IHSG Turun 2 Persen ke Bawah 5.000 Pagi Ini, Saham Konglo dan Bank Besar Jadi Pemberat

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah hingga menembus level psikologis 5.000 pada perdagangan Jumat (30/10/2026) pagi.

IHSG Turun 2 Persen ke Bawah 5.000 Pagi Ini, Saham Konglo dan Bank Besar Jadi Pemberat. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah hingga menembus level psikologis 5.000 pada perdagangan Jumat (30/10/2026) pagi.

Tekanan jual yang meluas ke hampir seluruh saham, termasuk emiten konglomerasi dan perbankan berkapitalisasi besar, membuat indeks semakin terpuruk setelah sehari sebelumnya turun tajam 3,49 persen.

Baca Juga:
DBS Pernah Gagal Caplok Danamon, Kini Terseret Rumor Merger BBCA

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.46 WIB, IHSG turun 2,15 persen ke level 4.988,26.

Pelemahan ini memperpanjang tekanan di pasar saham domestik di tengah aksi jual asing yang berkelanjutan setelah MSCI memperingatkan potensi penurunan status pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

Baca Juga:
BBCA Makin Murah, Rumor Akuisisi Makin Ramai: Ada Haji Isam hingga DBS

Tekanan pasar terlihat merata. Hanya 76 saham menguat, sedangkan 655 saham melemah dan 232 lainnya stagnan, dengan median penurunan harga mencapai 2,44 persen.

Sejumlah saham menjadi pemberat utama indeks. Saham konglomerasi BYAN berkontribusi negatif 9,42 poin, disusul AMMN sebesar 8,38 poin dan bank besar BBRI sebesar 7,36 poin.

Baca Juga:
IHSG Dibuka Lesu ke 5.066, Sektor Infrastruktur Paling Tertekan

Tekanan juga datang dari saham konglomerasi dan emiten berbasis sumber daya alam (SDA), seperti BREN yang mengurangi 4,86 poin, BRPT 4,67 poin, BRMS 4 poin, serta TPIA sebesar 3,05 poin.

Dari sisi sektoral, Basic Materials menjadi sumber tekanan terbesar dengan kontribusi negatif 32,62 poin.

Menurut catatan Indo Premier, sektor ini menyumbang sekitar 30 persen dari total kontribusi negatif sektoral, mencerminkan besarnya tekanan pada saham-saham berbasis komoditas dan material.

Menurut Mirae Asset Sekuritas, ketidakpastian terkait MSCI dan arus dana asing yang terus keluar telah menekan kepercayaan investor terhadap aset Indonesia.

Kondisi tersebut diperberat oleh pelemahan rupiah, tingginya imbal hasil obligasi global, serta kenaikan harga minyak.

Mirae menilai investor masih perlu bersikap defensif meskipun valuasi saham domestik semakin menarik.

Pemulihan pasar yang berkelanjutan membutuhkan stabilisasi arus dana asing dan nilai tukar rupiah, ditambah dukungan pembelian dari investor domestik.

Secara teknikal, Mirae mencatat tekanan jual kembali mendominasi pergerakan IHSG. Level support terdekat berada di 4.969 dan 4.907, sementara resistance berada di 5.246 dan 5.326.

Tekanan terhadap pasar domestik juga berlangsung di tengah pelemahan bursa saham Asia.

Pada perdagangan Jumat, pasar regional mengikuti penurunan Wall Street setelah investor kembali mencemaskan besarnya belanja investasi terkait kecerdasan buatan (AI) serta prospek perusahaan teknologi Amerika Serikat (AS).

Kekhawatiran tersebut menguat setelah sejumlah raksasa teknologi AS menyampaikan kinerja dan prospek bisnis yang mengecewakan.

Dalam perdagangan regional, indeks Kospi Korea Selatan merosot sekitar 5 persen, sedangkan Nikkei 225 Jepang melemah 2,61 persen.

Dari pasar valuta asing, rupiah juga masih berada di bawah tekanan. Hingga pukul 09.41 WIB, rupiah melemah 0,03 persen ke Rp18.142 per USD.

Sejalan dengan itu, imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) acuan tenor 10 tahun bertahan di level 7,6 persen, mencerminkan tingginya tekanan di pasar keuangan domestik. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ancam Parang, Pemuda Bejat di Labusel Perkosa Nenek 67 Tahun di Kebun Sawit
• 5 jam lalurctiplus.com
thumb
Atlet Asian Games dan Asian Para Games 2026 Tiba di Istana, Terima Bonus dari Presiden
• 22 jam laluidxchannel.com
thumb
Menperin Sebut Investasi AS Rp500 Juta Dolar di Batam Bakal Perkuat Industri Baterai Nasional
• 13 jam lalupantau.com
thumb
SDN di Kudus Dibobol Maling, 15 Chromebook Raib
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Polisi Bongkar 3 Pabrik Narkoba di Tangerang, 2 Kg Sinte Disita
• 19 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.