Warga Cilacap antusias mengumpulkan jelantah lewat Kopdes Merah Putih

antaranews.com
1 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Warga Desa Dawuhan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, antusias mengumpulkan minyak jelantah lewat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), yang digagas Kementerian Koperasi dan PT Pertamina Patra Niaga.

Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, mengatakan KDKMP menjadi salah satu titik pengumpulan minyak jelantah, untuk selanjutnya diolah menjadi bahan bakar ramah lingkungan, seperti bioavtur dan green gasoline.

"Minyak jelantah yang dikumpulkan di KDKMP akan ditukar dengan uang tunai, sehingga masyarakat mendapatkan keuntungan secara finansial," katanya lagi.

Warga menilai inisiatif ini dapat memberikan solusi ganda, yakni menambah pendapatan ekonomi rumah tangga, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan desa dari pencemaran limbah domestik.

Samini, warga Dawuhan, mengungkapkan rasa senangnya atas kehadiran program ini.

Menurutnya, sisa minyak goreng yang dipakai kerap menjadi persoalan lingkungan karena dibuang sembarangan.

Kehadiran KDKMP Dawuhan sebagai agen penampung minyak jelantah mengubah pandangannya terhadap limbah dapur tersebut.

"Setiap selesai menggoreng di rumah, sisa minyaknya saya kumpulkan sedikit demi sedikit. Dulu cuma dipakai sendiri untuk bikin lilin kalau mati lampu. Sekarang senang sekali karena bisa ditukarkan jadi uang tunai di koperasi. Tentu jadi makin semangat mengumpulkan jelantah dari dapur, karena bisa menambah uang belanja kebutuhan sehari-hari," ujar Samini.

Yati, warga Dawuhan lainnya, mengatakan penukaran minyak jelantah dengan uang tunai dalam program ini membantu perekonomian keluarga.

Menurut dia, program ini juga mengedukasi ibu rumah tangga agar tidak lagi memakai minyak goreng berulang kali, karena berbahaya bagi kesehatan dan bisa merusak lingkungan jika dibuang secara sembarangan.

"Bagi ibu-ibu yang rutin memasak, program ini sangat bermanfaat. Minyak yang tadinya dibuang atau berbahaya kalau dipakai berulang kali, sekarang dikumpulkan dan disetorkan ke koperasi. Minyak jelantah yang dulu tidak bermanfaat kini jadi rupiah dan membawa berkah," ujar Yati.

Ketua KDKMP Dawuhan Suparjo menjelaskan, sejak sosialisasi dilakukan sepekan terakhir, partisipasi warga dan pelaku usaha sangat tinggi.

"Respons masyarakat sangat baik. Untuk tingkat rumah tangga, warga mampu mengumpulkan lebih dari setengah liter per minggu. Sementara dari pelaku UMKM kuliner dan gorengan di sekitar desa, ada yang mampu menyetorkan 10, 20, hingga 25 liter minyak jelantah dalam seminggu," ujar Suparjo.

Dengan manfaat ekonomi dan lingkungan yang nyata, Suparjo berharap kolaborasi antara Pertamina Patra Niaga dan Kementerian Koperasi dalam program ini dapat berjalan secara berkelanjutan, agar ekosistem ekonomi sirkular di tingkat desa dapat terus berkembang.

Baca juga: KDKMP disiapkan sebagai pengepul minyak jelantah untuk bioavtur

Baca juga: Pertamina: Pengumpulan UCO lewat koperasi memperkuat energi alternatif


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pramono Anung Bakal Ubah Pasar Baru Jadi Pusat Kuliner 24 Jam seperti Myeongdong Korea
• 1 jam lalujpnn.com
thumb
Nikmati Cashback Hingga 20 Persen dengan BRImo di Dukuh Atas
• 17 jam lalukatadata.co.id
thumb
Willie Salim Klarifikasi Usai Dihujat Gegara Hadir di Acara Sumpah Pemuda, Bantah Terlibat dan Ucapkan Permintaan Maaf
• 22 jam lalugrid.id
thumb
Asik Pakai Sabu, Dua Orang Dicokok saat Polisi Gerebek Kampung Boncos
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Diduga Menjadi Sasaran Serangan Siber, Peralatan Pendingin di Sejumlah Pangkalan Militer AS Mengalami Kerusakan Berturut-turut
• 7 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.