Wall Street Melemah, Saham Teknologi Tertekan Kekhawatiran Prospek AI

katadata.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan hari ini seiring tekanan jual saham perusahaan teknologi. Hal ini dipicu kekhawatiran investor Wall Street terhadap prospek investasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). 

Indeks S&P 500 tercatat melemah 0,31% atau 23,76 poin ke level 7.720,22. Indeks Dow Jones Industrial Average juga turun 0,25% atau 132,54 poin ke level 52.342,56. Sementara itu, indeks Nasdaq 100 terkoreksi 1,4%.

Dilansir dari Bloomberg, tekanan di sektor teknologi dipicu oleh kinerja dan prospek sejumlah perusahaan besar yang mengecewakan pasar. Saham Alphabet Inc. anjlok setelah penjualan perusahaan dinilai mengecewakan, sehingga kembali memunculkan keraguan investor terhadap prospek saham-saham yang diuntungkan oleh perkembangan AI.

Saham Amazon.com Inc. juga merosot dalam perdagangan setelah penutupan bursa setelah perusahaan meningkatkan belanja untuk memenuhi permintaan layanan AI. Sementara itu, proyeksi pendapatan Intel Corp. berada di bawah estimasi pasar.

Di sisi lain, Microsoft Corp. mencatat permintaan yang sangat tinggi untuk penerbitan obligasi senilai US$25 miliar. Meski sejumlah saham teknologi tertekan, pelemahan tidak terjadi secara merata. 

Lebih dari 400 saham dalam indeks S&P 500 justru mencatatkan penguatan. Namun, kelompok saham yang diuntungkan oleh perkembangan AI secara keseluruhan turun 2,7%.

Chris Larkin dari ETrade, bagian dari Morgan Stanley, mengatakan pergerakan pasar pada Kamis mencerminkan pola yang terlihat sepanjang sebagian besar Oktober. Kekhawatiran terhadap investasi AI menekan sektor teknologi dan jasa komunikasi, tetapi relatif tidak berdampak pada sejumlah sektor lainnya.

Investor Beralih ke Obligasi AS

Penurunan saham teknologi turut meningkatkan daya tarik obligasi pemerintah AS atau Treasuriessebagai aset yang dianggap lebih aman. Obligasi berjangka pendek mencatatkan kinerja lebih baik dibandingkan tenor lainnya.

Sementara itu, harga minyak bergerak fluktuatif ketika investor mencermati sinyal yang saling bertentangan mengenai arah strategi militer AS di Iran.

Pergerakan pasar juga berlangsung sehari setelah Federal Reserve (The Fed) memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya. Data ekonomi terbaru menunjukkan ekonomi AS tumbuh pada kuartal III dengan laju tercepat dalam setahun.

Namun, tekanan inflasi masih menjadi perhatian. Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (personal consumption expenditures/PCE), indikator inflasi yang menjadi acuan utama The Fed, naik 0,5% pada September. Kenaikan tersebut merupakan yang terbesar dalam enam bulan terakhir.

Ian Lyngen dari BMO Capital Markets mengatakan data ekonomi terbaru menunjukkan aktivitas ekonomi yang kuat, tetapi tekanan inflasi masih berlanjut. Pertumbuhan ekonomi juga ditopang oleh ekspansi infrastruktur AI dan konsumsi masyarakat.

Menurut Eli Nir dan Oscar Munoz dari TD Securities, AI masih menjadi tema utama yang mendorong aktivitas ekonomi. Meski demikian, ketahanan ekonomi AS juga terlihat secara luas di berbagai sektor.

Mereka menambahkan, tekanan inflasi yang berkaitan dengan ekspansi AI turut menjelaskan keputusan The Fed meningkatkan penilaian terhadap pertumbuhan ekonomi sekaligus tetap memberikan perhatian besar terhadap pengendalian inflasi.

Peluang Kenaikan Suku Bunga Kembali Terbuka

Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih Kevin Hassett mengisyaratkan bahwa The Fed berpotensi menaikkan suku bunga apabila data inflasi Oktober menunjukkan kenaikan yang tinggi.

“Jika angka inflasi Oktober ternyata sangat tinggi, saya pikir The Fed kemungkinan akan mengambil langkah yang tepat dengan bertindak,” kata Hassett kepada Bloomberg Television.

Di Eropa, Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde meredam kekhawatiran mengenai risiko meluasnya inflasi di luar sektor energi. Pernyataannya muncul setelah kabar bahwa ia akan mengundurkan diri lebih awal membayangi keputusan ECB untuk mempertahankan suku bunga.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
MK Tolak Gugatan Warga Palangkaraya soal Anggaran Penanggulangan Bencana
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Ada Aksi di Sekitar Balai Kota DKI, 4 Rute TransJakarta Diperpendek, 5 Dialihkan
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Tertarik Trading di Bursa Komoditi? Pahami Dulu 2 Hal ini!
• 17 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pengamat Politik Soroti Tuntutan Mahasiswa Trisakti soal Ekonomi dan Karhutla
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
KKP Targetkan Swasembada Garam 2027, Menteri Trenggono Tekankan Kualitas Industri dan Pengembangan Sentra Produksi di NTT
• 20 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.