Moms, pernah tidak mengajak anak ngobrol tentang kegiatan sehari-harinya, lalu mendapat jawaban singkat dan polos yang justru bikin gemas?
Hal itu juga terlihat dalam video terbaru Nikita Willy bersama putranya, Issa. Dalam video perdana yang diberi judul Yapping with Kiddos, Nikita mengajak Issa berbincang tentang berbagai hal, mulai dari kegiatan di sekolah hingga cita-citanya.
Meski beberapa jawaban Issa terdengar singkat dan polos, momen tersebut memperlihatkan bagaimana orang tua bisa membangun komunikasi dengan anak melalui percakapan sederhana.
Mengajak anak mengobrol sejak dini ternyata bukan sekadar cara untuk mengetahui aktivitasnya sehari-hari, lho, Moms. Kebiasaan ini juga memiliki sejumlah manfaat bagi tumbuh kembang anak.
Manfaat Mengajak Anak Mengobrol Sejak DiniMenurut Psikolog Klinis, Shafira Fawzi, M.Psi, Psikolog, ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan ketika orang tua rutin mengajak anak berbincang, mulai dari mendukung perkembangan bahasa dan kemampuan berpikir, membangun kedekatan emosional, meningkatkan kepercayaan diri, hingga mengembangkan kemampuan sosial dan komunikasi.
"Percakapan sederhana dengan anak dapat menjadi kesempatan untuk mendukung perkembangan bahasa, kemampuan berpikir, sekaligus membangun kedekatan emosional dengan orang tua,” ucap Shafira kepada kumparanMOM beberapa waktu lalu.
Tips Mengajak Anak Mengobrol agar Lebih NyamanAgar komunikasi dengan si kecil terasa menyenangkan, ada beberapa hal yang dapat dilakukan orang tua, yaitu:
-Sesuaikan respons dengan usia anak
Gunakan bahasa dan pertanyaan yang mudah dipahami sesuai tahapan perkembangannya.
-Berikan perhatian penuh
Dengarkan cerita anak tanpa memotong pembicaraannya. Usahakan juga meminimalkan distraksi saat mengobrol.
-Tunjukkan rasa ingin tahu
Ajukan pertanyaan lanjutan agar anak terdorong untuk bercerita lebih banyak.
-Validasi perasaan dan pikirannya
Tunjukkan bahwa orang tua menghargai apa yang sedang dirasakan atau disampaikan anak.
-Tetap tenang dan tidak terburu-buru
Berikan waktu bagi anak untuk menyusun jawabannya. Hindari langsung mengoreksi cerita atau jawabannya.
"Saat anak bercerita, orang tua perlu hadir sebagai pendengar yang responsif. Dengan begitu, anak merasa dihargai dan lebih percaya diri untuk menyampaikan pikiran maupun perasaannya,” pungkasnya.





