PT Timah (Persero) Tbk (TINS) meraup laba bersih mencapai Rp 4,12 triliun pada kuartal III 2026. Angka itu meningkat 584 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu atau year on year (yoy).
Direktur Utama PT Timah, Restu Widiyantoro, mengatakan capaian tersebut mencerminkan penguatan kinerja operasional dan keuangan melalui peningkatan produktivitas, optimalisasi kegiatan usaha, pengelolaan penjualan yang efektif, serta disiplin dalam pengelolaan keuangan.
“Pencapaian laba bersih sebesar Rp 4,12 triliun pada sembulan bulan tahun 2026 merupakan rekor tertinggi perseroan untuk periode sembilan bulan," ungkap Restu melalui keterangan tertulis, Jumat (30/10).
Pendapatan usaha PT Timah sebesar Rp 16,15 triliun hingga kuartal III 2026, meningkat 144 persen dibandingkan periode sama tahun lalu 2025 sebesar Rp 6,61 triliun. Peningkatan tersebut sejalan dengan kenaikan volume penjualan serta harga jual rata-rata logam timah.
Perseroan mencatatkan laba usaha sebesar Rp 5,60 triliun, meningkat 594 persen (yoy). EBITDA mencapai sebesar Rp 6,18 triliun, meningkat 323 persen (yoy). Net Profit Margin meningkat menjadi 25,52 persen, dari 9,12 persen pada tahun sebelumnya.
Dari sisi posisi keuangan, total aset Perseroan per 30 September 2026 tercatat sebesar Rp 17,26 triliun, meningkat 26 persen dibandingkan posisi akhir tahun 2025 sebesar Rp 13,64 triliun. Sedangkan total liabilitas tercatat sebesar Rp 5,29 triliun, meningkat sekitar 1 persen dibandingkan posisi akhir tahun 2025 sebesar Rp 5,23 triliun.
Sementara itu, ekuitas meningkat 42 persen menjadi Rp 11,97 triliun, sejalan dengan perolehan laba perseroan. Dari sisi pengembalian atas modal yang digunakan, Return on Assets (ROA) meningkat menjadi 23,88 persen, Return on Equity (ROE) juga meningkat menjadi 34,42 persen.
Dari sisi arus kas, perseroan membukukan arus kas bersih dari aktivitas operasi tercatat positif sebesar Rp 4,09 triliun, berbalik dari arus kas keluar bersih sebesar Rp 388,64 miliar pada tahun lalu. Saldo kas akhir periode mencapai Rp 4,25 triliun.
Harga dan Produksi TimahHingga akhir September 2026, harga rata-rata Cash Settlement Price (CSP) timah di London Metal Exchange (LME) tercatat sebesar USD 51.636,61 per metrik ton, meningkat 57,55 persen (yoy).
Dari sisi penjualan, volume penjualan logam timah PT Timah hingga kuartal III 2026 mencapai 16.304 metrik ton, meningkat 72 persen (yoy), degan harga jual rata-rata logam timah perseroan sebesar USD 51.011 per metrik ton, meningkat 52 persen (yoy).
Pada periode tersebut, penjualan logam timah perseroan didominasi oleh pasar ekspor yang berkontribusi sebesar 96 persen dari total penjualan, sedangkan pasar domestik berkontribusi sebesar 4 persen.
Enam negara tujuan ekspor utama meliputi China sebesar 30 persen, Korea Selatan sebesar 12 persen, India sebesar 11 persen, Jepang sebesar 9 persen, Belanda sebesar 8 persen, dan Singapura sebesar 7 persen.
Dalam mendukung keberlanjutan usaha, perseroan terus memperkuat pengelolaan sumber daya dan cadangan timah melalui kegiatan eksplorasi di darat maupun di laut. Berdasarkan neraca per September 2026, perseroan mencatat sumber daya timah sebesar 797 ribu ton Sn dan cadangan timah sebesar 311 ribu ton Sn.





