Hashim Wanti-wanti Rupiah Jebol ke Rp22.000, Bos BI: Kita dalam Kondisi Relatif Oke

wartaekonomi.co.id
7 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, merespons kekhawatiran pelemahan rupiah hingga Rp22.000 per dolar Amerika Serikat (AS) yang disampaikan Hashim Djojohadikusumo. Ia menegaskan, komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar di tengah dinamika pasar dan sentimen investor.

Destry mengatakan, pergerakan rupiah dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi fundamental ekonomi, pasokan dan permintaan valuta asing, hingga persepsi pelaku pasar. Karena itu, tekanan terhadap rupiah tidak bisa dilepaskan dari perkembangan ekonomi global maupun domestik.

“Kalau kita lihat dari fundamental ekonomi kita, sebenarnya kita dalam kondisi yang relatif oke dibandingkan dengan peer group kita,” kata Destry seusai Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Kamis (29/10/2026).

Menurut Destry, pergerakan rupiah yang terjadi saat ini merupakan bagian dari fluktuasi pasar. Dalam sistem nilai tukar yang mengikuti mekanisme pasar, pergerakan mata uang sangat dipengaruhi dinamika permintaan dan penawaran serta persepsi investor.

Ia mencontohkan, perkembangan kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve atau The Fed, dapat langsung mempengaruhi pergerakan mata uang global. Menurut dia, keputusan The Fed untuk tidak menaikkan suku bunga memberikan sentimen positif terhadap pasar..

Meski demikian, Destry mengakui terdapat sejumlah faktor eksternal yang berada di luar kendali Indonesia. Karena itu, BI berfokus pada langkah-langkah menjaga stabilitas nilai tukar agar gejolak pasar tidak mengganggu kondisi ekonomi domestik.

Baca Juga: Hashim Ungkap Rp10.000 Triliun Ekonomi RI Tak Tercatat

Baca Juga: Hashim Jelaskan Skema HP Gratis dan Bansos Digital, Begini Katanya

“Tapi kami di Bank Indonesia, kita sudah punya komitmen yang kuat bahwa fokus kita itu adalah memang menjaga stabilitas,” tegas Destry.

Ia menambahkan, stabilitas menjadi prioritas agar iklim ekonomi tetap kondusif. Dengan demikian, sektor riil diharapkan dapat terus tumbuh dan membuka lapangan pekerjaan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BGN Siapkan Aturan Khusus Pembiayaan MBG di Wilayah 3T: Tak Bisa Disamakan dengan Jakarta
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Apa Itu Sukralosa dan Neotam yang Disebut Doktif Ada dalam Kandungan Beeru Stevia?
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Foto: Pasukan Oranye Bersihkan Puing Imbas Kecelakaan Dua Truk di Depan DPR
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Eksepsi Febrie Ditolak, IPR Desak JPU Buktikan TPPU dan Jaga Kredibilitas Institusi
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
Pemilu 2029 Makin Dekat, PKB Kabupaten Bandung Mulai Seleksi Figur Caleg
• 15 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.