jpnn.com, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto sepanjang dua tahun pemerintahan telah melakukan delapan kali reshuffle terhadap jajaran pembantunya di Kabinet Merah Putih.
Pergantian menteri ataupun kepala badan/lembaga lainnya merupakan hak prerogatif presiden, meski demikian publik memiliki penilaian sendiri terhadap kinerjanya.
BACA JUGA: KPK Peringatkan Nusron Wahid Penuhi Panggilan
Temuan survei Indonesia Center for Politics & Law Studies (IndocPolls) menunjukkan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dinilai sebagai pejabat terbaik dengan penilaian sebesar 15,8 persen.
Angkanya tidak terpaut jauh dari Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang meraih 13,6 persen.
BACA JUGA: Survei Matriks: Teddy Paling Populer, Amran Menteri Terbaik di Kabinet
Sebaliknya, penilaian terburuk terhadap menteri/kepala badan disandang oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid, hanya sebesar 0,17 persen.
Disusul Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo yang dinilai buruk 0,25 persen.
BACA JUGA: Survei PPI: Menteri Amran, Seskab Teddy, dan Menpora Erick Berkinerja Terbaik
“Pada momen dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, penilaian terbaik menteri/kepala badan diraih oleh SeskabTeddy, sedangkan Nusron Wahid menjadi yang terburuk,” ungkap Direktur Komunikasi IndocPolls Taufik Ch, dikutip Sabtu (31/10).
Menteri/Kepala Badan dengan Penilaian Terbaik
“Seskab Teddy dinilai unggul terkait posisi strategisnya yang sangat dekat dengan Presiden Prabowo dan tugasnya untuk menjembatani koordinasi dengan jajaran menteri dan pejabatlainnya,” jelas Taufik.
Penilaian terbaik itu juga tidak dilepaskan dari popularitas Teddy yang sudah didapatkan sebelum menjabat sebagai Seskab.
“Meskipun ada pandangan miring hingga kritik terhadap cara Teddy menjalankan tugasnya, tetapi secara umum publik menilaipositif peran Teddy dalam pemerintahan Prabowo-Gibran,” tuturnya.
Sementara itu, Mentan Amran dikenal publik sebagai “panglima” di sektor pertanian yang kinerjanya sudah terjadi sejak era Presiden Jokowi, hingga kembali dipercaya oleh Prabowo pada bidang yang sama.
“Dalam setahun pemerintahan, Amran berhasil mewujudkan ambisi Prabowo agar Indonesia berhasil meraih swasembada pangan sesingkat-singkatnya,” terang Taufik.
Di bawah komando Amran, produksi beras nasional terus meningkatdiserta serapan cadangan beras pemerintah (CBP) yang sangat tinggi.
Pada pertengahan Juli 2026, CBP mencetak rekor tertinggi sejak kemerdekaan Indonesia dengan menyentuh angka 5,4 juta ton.
Menteri-menteri lain yang dinilai terbaik kinerjanya adalah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti (6,5 persen), Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (5,2 persen), dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (3,8 persen).
Berikutnya ada Menteri Agama Nasaruddin Umar (3,5 persen), Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (3,3 persen), serta Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (2,7 persen).
Selanjutnya, ada Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir (2,1 persen) dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin (2,0 persen).
Di luar 10 besar, ada nama-nama seperti Menteri HAM Natalius Pigai (1,8 persen), Menko Ekonomi Airlangga Hartarto (1,7 persen), Menteri Luar Negeri yang baru Armanatha Nasir (1,5 persen), hingga Menko Polkam Dudung Abdurachman (1,2 persen).
Menteri-menteri yang Dinilai Paling Buruk Kinerjanya
Sorotan luas terhadap kasus korupsi yang menyeret sejumlahpejabat Kementerian ATR/BPN menjadi biang buruknya penilaian publik terhadap Nusron Wahid.
“Berkali-kali mangkir dari pemeriksaan KPK, Nusron disebut berada di luar negeri hingga muncul desakan untuk dipanggil paksa,” kata Taufik.
Menteri lainnya yang dinilai paling buruk adalah Menteri PU Dody Hanggodo, berkaitan dengan sejumlah kontroversi dari sikapnya yang dinilai arogan terhadap anak buahnya sendiri, hingga bocornya surat perjalanan dinas ke Amerika yang mengikutsertakan keluarganya beberapa waktu yang lalu.
Selanjutnya, menteri-menteri yang membidangi program koperasi desa, seperti Menteri Desa Yandri Susanto (0,33 persen) dan Menteri Koperasi Ferry Julianto (0,42 persen).
Lalu Menteri Perumahan Maruarar Sirait (0,33 persen), di mana program pembangunan 3 juta rumah tidak kunjung mencatatkan keberhasilan yang signifikan.
Menteri lainnya yang dinilai buruk kinerjanya adalah Menteri Pariwisata Widyanti Putri Wardhana (0,33 persen).
Berikutnya, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahu Trenggono, Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat, dan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, masing-masing sebesar 0,42 persen.
“Karhutla yang melanda berbagai wilayah dan kejadiankecelakaan transportasi berupa tenggelamnya kapal-kapalpenyeberangan berkontribusi terhadap penilaian buruk oleh publik,” pungkas Taufik.
Selebihnya masih ada 4,8 persen menyatakan tidak tahu/tidak jawab.
Survei IndocPolls dilakukan pada 15-20 Oktober 2026, denganjumlah responden 1200 orang mewakili 38 provinsi yang diwawancarai secara tatap muka. (dit/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Seskab Teddy Paling Berani Pasang Badan Bela Kebijakan Prabowo
Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi




