Mojokerto (beritajatim.com) – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mendorong organisasi perempuan tidak sekadar menjadi wadah berkumpul, tetapi juga berperan aktif dalam pembangunan daerah. Penguatan kapasitas, kolaborasi lintas sektor, hingga regenerasi kepengurusan dinilai menjadi kunci agar kontribusi perempuan semakin nyata.
Pesan tersebut disampaikan Ning Ita (sapaan akrab, red) saat memberikan pengarahan secara daring dalam kegiatan Penguatan Kapasitas Pengurus dan Anggota Organisasi Perempuan Kota Mojokerto di Ruang Sabha Pambojana, Rumah Rakyat. Kegiatan tersebut diikuti 121 peserta dari Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Dharma Wanita Persatuan (DWP), dan Tim Penggerak PKK Kota Mojokerto.
Ning Ita mengapresiasi kekompakan organisasi perempuan di Kota Mojokerto. Menurutnya, sinergi antarlembaga dapat menjadi kekuatan untuk mendukung pelaksanaan program pemerintah sekaligus memperluas manfaat pembangunan bagi masyarakat.
“Saya mengapresiasi kekompakan yang luar biasa dari organisasi perempuan di Kota Mojokerto. Jika seluruh organisasi bergerak bersama untuk mendukung dan menyukseskan program pemerintah, saya yakin program-program tersebut dapat berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang maksimal,” ungkapnya, Kamis (29/10/2026).
Ia menegaskan bahwa organisasi perempuan berhak mendapatkan pembinaan dan penguatan kapasitas dari pemerintah. Upaya tersebut diperlukan untuk meningkatkan kualitas kelembagaan, memperluas peran organisasi, serta mendorong keterlibatan perempuan dalam berbagai sektor pembangunan.
Selain memperkuat kelembagaan, Ning Ita menyoroti pentingnya pengarusutamaan gender agar perempuan memiliki kesempatan yang setara untuk berpartisipasi dalam pembangunan. Komitmen tersebut, lanjutnya, telah memiliki landasan melalui Peraturan Daerah Kota Mojokerto Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pengarusutamaan Gender.
“Di Kota Mojokerto, komitmen itu terdapat dalam Peraturan Daerah Kota Mojokerto Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pengarusutamaan Gender. Regulasi ini menjadi salah satu landasan dalam memperkuat keterlibatan organisasi perempuan dalam pembangunan daerah,” jelasnya.
Ning Ita juga meminta organisasi perempuan memperluas jejaring kerja sama. Tidak hanya antarorganisasi, kolaborasi perlu dibangun bersama pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, masyarakat, hingga media massa agar program pemberdayaan perempuan dapat menjangkau lebih banyak warga.
Di sisi lain, regenerasi kepengurusan harus menjadi perhatian. Kaderisasi yang berkelanjutan dinilai penting agar pengalaman, semangat, dan kontribusi organisasi perempuan dapat diteruskan oleh generasi berikutnya. “Perempuan berdaya, keluarga kuat, masyarakat hebat, dan Kota Mojokerto semakin maju” menjadi semangat yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.
“Perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun keluarga yang kuat. Ketahanan keluarga itu selanjutnya menjadi salah satu fondasi untuk membentuk masyarakat berkualitas dan berdaya saing,” tegasnya.
Melalui penguatan kapasitas ini, Pemkot Mojokerto berharap para pengurus dan anggota organisasi perempuan semakin mampu mengembangkan diri, memperkuat kelembagaan, serta membangun sinergi untuk mendukung pembangunan daerah. [tin/kun]




