Tencent sasar Asia Tenggara, pasarkan asisten virtual "WorkBuddy"

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Shenzhen (ANTARA) - Perusahaan teknologi asal China, Tencent, menyasar sejumlah negara di Asia Tenggara untuk memasarkan agen kecerdasan buatan (AI) "WorkBuddy" yang dapat berfungsi sebagai asisten pribadi untuk melakukan aktivitas rumit bagi para pekerja kantoran.

"Saya rasa kami baru mulai menawarkan sejumlah produk AI seperti 'WorkBuddy' ke kawasan Asia Tenggara. Ada banyak minat dari kawasan tersebut untuk menghadirkan produk yang hemat biaya dan efisien ke pasar," kata Wakil Presiden Eksekutif Senior Tencent dan CEO Cloud and Smart Industries Group Dowson Tong berbicara kepada sejumlah wartawan dari berbagai negara di kantor pusat Tencent di Shenzhen, provinsi Guangdong, Rabu (28/10).

Agen AI dari Tencent, "WorkBuddy" tersedia bagi pengguna individu melalui iOS, Android, dan HarmonyOS sejak Maret 2026 di China sedangkan di Indonesia, aplikasi tersebut baru saja diluncurkan pada 14 Juli 2026.

Baca juga: Tencent bidik perusahaan Indonesia, kerja sama AI dan komputasi awan

Baca juga: Tencent luncurkan agen AI "Buddy One", gabungkan berbagai aplikasi

Agen AI (AI agent) adalah bentuk kecerdasan buatan tingkat lanjut yang tidak hanya bisa menjawab pertanyaan, tetapi juga bisa melakukan pekerjaan untuk kita secara otomatis. Bila AI biasa "hanya" membantu pengguna untuk berpikir, maka agen AI dapat membantu pengguna untuk bertindak dan menyelesaikan pekerjaan.

"Produk ini masih tergolong baru jadi, kami terus menambahkan berbagai fitur dan memperkuat produknya untuk berbagai jenis beban kerja para pekerja kantoran maupun perusahaan," tambah Dowson.

Ia menyebut pihaknya sedang menyempurkan fungsi agen AI tersebut di pasar domestik untuk bisa dibawa ke luar negeri, guna melayani banyak pelanggan di berbagai kawasan.

"Khususnya di Indonesia, kami memiliki banyak pelanggan penting yang sudah menggunakan layanan 'cloud' kami, sistem 'big data' kami, serta berbagai jenis teknologi lainnya. Karena itu, kami telah mendengar adanya minat yang sangat besar terhadap penerapan teknologi AI dari Tencent," jelas Dowson.

Ia menyebut Tencent akan bekerja sama dengan para mitra untuk menghadirkan teknologidengan memanfaatkan sumber daya komputasi yang sudah dimiliki banyak mitra serta berupaya menjembatani kesenjangan antara kapasitas komputasi dan aplikasi yang menciptakan nilai nyata bagi pengguna.

"Ada pula model-model lokal yang perlu kami integrasikan ke dalam 'WorkBuddy' agar kami dapat menyesuaikan produk tersebut dengan ekosistem lokal dan berbagai perangkat yang populer di pasar tertentu. Dalam satu tahun mendatang, kami akan terus memperluas jangkauan infrastruktur kami di Asia, Timur Tengah, Eropa, dan Amerika," ungkap Dowson.

Baca juga: Tencent rilis aplikasi pembayaran untuk wisatawan asing

Sedangkan sepanjang 2025 lalu, Tencent sudah menambah dan memperluas kapasitas di Frankfurt, Osaka, Riyadh, Malaysia, Meksiko, dan Thailand. Di Indonesia sendiri Tencent sudah memiliki tiga "data center".

"Namun, kapasitas saja tidak cukup, seiring meningkatnya kebutuhan komputasi, jaringan, memori, dan penyimpanan, kami juga harus memastikan bahwa seluruh kebutuhan tersebut tetap layak secara ekonomi karena itu, kami terus mengoptimalkan arsitektur perangkat keras dan perangkat lunak untuk menyediakan komputasi serta inferensi yang lebih hemat biaya," jelas Dowson.

Ia menegaskan Tencent memahami para pelanggan mengutamakan kualitas keamanan dan tidak ingin data sensitifnya digunakan oleh penyedia layanan.

"Mereka ingin layanan model, agen, dan lingkungan penerapanya seluruhnya berada di bawah kendali mereka. Itulah sebabnya kami memiliki solusi berbasis perangkat lunak yang dapat diterapkan di infrastruktur milik pelanggan sendiri atau di 'cloud' publik kami," ungkap Dowson.

Tencent juga dapat menyiapkan VPC yaitu jaringan privat virtual, yang hanya dapat diakses oleh pelanggan dan sepenuhnya berada di bawah kendali mereka.

"Ada pula permintaan untuk mengenkripsi konteks.
Jadi, kami telah menambahkan fitur untuk memastikan seluruh jalur inferensi model dapat dienkripsi, disertai verifikasi kriptografis sehingga tidak seorang pun dapat melihat apa yang sedang diproses oleh GPU dan sebagainya," jelas Dowson.

Di Indonesia, Tencent diketahui telah bekerja sama dengan XLSmart untuk menata dan membantu proses migrasi sistem yang melibatkan lebih dari 1.000 layanan mikro dan data terabyte yang dikoordinasikan oleh sejumlah besar agen AI hanya dalam waktu 4,5 bulan.

Selain itu, "Tencent Cloud" juga sudah bekerja sama dengan Gojek Indonesia untuk melakukan migrasi lebih dari 1.000 sistem "microservice" ke Tencent Cloud. GoTo menggunakan lebih dari 50 produk Tencent Cloud, termasuk Cloud Virtual Machine (CVM), Cloud Block Storage (CBS), Web Application Firewall (WAF), Tencent Kubernetes Engine (TKE) dan Elasticsearch Service (ES). Seluruh proses migrasi selesai hanya dalam 4 jam dan 54 menit atau satu jam lebih cepat dari jadwal.

Baca juga: Ubisoft bersama Tencent bentuk anak perusahaan gim baru

Baca juga: Tencent sebut potensi pasar cloud dan AI di Indonesia terbuka luas

Baca juga: Tencent akan genjot investasi AI dan ekspansi global




Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Detik-Detik Mengerikan Tabrakan Kereta Cepat di Spanyol Tewaskan 68 Orang
• 13 jam lalurctiplus.com
thumb
Dejan/Felisha Lolos ke 16 Besar Hylo Open 2026, Akui Sempat Kesulitan Lawan Wakil Tuan Rumah
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Sumpah Pemuda, 5.000 Pelajar dan Mahasiswa Jatim Gelar Konsolidasi Akbar
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Gelar Pertemuan Tertutup, Presiden Prabowo Terima Menlu Singapura di Hambalang
• 16 jam lalujpnn.com
thumb
Otoritas Perkuat Penegakan Hukum untuk Jaga Kepercayaan Investor
• 3 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.