TelkomGroup Dorong Kolaborasi Pengembangan National AI Data Center Hub

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Berkolaborasi dengan Danantara Indonesia, PT PLN, dan mitra pengelola kawasan industri terpadu, TelkomGroup yang terdiri dari Telkom dan NeutraDC mendorong pengembangan National AI Data Center Hub dengan pendekatan berbasis kawasan industri.

Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara NeutraDC dan pengelola kawasan industri terpadu, serta Telkom dan PLN, Selasa (27/10).

Managing Director of Strategic Technology Initiatives Danantara Indonesia, Irwan Rei, mengatakan, pengembangan infrastruktur AI dalam skala nasional membutuhkan kolaborasi berbagai pihak dengan capability yang berbeda namun saling melengkapi.

"Peran Danantara Indonesia adalah membantu mengorkestrasi BUMN, infrastructure providers, technology partners, dan investment ecosystem sehingga pengembangan teknologi tidak berhenti pada infrastruktur, tetapi memiliki jalur menuju adaptasi, utilisasi, dan penciptaan nilai bagi ekosistem nasional," kata Irwan Rei.

Sementara itu, Direktur Utama Telkom, Nanang Hendarno menyampaikan, TelkomGroup ingin menghubungkan kapabilitas data centre dan konektivitas dengan kekuatan ekosistem energi, kawasan industri, AI, serta cloud agar dapat mendukung pengembangan sovereign AI infrastructure Indonesia secara lebih terintegrasi

"Sebab, pengembangan AI tidak hanya membutuhkan model dan aplikasi, tetapi juga fondasi infrastruktur yang mampu mendukung kebutuhan komputasi dalam skala besar," tambah Nanang.

Inisiatif strategis ini hadir di tengah meningkatnya kebutuhan infrastruktur data center seiring adopsi AI yang semakin luas. Beban kerja AI membutuhkan daya listrik, sistem pendingin, dan konektivitas dalam skala lebih besar dibandingkan data center konvensional.

Kondisi tersebut menjadikan kesiapan lahan, pasokan listrik yang andal, dan dukungan utilitas sebagai faktor penting dalam pengembangan infrastruktur AI.

Pendekatan berbasis kawasan industri dipilih karena kawasan industri terpadu menyediakan kesiapan lahan, utilitas, akses logistik, dan tata ruang yang tertata dalam satu ekosistem. Dengan model ini, pengembangan data center dapat direncanakan sejak awal bersama kesiapan pasokan energi dan konektivitas, tidak dibangun secara terpisah.

Dalam National Sovereign Technology Roadmap Telkom, pendekatan ini diarahkan untuk mendukung terbentuknya National AI Data Center Hub dan Sovereign AI Infrastructure.

Setiap pihak membawa kapabilitas yang saling melengkapi dari hulu ke hilir. Pengelola kawasan industri terpadu membawa pengalaman pengelolaan kawasan, termasuk kesiapan lahan, utilitas, dan ekosistem pendukung.

PLN mendukung pasokan listrik, kesiapan jaringan, dan keandalan daya yang menjadi syarat utama data center berskala besar. TelkomGroup melalui NeutraDC membawa keahlian membangun dan mengoperasikan data center, konektivitas, serta infrastruktur digital terintegrasi.

Sementara Danantara Indonesia berperan dalam memperkuat penyelarasan strategis, pengembangan ekosistem, pemanfaatan teknologi di lingkungan BUMN, serta membuka ruang koordinasi investasi dan pengembangan permintaan agar kemampuan yang dibangun memiliki jalur pemanfaatan yang relevan.

Direktur Utama PLN, Suroso Isnandar pun menegaskan komitmen PLN dalam mendukung pertumbuhan industri data center di Indonesia melalui penyediaan pasokan listrik yang andal. Seiring pesatnya transformasi digital, kebutuhan listrik sektor data center diproyeksikan terus meningkat.

"Melalui kolaborasi ini, PLN siap menjajaki skema penyediaan infrastruktur kelistrikan yang sesuai kebutuhan, dengan tetap memperhatikan aspek reliability, scalability, dan sustainability," ucap Suroso.

Kolaborasi National AI Data Center Hub tersebut menggunakan pendekatan ecosystem-based, di mana masing-masing pihak tetap menjalankan perannya sesuai kompetensi dan tata kelola masing-masing.

Pengumuman pada DTIIF merepresentasikan strategic intent dan ecosystem alignment, serta tidak dengan sendirinya membentuk komitmen definitif terkait nilai investasi, kapasitas pembangunan, technology architecture, deployment, maupun model komersial tertentu.

Pembahasan lebih lanjut mengenai lingkup pekerjaan, kebutuhan teknis, skema investasi, pengaturan komersial, serta mekanisme implementasi akan dilakukan oleh pihak-pihak terkait. Apabila tercapai kesepakatan, detail tersebut akan dituangkan dalam perjanjian definitif sesuai tata kelola masing-masing perusahaan dan institusi.

Melalui kolaborasi ini, Danantara Indonesia dan TelkomGroup bersama PLN serta mitra pengelola kawasan industri terpadu berupaya mempertemukan infrastruktur, energi, data center, cloud, artificial intelligence, dan ekosistem terkait dalam satu kolaborasi strategis untuk memperkuat fondasi pengembangan AI dan infrastruktur digital di Indonesia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pengiriman EV Jalur Laut Terkendala, Asosiasi Minta Prosedur Diperjelas
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Wamenaker Dapat Laporan Ada PHK Sepihak di PT Indonesia Epson Industry
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Arman Tsarukyan Sebut Justin Gaethje Menghindarinya, Siap Hadapi Alexander Volkanovski
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Musda Golkar Pinrang Digelar 3 November, Bakal Calon Ketua Wajib Kantongi Enam Dukungan
• 2 jam laluharianfajar
thumb
Buruan Beli! Tiket PSM vs Madura United Hanya 4.000 Lembar
• 19 jam lalucelebesmedia.id
Berhasil disimpan.