Huistra Akui PSS Sleman Terlalu Mudah Kebobolan: Ini Masalah Terus Berulang

kompas.tv
3 jam lalu
Cover Berita
Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra seusai latihan rutin tim di Lapangan Pakembinangun, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (29/10/2026) sore. (Sumber: KompasTV/Danang Suryo)

SLEMAN, KOMPAS.TV - Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra menyoroti rapuhnya lini belakang sebagai salah satu penyebab timnya kalah 1-2 dari Borneo FC.

Menurut Huistra, PSS terlalu mudah kebobolan dan belum mampu membatasi tembakan lawan, masalah yang terus berulang sepanjang kompetisi BRI Super League 2026-2027.

Huistra menyampaikan evaluasi tersebut seusai memimpin latihan rutin PSS di Lapangan Pakembinangun, Kamis (29/10) sore. Ia menilai para pemain harus memperbaiki organisasi pertahanan dan tampil lebih agresif untuk menghentikan serangan lawan.

"Menurut saya kami kebobolan terlalu mudah. Kami harus bertahan lebih baik. Itu satu masalah yang terus berulang," kata Huistra.

Kekalahan dari Borneo FC di Stadion Maguwoharjo, Selasa (27/10), memperpanjang pekerjaan rumah skuad Super Elang Jawa di sektor pertahanan.

Dari tujuh pertandingan yang telah dijalani, PSS sudah kemasukan 13 gol dan baru sekali mencatatkan nirbobol atau clean sheet.

Huistra juga membandingkan efektivitas kedua tim dalam menciptakan peluang.

Menurut dia, banyak tembakan PSS berhasil dihentikan pemain bertahan Borneo, sedangkan lawan lebih sering mendapatkan kesempatan melepaskan tembakan tanpa gangguan berarti.

“Peluang-peluang kami sebagian besar diblok oleh bek-bek Borneo, sementara di sisi lain, Borneo punya banyak tembakan yang tidak terblok. Ini tidak boleh terjadi,” ujarnya.

Ia menegaskan pemain PSS perlu meningkatkan agresivitas ketika bertahan.

Bagi Huistra, persoalannya bukan semata-mata jumlah peluang yang dihasilkan lawan, melainkan kemampuan pemain untuk menekan dan menghalangi lawan sebelum tembakan dilepaskan.

“Anda harus lebih agresif dalam bertahan,” kata Huistra.

Baca Juga: Piala Dunia U15: Timnas Indonesia Lawan Prancis di Semifinal Runner-up Tier C

Peluang Juga Harus Dimaksimalkan

Meski menyoroti pertahanan, Huistra tidak mengabaikan masalah penyelesaian akhir.

PSS, menurut dia, juga mempunyai sejumlah peluang bagus ketika menghadapi Borneo, tetapi gagal mengubahnya menjadi gol tambahan.

“Kami juga menciptakan cukup banyak peluang bagus, tapi kami juga harus memanfaatkannya. Kalau tidak, Anda tidak bisa memenangi pertandingan,” tuturnya.

Evaluasi tersebut menjadi bekal PSS menjelang pertandingan berikutnya melawan Garudayaksa FC.

Huistra menyadari timnya membutuhkan peningkatan dalam waktu singkat, terlebih jadwal kompetisi yang padat tidak memberi banyak kesempatan untuk berbenah.

Ia juga menilai PSS masih membutuhkan waktu untuk menyatukan pemain-pemain baru.

Baca Juga: Laga Timnas Indonesia Lawan Yordania Terancam Batal, Ada Apa?

Namun, kebutuhan itu tidak bisa menjadi alasan untuk menunda perbaikan karena tim harus segera mengumpulkan poin.

PSS saat ini berada di posisi ke-15 klasemen sementara dengan empat poin.

 

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Danang Suryo Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV

Tag
  • pss sleman
  • pieter
  • pieter huistra
  • borneo fc
  • garudayaksa fc
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pertama Kali Syuting Adegan Kesurupan di Film Hajatan Setan, Ari Irham: Lumayan Cukup Sulit
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Infografis: 100 Hari MBG di Tangan Sudaryono
• 8 jam laluliputan6.com
thumb
Angka kelahiran di Korsel pada Agustus 2026 capai level tertinggi
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Hipertensi Diabaikan Berujung Gagal Ginjal Kronis
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kronologi Bobotoh Tewas Dibacok Usai Tonton Laga Persib di Stadion Pakansari Bogor
• 13 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.