Pemantauan Gambut dan Mangrove Diperkuat melalui Sistem Informasi Terintegrasi

metrotvnews.com
11 jam lalu
Cover Berita

Palembang: Pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu upaya untuk memperkuat perlindungan ekosistem gambut dan mangrove di Indonesia. Melalui sistem informasi yang terintegrasi, data mengenai kondisi lingkungan diharapkan dapat lebih mudah diakses dan dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan.

Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) tengah menyempurnakan rancangan Sistem Analisis Gambut dan Mangrove Nusantara (SAGARA). Platform ini dirancang sebagai pusat data bersama yang menghubungkan informasi dari berbagai instansi dan pemangku kepentingan dalam pengelolaan gambut dan mangrove.

Baca Juga :

1.500 Mangrove Ditanam di Semarang dan Demak untuk Perkuat Pesisir
 
Proses penyempurnaan rancangan tersebut dibahas dalam pertemuan di Hotel Swarna Dwipa, Palembang, Kamis, 30 Oktober 2026. Kegiatan dipimpin Wakil Kepala BPGMN Mayjen Sriyanto dan dihadiri perwakilan Universitas Sriwijaya, Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, BMKG, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, unsur Forkopimda, serta organisasi masyarakat sipil.

Sriyanto menjelaskan SAGARA tidak hanya dirancang sebagai peta digital, tetapi juga sebagai sistem berbasis teknologi spasial yang didukung kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Teknologi tersebut diharapkan membantu menghubungkan data, pengetahuan, dan informasi lapangan untuk mendukung upaya perlindungan lingkungan.

"SAGARA akan menjadi clearing house sekaligus pusat pengetahuan pengelolaan ekosistem gambut dan mangrove. Sistem ini juga akan berfungsi sebagai deteksi dini kebakaran di lahan gambut serta kerusakan ekosistem mangrove," kata Sriyanto dalam keterangan pers dikutip, Sabtu, 31 Oktober 2026.


Pertemuan membahas pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu upaya untuk memperkuat perlindungan ekosistem gambut dan mangrove di Hotel Swarna Dwipa, Palembang, Kamis, 30 Oktober 2026. Dokumentasi/ istimewa.

Melalui sistem tersebut, informasi mengenai potensi kebakaran dan kerusakan lingkungan diharapkan dapat dianalisis lebih awal. Data yang dihimpun nantinya tidak hanya berasal dari analisis para ahli, tetapi juga laporan masyarakat yang telah melalui proses verifikasi.

SAGARA juga dirancang untuk menyajikan rekomendasi penanganan berdasarkan kondisi lapangan, termasuk ketersediaan personel, sumber daya masyarakat, serta infrastruktur pendukung. Dengan informasi tersebut, langkah pencegahan dan penanganan diharapkan dapat disusun secara lebih terarah.

Pengembangan platform ini melibatkan integrasi data dari sejumlah lembaga, antara lain Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, BMKG, BNPB, dan BRIN. Sistem tersebut direncanakan dapat diakses secara terbuka sehingga informasi terkait pengelolaan gambut dan mangrove bisa dimanfaatkan oleh berbagai pihak.

Sriyanto berharap sistem ini dapat membantu menghubungkan informasi dengan langkah nyata di lapangan, sehingga perlindungan ekosistem gambut dan mangrove dapat dilakukan secara lebih terukur dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

"Harapannya, SAGARA bukan hanya menyimpan data, tetapi benar-benar menghubungkan informasi dengan tindakan. Sehingga perlindungan dan pengelolaan gambut serta mangrove di seluruh negeri berjalan lebih efektif, terukur, dan bermanfaat bagi masyarakat luas," jelasnya.

Melalui pengembangan sistem informasi terintegrasi tersebut, pemantauan kondisi gambut dan mangrove diharapkan semakin didukung oleh data yang saling terhubung. Pemanfaatan teknologi juga dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah, akademisi, masyarakat, dan organisasi lingkungan dalam menjaga ekosistem.



Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rupiah Masih Berkutat di Rp 18.100-an, Ketegangan Politik Dalam Negeri Turut Beri Tekanan
• 10 jam lalurepublika.co.id
thumb
Jelang Chelsea vs MU, Carrick Percaya Diri Setan Merah Akan Bangkit
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Korban Jiwa dan Luka di Yaman Terus Bertambah, Layanan Kesehatan Terpuruk; Houthi Dituding Menembakkan Peluru Artileri Beracun
• 4 jam laluerabaru.net
thumb
Iran Akui Terima Surat dari Wapres AS JD Vance, Apa Isinya?
• 23 jam laludetik.com
thumb
Warga Kepulauan Seribu Resah Narkoba dan Kapal Jaring Ilegal, Ini Respons Polisi
• 12 menit laluokezone.com
Berhasil disimpan.