Google Kehilangan Nilai Pasar Rp 9,07 T Usai AI Ganggu Pendapatan Iklan

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Alphabet, perusahaan induk Google, kehilangan nilai pasar lebih dari USD 500 miliar atau sekitar Rp 9,07 triliun (kurs dolar Rp 18.147). Penurunan ini terjadi setelah perusahaan mengungkapkan bahwa fitur kecerdasan buatan (AI) mulai berdampak terhadap pendapatan iklan mesin pencarinya.

“Fitur AI Mode yang memungkinkan pengguna mengajukan pertanyaan dan memperoleh jawaban dalam format percakapan mulai mengurangi pendapatan dari iklan yang biasanya muncul di samping hasil pencarian konvensional,” kata Chief Business Officer Google, Philipp Schindler, dikutip dari BBC, Sabtu (31/10).

Meski demikian, Schindler mengaku tetap optimistis terhadap pengembangan mesin pencari yang semakin berorientasi pada teknologi AI tersebut.

Di tengah perkembangan tersebut, Google juga menghadapi persaingan yang semakin ketat dari layanan AI generatif lainnya, seperti ChatGPT dan Claude. Kedua layanan ini semakin banyak digunakan masyarakat untuk mencari informasi dan mendapatkan jawaban atas berbagai pertanyaan.

Mantan pimpinan bisnis periklanan Google, Kim Scott, menilai langkah perusahaan mengembangkan fitur AI merupakan upaya untuk mempertahankan bisnisnya di tengah perubahan teknologi. Menurutnya, Google lebih memilih mengembangkan teknologi yang berpotensi menggerus pendapatan iklannya sendiri daripada membiarkan perusahaan lain mengambil peluang tersebut.

Ia mengatakan, sejak awal Google memang terbiasa mengambil keputusan investasi teknologi untuk jangka panjang, meskipun berpotensi memberikan dampak negatif terhadap bisnis dalam jangka pendek.

"Saya pikir mereka sedang mengambil taruhan jangka panjang pada AI," kata Scott.

Dalam laporan keuangan yang dirilis Rabu (28/10), Alphabet mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 25 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi USD 127,6 miliar pada kuartal III 2026.

Namun, pendapatan perusahaan tersebut tidak mencapai ekspektasi analis, terutama dari bisnis periklanan. Kondisi ini turut memicu kekhawatiran investor terhadap prospek bisnis utama Google di tengah besarnya investasi perusahaan pada teknologi AI.

Saham Alphabet pun anjlok lebih dari 12 persen ke level terendah dalam enam bulan setelah laporan keuangan tersebut diumumkan. Hingga penutupan perdagangan Kamis (29/10), nilai kapitalisasi pasar Alphabet turun menjadi USD 3,46 triliun, dari sebelumnya USD 3,97 triliun pada hari sebelumnya.

Analis Forrester, Tracy Woo, menilai kinerja bisnis pencarian Google yang tidak memenuhi ekspektasi menunjukkan tantangan besar yang dihadapi Alphabet. Perusahaan harus mampu membiayai investasi AI dalam jumlah besar tanpa mengorbankan kekuatan bisnis utamanya yang selama ini menjadi sumber pendapatan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Liverpool Siap Lepas Penyerangnya yang Mengecewakan, Inter Milan Berani Berjudi Membelinya
• 18 jam laluharianfajar
thumb
Wapres Gibran Apresiasi Peran Ibu-Ibu Pengelola Bank Sampah Binaan Pertamina di Cilacap
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Nikmati Cashback Hingga 20 Persen dengan BRImo di Dukuh Atas
• 14 jam lalukatadata.co.id
thumb
Presiden Prabowo Resmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi
• 21 jam laludisway.id
thumb
Panduan Guru Menjadi Pengawas Sekolah, Cek Syarat dan Jadwal Uji Kompetensi 2026
• 2 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.