jabar.jpnn.com, KABUPATEN BANDUNG - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bandung mulai menyiapkan kekuatan untuk menghadapi Pemilu 2029.
Penjaringan bakal calon anggota legislatif menjadi salah satu langkah yang disiapkan untuk mendongkrak suara partai pada pemilihan mendatang.
BACA JUGA: Penyerang Persib Balsa Sekulic Jadi Mimpi Buruk Melbourne Victory di Stadion SJH Bandung
Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung Dadang Supriatna mengungkapkan, partainya mulai merekrut figur yang akan dipersiapkan menjadi calon anggota legislatif.
Mereka yang dibidik bukan sekadar memiliki ambisi politik, tetapi juga harus mempunyai basis dukungan dan rekam jejak di masyarakat.
BACA JUGA: Astagfirullah! Nenek di Depok Tega Bakar Cucunya Sendiri
“Kami sudah mulai melakukan rekrutmen calon-calon legislatif yang akan dipersiapkan untuk 2029. Sosok-sosok yang dipilih di antaranya harus mempunyai basis, memiliki kader, dan sudah menunjukkan kiprah di masyarakat,” kata Dadang seusai pengukuhan pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung di Hotel Sutan Raja, Soreang, dikutip Kamis (29/10/2026).
Menurut pria yang akrab disapa Kang DS itu, persiapan menghadapi pemilu tidak bisa dilakukan secara mendadak.
BACA JUGA: EIGER Nature di Bogor Siap Terima Pengunjung Mulai 2 November 2026
PKB perlu memperkuat struktur organisasi dan memastikan kader bekerja di tengah masyarakat jauh sebelum tahapan pemilu berlangsung.
Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya mempertahankan kekuatan politik PKB di Kabupaten Bandung dan meningkatkan perolehan suara pada 2029.
“Dengan target yang sudah disepakati, PKB harus berjuang bagaimana memenangkan pemilu tahun 2029 yang akan datang,” ujarnya.
Penguatan mesin politik itu menjadi perhatian Ketua DPW PKB Jawa Barat Syaiful Huda.
Dia menilai Kabupaten Bandung memiliki modal politik yang cukup kuat dibandingkan daerah lain, terutama karena PKB memiliki posisi strategis di pemerintahan daerah dan legislatif.
Huda bahkan menjuluki Kabupaten Bandung sebagai “Republik PKB”.
Dia berharap kekuatan tersebut tidak berhenti di satu daerah, tetapi bisa menjadi model bagi pengembangan PKB di kabupaten dan kota lain di Jawa Barat.
“Kalau melihat Kabupaten Bandung ini, saya menyebutnya Republik PKB. Kita berharap pada 2029 kondisi seperti ini bisa terjadi di kabupaten dan kota lainnya,” kata Huda.
Namun, kekuatan politik tersebut, menurut Huda, harus dibarengi dengan kerja organisasi yang terukur.
Pengurus partai dituntut menjaga kepercayaan masyarakat, bukan hanya mengandalkan posisi politik yang sudah dimiliki.
Karena itu, kepengurusan baru DPC PKB Kabupaten Bandung yang berjumlah hampir 90 orang diharapkan mampu memperkuat konsolidasi hingga tingkat bawah.
Huda juga mengingatkan agar aktivitas partai tidak hanya meningkat ketika pemilu semakin dekat. PKB, kata dia, harus menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat melalui program yang bisa dirasakan langsung.
Ada lima program prioritas yang disorot, yakni Bedah Rumah PKB, Beasiswa PKB, Foodbank PKB, Gerak Tanggap Darurat (GTD) PKB, dan Pasar Murah.
Melalui Bedah Rumah PKB, partai berupaya membantu masyarakat mendapatkan hunian yang lebih layak.
Program beasiswa diarahkan untuk mendukung akses pendidikan, sedangkan Foodbank PKB menghubungkan bantuan pangan dengan pemberdayaan warung masyarakat.
Adapun untuk layanan darurat, PKB memiliki sekitar 250 mobil siaga dan ambulans secara nasional. Di Kabupaten Bandung, terdapat 31 unit ambulans yang dapat digunakan masyarakat secara gratis sesuai mekanisme pelayanan yang berlaku.
Sementara itu, Pasar Murah ditujukan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Huda berharap program tersebut tidak berhenti sebagai agenda organisasi, tetapi dijalankan secara konsisten sebagai bentuk pelayanan kepada warga.
“PKB jangan hanya hadir ketika pemilu, tetapi harus terus memberikan pelayanan dan kepedulian kepada masyarakat melalui program-program yang sudah disepakati,” tuturnya. (mar5/jpnn)
Redaktur & Reporter : Ridwan Abdul Malik




