Ramos menceritakan bahwa keinginannya meninggalkan PSG sebenarnya sudah muncul sejak bursa transfer Januari. Namun, kepindahan tersebut tidak bisa terwujud karena klub raksasa Prancis itu enggan melepasnya di tengah musim.
“Saya ingin meninggalkan PSG, tetapi semuanya selalu lebih rumit pada Januari,” ujar Ramos kepada media Portugal, Canal 11.
Menurutnya, PSG langsung menolak permintaan tersebut karena harus mencari pengganti apabila dirinya benar-benar hengkang. Meski demikian, Luis Campos memberikan jaminan bahwa kesempatan untuk pergi akan terbuka pada bursa transfer musim panas.
“PSG langsung mengatakan tidak karena mereka harus mencari pemain lain. Namun, Luis Campos meyakinkan saya bahwa dia akan membiarkan saya pergi pada musim panas,” ungkapnya. Frustrasi Meski Sering Mencetak Gol untuk PSG Salah satu alasan yang membuat Ramos mempertimbangkan untuk meninggalkan PSG adalah minimnya kesempatan bermain sejak menit pertama. Situasi tersebut terasa semakin mengecewakan ketika ia sedang berada dalam performa yang bagus.
Ramos mengungkapkan bahwa dirinya pernah mencetak gol dalam empat atau lima pertandingan secara beruntun, tetapi tetap tidak mendapatkan kesempatan menjadi starter. Bagi seorang penyerang, konsistensi dan kepercayaan pelatih merupakan faktor penting untuk menjaga performa.
Karena itu, situasi yang dialami Ramos sempat menimbulkan rasa frustrasi. Meski demikian, Ramos menegaskan bahwa dirinya tidak pernah membiarkan rasa frustrasi tersebut memengaruhi profesionalismenya.
“Kadang-kadang situasinya membuat frustrasi. Saya mencetak gol dalam empat atau lima pertandingan berturut-turut, tetapi tidak menjadi starter satu kali pun,” katanya.
“Mereka tidak akan pernah bisa mempertanyakan profesionalisme, kontribusi, maupun determinasi saya. Tentu saja saya kecewa, tetapi saya mengubah kemarahan itu menjadi bahan bakar,” tegasnya. Punya Kenangan Istimewa di PSG Walaupun memutuskan pergi, Ramos mengaku tidak mudah meninggalkan PSG. Ia menilai suasana ruang ganti klub tersebut sangat positif dan memiliki ikatan emosional dengan sejumlah rekan setimnya.
Kedekatannya dengan para pemain asal Portugal menjadi salah satu hal yang paling membekas selama membela Les Parisiens. Ramos mengatakan bahwa rekan-rekannya mengetahui keinginannya untuk pergi.
Namun, mereka tetap bercanda dan memintanya bertahan, bahkan hanya demi menjaga suasana di dalam tim. Ia juga mengingat berbagai pengalaman istimewa yang dirasakan bersama tim tersebut.
Baca Juga :
Landucci Heran Napoli Dikritik BerlebihanHal itu membuat keputusannya untuk mencari tantangan baru menjadi semakin emosional. Meski demikian, Ramos merasa bahwa meninggalkan PSG merupakan langkah yang perlu diambil demi mendapatkan kesempatan bermain lebih banyak. Milan Berikan Ruang Lebih Besar untuk Berkembang Setelah meninggalkan PSG, Ramos mengaku kini menikmati kehidupan yang lebih tenang dan bahagia. Ia merasa mendapatkan ruang lebih besar untuk mengekspresikan kemampuannya sebagai seorang penyerang.
“Saya bahagia dalam kehidupan yang tenang. Saya bermain lebih banyak di klub yang memberikan ruang lebih besar bagi saya untuk mengekspresikan diri,” ujar Ramos.
Kesempatan bermain secara reguler menjadi salah satu faktor penting bagi Ramos dalam menentukan langkah berikutnya. Dengan menit bermain yang lebih banyak, ia memiliki peluang untuk menjaga ritme pertandingan dan menunjukkan kualitasnya secara konsisten.
Ramos juga menilai kesempatan tampil bersama tim nasional Portugal sebagai aspek yang tidak kalah penting. Menurutnya, bermain untuk negaranya memberikan panggung berbeda sekaligus menjadi sumber kebanggaan tersendiri.
“Saya bermain lebih banyak untuk tim nasional, yang juga sama pentingnya dan memberikan panggung berbeda. Itu merupakan sumber kebanggaan,” tambahnya.
Bagi Ramos, keputusan meninggalkan PSG bukan semata-mata tentang mencari klub baru. Ia ingin berada di lingkungan yang memberinya kepercayaan dan kesempatan untuk memberikan kontribusi lebih besar. Peran Mendes dan Amorim dalam Transfer ke Milan Ramos turut menceritakan bagaimana proses kepindahannya ke AC Milan mulai terwujud. Ia menyebut bahwa komunikasi dengan agen Jorge Mendes menjadi bagian penting dari perjalanan transfer tersebut.
Menurut Ramos, ketertarikan Milan muncul ketika Piala Dunia sedang berlangsung. Pada periode itu, ia menjalin komunikasi dengan Mendes dan mengetahui bahwa klub Italia tersebut memiliki minat terhadap dirinya.
Situasi semakin berkembang setelah pelatih Ruben Amorim datang ke Milan dan menghubunginya secara langsung. Ia kemudian mengungkapkan bahwa kabar kesepakatan transfer tersebut datang melalui panggilan telepon dari Mendes.
“Selama Piala Dunia, saya berkomunikasi dengan Jorge Mendes dan Milan menunjukkan ketertarikan. Pelatih, Ruben Amorim, datang ke Milan dan menelepon saya,” jelas Ramos.
“Suatu pagi, Jorge Mendes menelepon saya dan mengatakan bahwa kesepakatan sudah selesai,” katanya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
- URL Berhasil di Salin Ramos Ngebet Tinggalkan PSG Sejak Januari, Bersyukur Bisa Gabung Milan Klik untuk baca: https://www.medcom.id/olahraga/liga-italia/Dkq1Q46k-ramos-ngebet-tinggalkan-psg-sejak-januari-bersyukur-bisa-gabung-milan
(ASM)





