Presiden Prabowo Subianto bicara soal anggapan SMA Taruna Nusantara (TN) terkesan elitis. Prabowo menyebut tujuan sekolah tersebut dibentuk untuk mencari dan mendidik bibit unggul yang kelak bisa memberikan kontribusi bagi Indonesia.
"Saudara-saudara, sekolah semacam SMA Taruna Nusantara memang bisa dipandang elitis. Tapi sebetulnya maksudnya adalah untuk mencari bibit-bibit yang baik, bibit-bibit unggul," kata Prabowo saat meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi, Jawa Barat, seperti dilihat di YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (30/10/2026).
Prabowo mengibaratkan SMA Taruna Nusantara sebagai lembaga kaderisasi atlet yang dipersiapkan untuk menghadapi Olimpiade. Menurutnya, Indonesia juga membutuhkan sistem pembinaan untuk melahirkan sumber daya manusia unggul di berbagai bidang.
"Ibarat kita akan menghadapi Olimpiade. Kita harus punya lembaga kaderisasi atlet. Kita harus didik, harus memberi dia latihan yang baik, sarananya baik, perlengkapannya baik," ujarnya.
"Saudara-saudara, ini ibarat kita mau berhasil sebagai bangsa, kita perlu insinyur yang hebat, kita perlu ilmuwan yang hebat, kita perlu dokter-dokter yang hebat, kita perlu ahli-ahli biologi yang hebat, kita perlu penemu-penemu teknologi yang hebat," lanjutnya.
Menurutnya, talenta tersebut tidak bisa hanya ditunggu kemunculannya, perlu dicari dan diberi kesempatan untuk berkembang. Prabowo berharap para siswa yang dididik di SMA Taruna Nusantara nantinya dapat menghasilkan karya, penemuan, hingga memberikan manfaat bagi negara.
"Dari mana? Kita tidak bisa nunggu seolah-olah bibit-bibit itu akan jatuh dari pohon. Tidak, kita harus mencari, kita harus memberi kesempatan. Dan nanti maksudnya adalah bibit-bibit unggul ini, hasil daripada lembaga ini, akan berkarya, akan berbuat, akan memberi kebaikan untuk negara, akan memberi penemuan untuk negara, akan memberi kekayaan untuk negara. Ini maksudnya," ujarnya.
Prabowo menyebut sekolah yang pertama kali dibentuk di Magelang pada 1990 itu telah melahirkan sejumlah pejabat tinggi negara. Prabowo lantas menyebut para alumni SMA Taruna Nusantara yang kini menduduki sejumlah jabatan strategis di pemerintahannya seperti menteri hingga kepala lembaga.
(eva/rfs)





