Ingatkan Bahaya Politik Pecah Belah, Presiden Prabowo Ajak Generasi Muda Belajar dari Kesalahan Pahit Masa Lampau

tvonenews.com
3 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com, Cimahi – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, melayangkan pesan mendalam kepada para generasi muda agar tidak mengabaikan sejarah bangsa.

Kepala Negara memperingatkan bahwa kelalaian dalam mempelajari sejarah masa lalu akan menjerumuskan bangsa ke dalam lubang kesalahan yang sama.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo secara langsung di hadapan para siswa saat meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi, Jawa Barat, Jumat (30/10/2026).

"Anak-anakku, belajarlah sejarah. Saya juga sudah bicara tentang kelemahan bangsa Indonesia. Pemimpin-pemimpinnya lupa sejarah. Bahkan ada pemimpin-pemimpin yang malas belajar sejarah. Mereka yang malas belajar sejarah akan dihukum oleh sejarah," tegas Presiden Prabowo dipantau melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Prabowo Ingatkan Sumpah Pemuda kepada Siswa Taruna Nusantara: Mengapa Sejarah Penting bagi Generasi Muda
Sumber :
  • ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden/aa

Waspadai Politik Divide et Impera dan Perpecahan Internal

Presiden menekankan bahwa meskipun era dan teknologi digital terus mengalami evolusi pesat, karakter dasar manusia cenderung tidak pernah berubah.

Oleh karena itu, catatan sejarah menjadi instrumen vital untuk mengidentifikasi kesalahan masa lalu agar tidak terulang di masa depan.

Salah satu pelajaran paling menyakitkan yang disoroti Kepala Negara adalah pengalaman panjang bangsa Indonesia jatuh ke dalam cengkeraman penjajahan asing.

Menurutnya, keretakan internal serta perpecahan di antara penguasa dan elite masa lalu menjadi faktor utama yang mempermudah musuh masuk.

Presiden Prabowo Subianto disambut sejumlah siswa dan pengajar saat meresmian SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi, Jawa Barat, Jumat (30/10/2026).
Sumber :
  • HO-BPMI Sekretariat Presiden

Ia mencontohkan bagaimana praktik kolonial divide et impera (politik pecah belah) berhasil memecah belah bangsa karena sebagian penguasa masa lalu lebih memilih berkolaborasi dengan pihak asing daripada merajut solidaritas dengan saudara sebangsa sendiri.

"Itu sejarah kita. Itu yang harus kita belajar. Kelompok penjajah ratusan tahun, ribuan tahun mereka punya ajaran devide at impera. Pecah belah, pecah belah. Jangan kita ulangi kesalahan-kesalahan pendahulu-pendahulu kita," ujar Prabowo.

Di sisi lain, Presiden Prabowo juga mengingatkan bahwa para pendahulu bangsa turut menorehkan banyak prestasi dan keunggulan besar yang wajib dihormati dan dihargai bersama.

Namun, pemahaman yang objektif terhadap kekurangan serta kelemahan masa lalu tetap diperlukan sebagai kompas moral bagi generasi penerus guna membangun kedaulatan serta memperkokoh persatuan nasional menuju Indonesia yang lebih kuat. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PT Timah Raup Laba Bersih Rp 4,12 T hingga Kuartal III 2026, Melesat 584 Persen
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
BPJS Kesehatan: JKN Cegah 5,7 Juta Orang Jatuh ke Jurang Kemiskinan
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pemkab Aceh Selatan tetapkan status tanggap darurat banjir
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Buntut Penggeledahan ‘Ponpes’ di Sukoharjo, Wagub Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak
• 13 jam lalujpnn.com
thumb
Kronologi Ayah dan Anak Meninggal Dunia Akibat Longsor di Lumajang
• 1 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.