Jakarta (ANTARA) - Memang masih sangat prematur untuk menyimpulkan Persib akan membuat langkah besar dalam ajang AFC Champions League Two musim ini.
Namun, dari empat pertandingan pertamanya di kompetisi tingkat kedua Asia tersebut, penampilan Maung Bandung bisa dibilang mengesankan setelah terus-menerus meraih kemenangan.
Berbeda dari 15 tim lain di fase grup ACL Two musim ini, Persib harus mengawali langkahnya dari babak kualifikasi dalam kompetisi level kedua Asia yang kerap disetarakan dengan Liga Europa di benua biru.
Setelah gol Mariano Peralta membawa Persib menang 1–0 atas Manila Digger dalam babak kualifikasi di Stadion Si Jalak Harupat pada 31 Agustus 2026, Maung Bandung tergabung di Grup E Wilayah Timur ACL Two bersama Melbourne Victory, FC Seoul, dan The Cong Viettel.
Melbourne Victory adalah klub Australia yang musim lalu finis di urutan keempat di liga domestiknya, sedangkan FC Seoul tuntas di urutan keenam liga Korea Selatan pada musim 2025. FC Seoul adalah juga juara bertahan Liga Korea Selatan setelah finis pertama pada musim 2026.
Adapun The Cong Viettel melangkah ke turnamen ini dengan status runner-up Liga Vietnam musim lalu. Di sisi lain, Persib merupakan juara bertahan Super League dalam tiga musim terakhir.
Ketiga tim yang berasal dari tiga negara berpoin lebih tinggi dari Indonesia itu sudah dikalahkan Persib.
Maung Bandung juga menjadi satu dari empat tim yang selalu menang dalam tiga pertandingan fase grup ACL Two musim ini.
Tiga tim lain yang bercatatan sama dengan Persib adalah Al Wahda FC dari Uni Emirat Arab di Wilayah Barat, dan Machida Zelvia dari Jepang serta Phnom Penh dari Kamboja di Wilayah Timur.
Persib juga menjadi satu dari dua tim selain Machida Zelvia, yang belum pernah kebobolan.
Setelah membungkam Seoul FC 1-0 di Seoul pada 16 September, Persib menundukkan Cong Viettel dan Melbourne Victory masing-masing dengan 1-0 dan 2-0 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung.
Baca juga: Persib kokoh di puncak klasemen setelah kalahkan Melbourne Victory
Tantangan berat di Melbourne
Musim lalu Persib mengawali fase grup dengan seri tapi kemudian menang pada dua laga berikutnya. Mereka mencatat empat kemenangan, sekali seri dan sekali kalah di fase grup, sebelum disisihkan klub Thailand Ratchaburi FC pada babak 16 besar.
Catatan musim lalu itu lebih baik dibandingkan dengan semusim sebelumnya pada 2024/2025 ketika Maung Bandung hanya sekali menang, sekali seri dan selebihnya kalah, sehingga gagal ke fase knockout.
Musim ini perjalanan mereka lebih baik dari pada musim sebelumnya sampai di ambang menyamai musim lalu, maju ke babak 16 besar ACL Two.
Jika menang melawan Melbourne Victory pekan depan, maka Persib menggenggam tiket 16 besar. Namun demikian, pertandingan di kandang Melbourne Victory di Stadion Melbourne Rectangular pada Rabu pekan depan (4/11) itu terbilang berat.
Tim asuhan Igor Tolic memang sukses menaklukkan Melbourne Victory di Stadion Si Jalak Harupat berkat sepasang gol Balsa Sekulic pada Rabu 28 Oktober, tapi melakoni laga tandang di Melbourne menjadi tantangan yang bisa menyulitkan Persib.
Saat bermain di kandangnya menghadapi FC Seoul pada 14 Oktober, klub Australia itu mencatat kemenangan besar 3-0 berkat gol-gol dari Guillermo May, Clarisimario Santos, dan Jordi Valadon.
Melbourne Victory juga mendominasi laga dengan 52 persen penguasaan bola, dan menciptakan 22 peluang gol yang 6 di antaranya tepat sasaran, sedangkan Seoul hanya membuat 7 peluang yang 2 di antaranya on target.
Persib memang mengalahkan Melbourne Victory 2-0 dan menciptakan peluang sama banyak dengan 12 peluang, tetapi Persib sedikit diungguli dalam hal penguasaan bola.
Untuk itu, Persib tak boleh lengah dan jangan membiarkan Melbourne Victory memanfaatkan keuntungan tampil di depan pendukung sendiri.
Persib juga harus mengatasi kelelahan karena harus menempuh perjalanan sejauh 5.000 km ke Melbourne, hanya tiga hari setelah menjamu Isenmulang dalam pertandingan Super League.
Baca juga: Marc Klok berharap bisa pensiun di Persib Bandung
Mengatasi Jarak
Jarak Bandung-Melbourne itu lebih jauh 1.000 km dibandingkan perjalanan yang dilakukan klub Azerbaijan, Sabah FK, ketika menjalani laga tandang Liga Champions Eropa melawan Manchester United pada 11 September.
Jarak terdekat Persib dalam laga tandang melawan Cong Vittel di Hanoi, Vietnam, pada 2 Desember 2026. Jarak Bandung-Hanoi adalah sekitar 3.100 kilometer.
Jika perjalanan mulus sampai ke babak-babak lebih tinggi, maka Maung Bandung bisa menghadapi tim-tim Asia Timur yang rata-rata favorit kuat maju ke babak berikutnya. Itu artinya Persib harus siap melakukan perjalanan jauh ke Korea Selatan atau Jepang atau China.
Bisa dibilang, jika melihat jarak antarstadion, ACL Two menuntut tim-tim untuk melakukan perjalanan yang sangat jauh, bahkan jauh lebih melelahkan daripada perjalanan klub-klub Eropa.
Oleh karena itu, para pemain Persib harus menanggung kelelahan yang luar biasa musim ini. Mereka dituntut untuk selalu bugar dan memiliki kedalaman skuad yang mumpuni agar tetap mampu bersaing di level tertinggi dalam lebih dari satu kompetisi.
Padahal, seperti kebanyakan klub Asia, Persib hanya memiliki sekitar 24 pemain di skuad utamanya. Bandingkan dengan klub-klub Eropa yang rata-rata mendaftarkan 30 pemain, sementara jarak antarpertandingan di sana relatif dekat.
Terlebih lagi, Persib harus melakoni 34 pertandingan liga dalam semusim, jumlah yang sama dengan yang dimainkan sebagian besar klub Eropa, termasuk peserta Bundesliga Jerman, Eredivisie Belanda, Ligue 1 Prancis, dan Primeira Liga Portugal.
Persib sendiri hanya memiliki waktu istirahat selama dua hari sebelum menghadapi Melbourne Victory. Empat hari berselang, mereka harus bertandang ke Semarang untuk menghadapi Java United dalam lanjutan Super League.
Kita nantikan apakah Marc Klok dan rekan-rekan mampu mengatasi jadwal padat yang sangat menguras fisik ini.
Namun, jika hasil positif di Melbourne pekan depan mampu mengamankan tiga poin bagi Persib, klub kebanggaan warga Bandung dan Jawa Barat ini akan semakin percaya diri untuk melangkah lebih jauh dari sekadar babak 16 besar.
Baca juga: Gakuto Notsuda lega bisa lakoni debut bersama Persib Bandung
Namun, dari empat pertandingan pertamanya di kompetisi tingkat kedua Asia tersebut, penampilan Maung Bandung bisa dibilang mengesankan setelah terus-menerus meraih kemenangan.
Berbeda dari 15 tim lain di fase grup ACL Two musim ini, Persib harus mengawali langkahnya dari babak kualifikasi dalam kompetisi level kedua Asia yang kerap disetarakan dengan Liga Europa di benua biru.
Setelah gol Mariano Peralta membawa Persib menang 1–0 atas Manila Digger dalam babak kualifikasi di Stadion Si Jalak Harupat pada 31 Agustus 2026, Maung Bandung tergabung di Grup E Wilayah Timur ACL Two bersama Melbourne Victory, FC Seoul, dan The Cong Viettel.
Melbourne Victory adalah klub Australia yang musim lalu finis di urutan keempat di liga domestiknya, sedangkan FC Seoul tuntas di urutan keenam liga Korea Selatan pada musim 2025. FC Seoul adalah juga juara bertahan Liga Korea Selatan setelah finis pertama pada musim 2026.
Adapun The Cong Viettel melangkah ke turnamen ini dengan status runner-up Liga Vietnam musim lalu. Di sisi lain, Persib merupakan juara bertahan Super League dalam tiga musim terakhir.
Ketiga tim yang berasal dari tiga negara berpoin lebih tinggi dari Indonesia itu sudah dikalahkan Persib.
Maung Bandung juga menjadi satu dari empat tim yang selalu menang dalam tiga pertandingan fase grup ACL Two musim ini.
Tiga tim lain yang bercatatan sama dengan Persib adalah Al Wahda FC dari Uni Emirat Arab di Wilayah Barat, dan Machida Zelvia dari Jepang serta Phnom Penh dari Kamboja di Wilayah Timur.
Persib juga menjadi satu dari dua tim selain Machida Zelvia, yang belum pernah kebobolan.
Setelah membungkam Seoul FC 1-0 di Seoul pada 16 September, Persib menundukkan Cong Viettel dan Melbourne Victory masing-masing dengan 1-0 dan 2-0 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung.
Baca juga: Persib kokoh di puncak klasemen setelah kalahkan Melbourne Victory
Tantangan berat di Melbourne
Musim lalu Persib mengawali fase grup dengan seri tapi kemudian menang pada dua laga berikutnya. Mereka mencatat empat kemenangan, sekali seri dan sekali kalah di fase grup, sebelum disisihkan klub Thailand Ratchaburi FC pada babak 16 besar.
Catatan musim lalu itu lebih baik dibandingkan dengan semusim sebelumnya pada 2024/2025 ketika Maung Bandung hanya sekali menang, sekali seri dan selebihnya kalah, sehingga gagal ke fase knockout.
Musim ini perjalanan mereka lebih baik dari pada musim sebelumnya sampai di ambang menyamai musim lalu, maju ke babak 16 besar ACL Two.
Jika menang melawan Melbourne Victory pekan depan, maka Persib menggenggam tiket 16 besar. Namun demikian, pertandingan di kandang Melbourne Victory di Stadion Melbourne Rectangular pada Rabu pekan depan (4/11) itu terbilang berat.
Tim asuhan Igor Tolic memang sukses menaklukkan Melbourne Victory di Stadion Si Jalak Harupat berkat sepasang gol Balsa Sekulic pada Rabu 28 Oktober, tapi melakoni laga tandang di Melbourne menjadi tantangan yang bisa menyulitkan Persib.
Saat bermain di kandangnya menghadapi FC Seoul pada 14 Oktober, klub Australia itu mencatat kemenangan besar 3-0 berkat gol-gol dari Guillermo May, Clarisimario Santos, dan Jordi Valadon.
Melbourne Victory juga mendominasi laga dengan 52 persen penguasaan bola, dan menciptakan 22 peluang gol yang 6 di antaranya tepat sasaran, sedangkan Seoul hanya membuat 7 peluang yang 2 di antaranya on target.
Persib memang mengalahkan Melbourne Victory 2-0 dan menciptakan peluang sama banyak dengan 12 peluang, tetapi Persib sedikit diungguli dalam hal penguasaan bola.
Untuk itu, Persib tak boleh lengah dan jangan membiarkan Melbourne Victory memanfaatkan keuntungan tampil di depan pendukung sendiri.
Persib juga harus mengatasi kelelahan karena harus menempuh perjalanan sejauh 5.000 km ke Melbourne, hanya tiga hari setelah menjamu Isenmulang dalam pertandingan Super League.
Baca juga: Marc Klok berharap bisa pensiun di Persib Bandung
Mengatasi Jarak
Jarak Bandung-Melbourne itu lebih jauh 1.000 km dibandingkan perjalanan yang dilakukan klub Azerbaijan, Sabah FK, ketika menjalani laga tandang Liga Champions Eropa melawan Manchester United pada 11 September.
Jarak terdekat Persib dalam laga tandang melawan Cong Vittel di Hanoi, Vietnam, pada 2 Desember 2026. Jarak Bandung-Hanoi adalah sekitar 3.100 kilometer.
Jika perjalanan mulus sampai ke babak-babak lebih tinggi, maka Maung Bandung bisa menghadapi tim-tim Asia Timur yang rata-rata favorit kuat maju ke babak berikutnya. Itu artinya Persib harus siap melakukan perjalanan jauh ke Korea Selatan atau Jepang atau China.
Bisa dibilang, jika melihat jarak antarstadion, ACL Two menuntut tim-tim untuk melakukan perjalanan yang sangat jauh, bahkan jauh lebih melelahkan daripada perjalanan klub-klub Eropa.
Oleh karena itu, para pemain Persib harus menanggung kelelahan yang luar biasa musim ini. Mereka dituntut untuk selalu bugar dan memiliki kedalaman skuad yang mumpuni agar tetap mampu bersaing di level tertinggi dalam lebih dari satu kompetisi.
Padahal, seperti kebanyakan klub Asia, Persib hanya memiliki sekitar 24 pemain di skuad utamanya. Bandingkan dengan klub-klub Eropa yang rata-rata mendaftarkan 30 pemain, sementara jarak antarpertandingan di sana relatif dekat.
Terlebih lagi, Persib harus melakoni 34 pertandingan liga dalam semusim, jumlah yang sama dengan yang dimainkan sebagian besar klub Eropa, termasuk peserta Bundesliga Jerman, Eredivisie Belanda, Ligue 1 Prancis, dan Primeira Liga Portugal.
Persib sendiri hanya memiliki waktu istirahat selama dua hari sebelum menghadapi Melbourne Victory. Empat hari berselang, mereka harus bertandang ke Semarang untuk menghadapi Java United dalam lanjutan Super League.
Kita nantikan apakah Marc Klok dan rekan-rekan mampu mengatasi jadwal padat yang sangat menguras fisik ini.
Namun, jika hasil positif di Melbourne pekan depan mampu mengamankan tiga poin bagi Persib, klub kebanggaan warga Bandung dan Jawa Barat ini akan semakin percaya diri untuk melangkah lebih jauh dari sekadar babak 16 besar.
Baca juga: Gakuto Notsuda lega bisa lakoni debut bersama Persib Bandung





