Kementerian ESDM optimistis setoran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor ESDM bakal melampaui target APBN 2026 imbas kenaikan harga batu bara hingga nikel.
Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba), Tri Winarno, mengatakan penurunan produksi baik batu bara maupun nikel tidak menjadikan realisasi PNBP menjadi tidak mencapai target. Hal ini karena kenaikan harga komoditas yang cukup signifikan. Contohnya, pertambangan batu bara mengalami kenaikan setoran PNBP Rp 1 triliun setiap bulannya.
"Tahun ini kita menargetkan produksi lebih rendah daripada tahun yang lalu. Contoh batu bara itu turun sekitar 8 juta ton per bulan, tapi untuk PNBP kita naik Rp 1 triliun setiap bulan," ungkap Tri usai acara konferensi pers Minerba Convex 2026, Kamis (29/10).
Sama halnya dengan setoran PNBP nikel yang naik hampir dua kali lipat. Hingga saat ini, total PNBP yang dikumpulkan sektor ESDM mencapai Rp 131 triliun, sekitar 98,4 persen dari target sebesar Rp 133 triliun.
Sebelumnya, Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menaikkan target PNBP sektor ESDM menjadi Rp 165 triliun pada 2026.
Angka itu lebih tinggi dari target yang ditetapkan dalam APBN 2026 sebesar Rp 136,18 triliun dan lebih tinggi dari capaian PNBP Kementerian ESDM pada 2025 yang sebesar Rp 138,4 triliun atau 108,56 persen dari target Rp 127,49 triliun.
Kemudian untuk realisasi hingga September 2026, PNBP sektor ESDM telah mencapai Rp 127,71 triliun atau 93,78 persen dari target APBN. Dengan capaian tersebut, Bahlil meminta jajarannya mengejar penerimaan hingga Rp 165 triliun hingga akhir tahun.
“Saya menargetkan PNBP kita, dari target Rp 137 triliun, harus bisa mencapai Rp 165 triliun,” kata Bahlil dalam keterangannya, Sabtu (24/10).





