Atlet Silat Asal Blora Kejang-Kejang saat Tanding di Porprov Jateng, Ini Penjelasan Dokter

kumparan.com
11 jam lalu
Cover Berita

Seorang atlet pencak silat asal Kabupaten Blora, Kukuh, mengalami kejang-kejang usai bagian belakang kepalanya terbentur di tengah laga Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng XVII 2026 di Semarang. Saat ini, kondisi Kukuh disebut telah membaik.

Dalam video yang beredar di media sosial, Kukuh yang berada di sudut biru dibanting oleh lawannya ke arah belakang. Bantingan itu membuat bagian belakang kepala Kukuh terbentur matras.

Sedetik kemudian, Kukuh langsung kejang-kejang. Namun, bukannya menghentikan laga, wasit justru menghitung waktu berapa lama Kukuh tergeletak. Setelah hitungan selesai, Kukuh baru dihampiri dan ditangani.

Ketua Seksi Kesehatan PB Porprov Jateng, Elhamangto Zuhdan, mengatakan kejang yang dialami atlet pencak silat itu merupakan bentuk gangguan aktivitas listrik di otak akibat benturan kepala.

"Akibat benturan kepala sehingga mempengaruhi aktivitas listrik otak pada atlet tersebut sehingga mengalami kejang-kejang. Ini merupakan gangguan neurologis," kata Elhamangto kepada wartawan, Jumat (30/10).

Berdasarkan hasil evaluasi terhadap durasi kejang dan pemeriksaan tanda-tanda vital, kejang-kejang tersebut tidak berpotensi membahayakan.

"Pada kasus yang kemarin, setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata tidak ditemukan gangguan yang membahayakan. Bahkan sekarang kondisi pasien atau atlet tersebut sudah membaik," jelas dia.

Elhamangto juga menjelaskan bahwa keputusan penghentian pertandingan menjadi kewenangan dokter pertandingan sesuai dengan ketentuan masing-masing cabang olahraga.

"Kalau menurut kedokteran, apabila ada tanda-tanda mengancam jiwa atau kegawatdaruratan yang mengancam jiwa, tentu harus segera dilakukan tindakan penyelamatan," ujarnya.

Kondisi Atlet Saat Ini

Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Jawa Tengah, Budi Santoso, mengatakan atlet pencak silat yang mengalami kejang setelah benturan kepala itu kini menunjukkan perkembangan positif setelah menjalani perawatan di RS Primaya.

Tentang tindakan wasit yang tetap menerapkan hitungan ketika atlet terjatuh, KONI Jateng mendorong agar atlet yang membutuhkan pertolongan segera ditangani tanpa harus menunggu hitungan selesai.

"Begitu jatuh, wasit harus menentukan agar segera ditolong, tidak ada hitungan lagi," imbuh dia.

Terkait insiden ini, pihaknya melakukan evaluasi dan akan memberikan hasilnya kepada pengurus cabang olahraga di tingkat pusat maupun daerah apabila ditemukan ketentuan yang berpotensi menghambat penanganan keselamatan atlet.

“Keselamatan atlet itu diutamakan. Wasit dan juri yang menentukan penghentian pertandingan harus sesuai prosedur, tetapi aspek keselamatan atlet menjadi prioritas," kata Budi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menteri UMKM: Ekosistem BGN harus lahirkan produsen baru di daerah
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Bareskrim Polri Usulkan Pencabutan Izin 23 Korporasi Terlibat Karhutla 2026
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
Memperluas Akses Pemeriksaan Mata Gratis bagi Masyarakat
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
BSU 2026: Permenaker 16/2026 Terbit, Ini Kriteria Penerima Rp900.000
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Liburan Impian ke China: Tur Pilihan Menjelajahi Hong Kong Hingga Macau
• 5 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.