timur Selat Hormuz.
BACA JUGA:Dari Sopir Taksi Jadi Tentara Rusia, Kisah Tragis WNI yang Dilaporkan Tewas di Ukraina
Lokasi pencegatan disebut berada tepat di seberang kawasan pesisir Sirik, wilayah yang berada di sekitar jalur strategis perairan Teluk Persia dan Teluk Oman.
IRGC juga menyebut insiden tersebut sebagai keberhasilan ke-14 dalam mencegat dan menghancurkan drone MQ-1. Namun, laporan yang tersedia belum memuat rincian mengenai waktu pasti pencegatan, metode penghancuran, maupun identitas operator pesawat nirawak tersebut.
MQ-1 merupakan jenis pesawat nirawak buatan Amerika Serikat yang dikenal sebagai Predator. Pesawat ini dikembangkan untuk menjalankan misi pengintaian, pengawasan, dan operasi militer tertentu.
Karena drone tersebut merupakan produk Amerika Serikat, insiden ini berpotensi menambah perhatian terhadap aktivitas militer di kawasan. Akan tetapi, asal produksi pesawat tidak otomatis membuktikan bahwa drone yang dihancurkan merupakan milik atau sedang dioperasikan oleh pemerintah AS.
Hingga informasi yang dikutip dalam laporan tersebut, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai identitas pihak yang mengendalikan drone itu.
Insiden drone MQ-1 terjadi di tengah munculnya laporan mengenai kemungkinan peningkatan operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran.
Dikutip Antara pada Kamis (29/10/2026), The Wall Street Journal melaporkan bahwa Washington telah meminta sejumlah negara Arab di kawasan Teluk untuk bersiap menghadapi kemungkinan “kampanye militer singkat dan intensif” terhadap Teheran setelah pemilihan paruh waktu AS pada 3 November.
Menurut laporan tersebut, Presiden AS Donald Trump belum mengambil keputusan akhir. Namun, ia disebut cenderung mempertimbangkan serangan berskala besar setelah pemilihan berlangsung.
- 1
- 2
- »





