PBNU Dukung Polri Tetapkan 20 Korporasi Tersangka Karhutla: Usut Tuntas!

detik.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

PBNU mendukung langkah Polri yang telah menetapkan 20 korporasi sebagai tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sekjen PBNU Gudfan Arif atau Gus Gudfan mengatakan kasus itu harus diusut secara tuntas.

"Kamu mendukung sekali langkah tegas yang dilakukan oleh Kapolri dalam hal ini Polri yang langsung menindak tegas ada 20 korporasi yang terindikasi terlibat pembakaran lahan dan hutan," kata Gudfan saat dihubungi, Kamis (29/10/2026).

Gudfan mengatakan PBNU menyatakan keprihatinannya terhadap karhutla yang telah berdampak kepada masyarakat Indonesia. Dia mendorong agar polisi mengusut tuntas pihak-pihak yang diduga berkontribusi dalam menyebabkan kebakaran hutan di Indonesia.

"Ini dampaknya udah luas sekali, bukan cuma di kita. Kita kan juga nggak enak ini kita sampai ekspor asap ke negara tetangga. Kita malu sebagai bangsa yang berdaulat, kita kan harus juga bisa memberikan nyaman bagi negara-negara sahabat," jelas Gudfan.

Baca juga: Kemenag Gandeng PBNU Perkuat Pesantren Adaptif dan Dakwah Digital

PBNU, kata Gudfan, mengapresiasi ketegasan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto yang telah menjerat puluhan korporasi sebagai tersangka karhutla. Dia mendorong kasus itu diusut hingga tuntas dan cepat agar memberikan kepastian hukum.

"Ini karena olah beberapa segelintir korporasi itu jadi merugikan, yang dirugikan bukan cuma warga terdampak ya negara, kita juga dirugikan. Makanya ini harus ditusut tuntas-tuntas-tuntasnya dan secepat-cepatnya," tutur Gudfan.

Polri Tetapkan 20 Korporasi Jadi Tersangka Karhutla

Polri telah menetapkan 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus dugaan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari jumlah tersebut, empat di antaranya korporasi penanaman modal asing (PMA) atau investor asing.

"Jadi selain oleh perorangan, tindakan kebakaran hutan dan lahan itu juga disebabkan oleh korporasi. Beberapa waktu yang lalu Bapak Kapolri sudah menyampaikan bahwa ada juga korporasi yang terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan ini," kata Kabareskrim Polri Komjen Asep Safrudin dalam jumpa pers terkait penegakan hukum karhutla yang digelar di Polda Kalimantan Barat, Pontianak, Kamis (29/10).

Asep menyebutkan, secara keseluruhan, Polri menangani 104 laporan polisi (LP) terkait kasus karhutla dengan dugaan pelaku korporasi. Perusahaan yang ditetapkan tersangka kemudian menjadi 20 korporasi.

Baca juga: MUI Apresiasi Polri Tetapkan 20 Korporasi Jadi Tersangka Karhutla

Dari 20 korporasi yang menjadi tersangka karhutla, empat merupakan perusahaan penanaman modal asing. Sedangkan 16 korporasi lainnya merupakan perusahaan dalam negeri.

"Dari 20 korporasi yang telah ditetapkan sebagai tersangka, terdapat 4 korporasi yang merupakan PMA (penanaman modal asing) dari tiga negara, yaitu Singapura, Malaysia, dan Korea Selatan. Korporasi tersebut adalah PT HKI, PT RKA, PT API, dan PT AI," ungkap Asep.




(ygs/fca)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Oktober Biasanya Hijau, tapi IHSG Dihantam Badai MSCI: Bagaimana Kinerja Emiten Q3-2026?
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Polri Gandeng Buruh Perkuat Sinergi dan Jaga Kamtibmas Kondusif
• 50 menit laluokezone.com
thumb
KPK Buka Babak Baru Kasus Bea Cukai, Satu Sprindik Belum Ungkap Tersangka
• 16 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pemerintah Spanyol Tetapkan Tiga Hari Berkabung untuk Korban Tabrakan Kereta Cepat
• 5 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
PSI Usul Jalur PTUN soal Polemik Ijazah Gibran, PKS: Kalau Benar, Saya Tunjukkan | SATU MEJA
• 21 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.