CEO Indodax Akui Ada Upaya Hacker Bobol Sistem, Pastikan Data dan Aset Digital Nasabah Aman

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

CEO Indodax, William Sutanto, mengonfirmasi ada upaya hacker mencoba menyerang sistem perusahaannya, yang memicu penghentian sementara layanannya. Namun, ia memastikan kejadian tersebut tidak menyebabkan pencurian aset digital maupun kebocoran data nasabah.

William menjelaskan bahwa sistem keamanan internal mendeteksi intrusi ke beberapa akun milik Indodax. Menurutnya, pelaku tidak berhasil mengakses aset kripto ataupun melakukan transaksi perdagangan secara ilegal melalui akun tersebut.

"Ada intrusi ke beberapa akun yang dimiliki oleh perusahaan kita sendiri, dimiliki oleh Indodax,” kata William dalam sesi Space dengan @andreasrtobing_ di medsos X, Jumat (30/10). Tapi dari pantauan kita, aksi intrusi tersebut (pelaku) tidak bisa mengambil aset, tidak bisa mengakses aset yang ada di dalam akun, kemudian juga tidak bisa melakukan trading."

William menegaskan akun yang menjadi sasaran peretasan merupakan akun milik perusahaan. Ia menyatakan tim Indodax telah mengonfirmasi tidak ada aset yang keluar secara ilegal maupun pencurian data akibat kejadian tersebut.

Ada Upaya Ilegal Masuk Email CEO Indodax

Keputusan menghentikan sementara layanan penarikan berawal dari kombinasi peringatan keamanan internal dan dugaan upaya pengambilalihan email pribadi William pada hari yang sama.

William mengaku sempat panik ketika menerima peringatan tersebut saat berolahraga. Ia kemudian mengumpulkan tim teknis dan keamanan untuk memeriksa bukti serta menentukan langkah penanganan.

Namun, pemeriksaan lanjutan menunjukkan bahwa peringatan terkait email pribadinya merupakan false positive atau alarm keliru. Sementara itu, tim Indodax telah menemukan dan memperbaiki penyebab peringatan terkait intrusi ke akun perusahaan.

"Beberapa kondisi dari alert yang pertama tadi, ada beberapa percobaan intrusi ke dalam akun, itu sudah ditemukan penyebabnya dan sudah diperbaiki," ujar William.

Meski penanganan awal selesai, Indodax memutuskan melanjutkan pemeriksaan keamanan sebelum membuka kembali layanan. William mengatakan keputusan itu juga mempertimbangkan kabar mengenai insiden keamanan di industri yang ia terima saat perusahaan bersiap memulihkan layanan.

Indodax Pakai AI buat Bantu Audit Infrastruktur

Menurut William, Indodax memilih pendekatan konservatif ketika mendeteksi aktivitas tidak normal. Perusahaan menghentikan sementara layanan terkait untuk memberi waktu bagi tim memahami ancaman dan memeriksa kemungkinan celah keamanan.

"Jika kita melihat ada potensi atau ada anomali, mending sekarang kita tutup dulu seperti yang kita lakukan sekarang," tambahnya.

Pemeriksaan tambahan mencakup infrastruktur perdagangan atau core trading, sistem dompet digital, hingga akun. William menyebut Indodax turut menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu audit infrastrukturnya.

Ia menilai perkembangan AI mempermudah pihak tertentu melancarkan serangan terhadap perusahaan digital. Karena itu, perusahaan juga memanfaatkan teknologi tersebut dalam upaya pengamanan.

William menyampaikan target membuka kembali layanan deposit dan penarikan dalam 12 hingga 24 jam sejak pernyataan itu disampaikan. Ia menyebut rentang waktu tersebut sebagai target yang akan diupayakan perusahaan.

William meminta maaf kepada pengguna yang aktivitas maupun asetnya tertahan selama pemeriksaan berlangsung. Ia menegaskan langkah tersebut bertujuan menjaga aset yang nasabah titipkan kepada Indodax.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Uji di Selandia Baru temukan produk tabir surya gagal penuhi klaim SPF
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Prabowo Resmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi, Titip Pesan soal Patriotisme
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Turki Iming-imingi Mesir Wilayah Laut 15.000 Km², Yunani Naik Pitam
• 16 jam lalurepublika.co.id
thumb
Bima Arya Tegaskan Kepercayaan Masyarakat Modal Utama Kepala Daerah
• 21 jam laludetik.com
thumb
Saat BBM bersubsidi dan bantuan irigasi menyelamatkan sawah petani
• 1 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.