Siklus Bumi Jutaan Tahun Berhenti Akibat Manusia

cnbcindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, CNBC Indonesia - Alam sebenarnya sudah bersiap. Sekitar 2.000 tahun yang lalu, lapisan es di kutub mulai tumbuh kembali, tanda bahwa bumi hendak memasuki zaman es berikutnya. Namun, kini para ilmuwan menyebutkan bahwa peristiwa itu urung terjadi. Alasannya, bukan oleh benda langit, bukan oleh gunung berapi, melainkan oleh manusia sendiri.

Secara teknis, Bumi memang masih berada dalam masa zaman es yang berlangsung sejak 34 juta tahun lalu, karena es di Antartika dan Greenland tak pernah sepenuhnya mencair. Di dalam kurun waktu itu, Bumi berulang kali berganti antara masa dingin yang membekukan daratan dan masa hangat yang mencairkannya.

Kini, manusia menikmati masa hangat yang dimulai sekitar 11.700 tahun lalu.

Namun tanda-tanda mulai berubah. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa lapisan es kuno di Amerika Utara sebenarnya mulai menyusut hingga ukuran terkecil sekitar 3.000 tahun lalu, lalu mulai tumbuh kembali 2.000 tahun silam. Semuanya berjalan sesuai pola yang telah berulang jutaan tahun. Hingga tiba-tiba berhenti.

Pilihan Redaksi
  • Batu Dipakai Ganjal Pintu Ternyata Harta Karun Bernilai Rp 20 Miliar
  • Ratusan Ahli Teriak Situasi Darurat, Korban Jiwa Berjatuhan
  • Satelit NASA Hancur Lebur Jatuh ke Bumi, Astronom Berduka

"Proses itu baru saja dimulai, segalanya normal, zaman es berikutnya hendak tiba, dan tiba-tiba berhenti," ujar Nicolás Young, peneliti dari Universitas Columbia yang memimpin kajian ini, seperti dikutip dari IFL Science, Kamis (29/10/2026).

Bukti dari sisa-sisa lapisan es di Kanada menunjukkan bahwa es terus tumbuh hingga sekitar 60 tahun lalu. Kemudian suhu naik, dan pertumbuhannya terhenti seketika. Pemanasan yang dipicu aktivitas manusia telah mencukupi untuk menahan laju pendinginan yang seharusnya terjadi.

Dampaknya bukan sekadar tertunda. Profesor Shaun Marcott memperkirakan perubahan iklim buatan manusia dapat menunda datangnya zaman es berikutnya selama ratusan ribu tahun.

"Manusia kini telah menjadi kekuatan geologis yang mampu menggagalkan siklus alami jutaan tahun dan mengubah iklim bumi untuk masa depan yang jauh ke depan," tulis tim peneliti dalam jurnal Science.

Perubahan ini tidak hanya berarti tidak ada es yang meluas. Hilangnya siklus zaman es akan berdampak pada sistem biologi dan fisik bumi yang telah berevolusi bersamanya selama dua juta tahun terakhir. Apakah bumi akan kembali ke siklusnya jika emisi karbon dikurangi? Para ilmuwan menyebut kemungkinannya masih terbuka, tetapi hasilnya belum dapat dipastikan.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hari Uang Nasional, Kisah di Balik Lahirnya Mata Uang Indonesia
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Polisi Bongkar 3 Pabrik Narkoba di Tangerang, 2 Kg Sinte Disita
• 13 jam laludetik.com
thumb
Igor Tolic Puji Aksi Fitrah Maulana yang Tampil Ciamik Lawan Melbourne Victory
• 15 jam lalubola.com
thumb
Link Live Streaming Timnas Indonesia U-15 Vs Luksemburg di Perempat Final Piala Dunia U-15 2026
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
PUI Puji Polri Tetapkan 20 Korporasi Tersangka Karhutla: Tindakan Tegas
• 17 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.