HARIAN.FAJAR.CO.ID, PINRANG – Perebutan kursi Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pinrang mulai memasuki tahapan penting.
Panitia Musyawarah Daerah (Musda) XI Golkar Pinrang menetapkan agenda pemilihan ketua baru berlangsung pada Selasa, 3 November 2026 di Desa Alitta, Kecamatan Mattiro Bulu.
Salah satu ketentuan yang menjadi perhatian dalam proses pencalonan adalah syarat dukungan minimal 30 persen dari total suara.
Artinya, setiap bakal calon ketua harus mengantongi sedikitnya enam surat rekomendasi dukungan dari total 18 suara yang tersedia.
Ketua Panitia Pengarah Musda Golkar Pinrang Amri Manangkasi mengatakan seluruh tahapan pencalonan hingga penetapan ketua akan dilaksanakan sesuai mekanisme organisasi.
Panitia berpedoman pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Golkar, Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) Nomor 02 Tahun 2025.
Serta Petunjuk Teknis (Juknis) Nomor 03 Tahun 2026 tentang penyelenggaraan musyawarah daerah tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa/kelurahan.
“Musda ini bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan, tetapi menjadi momentum untuk melahirkan pemimpin yang mampu membawa organisasi semakin baik, memperkuat konsolidasi, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya di Kabupaten Pinrang,” ujar Amri dalam konferensi pers pada Kamis, 29 Oktober 2026.
Rangkaian penjaringan bakal calon dimulai pada 29 Oktober 2026 melalui pengumuman pencalonan.
Pengambilan formulir dibuka hingga 1 November, kemudian pendaftaran bakal calon berlangsung pada 2 November 2026.
Sehari setelahnya, Musda digelar dengan agenda pemilihan dan penetapan ketua baru.
Amri menegaskan bahwa kader Golkar yang memenuhi persyaratan memiliki kesempatan mengikuti kontestasi internal tersebut.
Mekanisme dukungan minimal enam suara menjadi salah satu persyaratan yang harus dipenuhi bakal calon untuk melanjutkan proses pencalonan.
Selain memilih ketua, Musda juga akan menentukan arah kebijakan dan program kerja Golkar Pinrang ke depan.
Pembahasan tersebut dibagi dalam dua komisi. Komisi A membahas program kerja daerah dengan mempertimbangkan kebutuhan dan aspirasi masyarakat. Sementara Komisi B membahas rekomendasi partai sebagai landasan kebijakan dan langkah strategis organisasi.
“Harapannya, Musda ini menghasilkan keputusan yang tidak hanya memperkuat konsolidasi internal Partai Golkar, tetapi juga melahirkan program kerja dan rekomendasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Pinrang,” katanya.
Musda Golkar Pinrang mengusung tema “Konsolidasi dan Regenerasi dalam Upaya Menciptakan Partai Golkar yang Inklusif, Kuat, dan Modern”.
Panitia membuka pengambilan formulir pencalonan di Gedung Golkar, lantai I, Sekretariat Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG). Informasi pendaftaran dapat diperoleh melalui Harun di nomor 085255734338.
Adapun biaya pengambilan formulir pendaftaran ditetapkan sebesar Rp5 juta.
Dalam struktur kepanitiaan, H. Usman Bengawan ditunjuk sebagai Ketua Penyelenggara dan Hj. Rusna sebagai Ketua Pelaksana. Sementara Panitia Pengarah diketuai Amri Manangkasi, didampingi Soekarno dan Harun sebagai sekretaris pengarah, serta Hastan dan Salmon Sarah sebagai anggota.(ams)





