Kendal, Jawa Tengah (ANTARA) - Perum Bulog Sentra Penggilingan Padi (SPP) Kendal menjaga mutu beras melalui pengendalian kualitas sejak penyerapan gabah petani, pemeriksaan bahan baku, hingga proses sortir produksi untuk menghasilkan beras berkualitas.
Manajer Operasional Bulog SPP Kendal M Aziz Latif mengatakan menjaga kualitas bahan baku dilakukan melalui berbagai tahapan mulai dari seleksi gabah petani yang diserap Tim Jemput Gabah (TJG) dengan memastikan hasil panen telah memenuhi umur panen.
"Kalau untuk kualitas kami mulai penyerapan gabah dari petani, serapan dari Tim Jemput Gabah. Biasanya kita di any quality, yang penting gabah itu sudah cukup umur panen. Jadi ketika gabah itu sudah cukup umur panen, biasanya kualitasnya akan lebih bagus," kata Aziz di Kendal, Jawa Tengah, Sabtu.
Bulog SPP Kendal memastikan kualitas beras yang dihasilkan dimulai sejak proses penyerapan gabah petani melalui mekanisme pemeriksaan bahan baku sebelum masuk pengolahan.
Baca juga: Bulog periksa 2.000 RPK serentak cegah penyalahgunaan beras SPHP
Menurut Aziz, Bulog menerapkan prinsip any quality dalam penyerapan gabah dengan ketentuan utama bahwa gabah sudah cukup umur panen agar kualitas tetap terjaga.
Gabah yang telah memenuhi ketentuan kemudian dibawa menuju SPP Kendal untuk menjalani proses pengeringan dan penggilingan sebelum menjadi beras siap simpan.
Dalam proses produksi, Bulog SPP Kendal juga melakukan penyortiran menggunakan mesin color sorter untuk memisahkan beras berkualitas dengan produk yang tidak memenuhi standar.
Aziz menjelaskan beras yang masuk kategori reject seperti berwarna hitam, kuning, kusam, atau masih terdapat gabah akan dipisahkan dari hasil produksi utama.
Produk reject tersebut tidak digunakan sebagai bahan pangan, tetapi dimanfaatkan untuk kebutuhan pakan, sehingga tetap memiliki nilai guna setelah proses penyortiran.
Selain menjaga kualitas produksi, Bulog SPP Kendal melakukan pemeliharaan fasilitas secara berkala agar operasional pengolahan berjalan optimal dan mendukung penyerapan gabah petani.
Perawatan fasilitas dilakukan secara rutin dengan jadwal mingguan, dua mingguan, hingga bulanan sesuai kebutuhan untuk menjaga kinerja mesin pengolahan.
Melalui pengendalian mutu dari bahan baku hingga produksi akhir, Bulog SPP Kendal berkomitmen menghasilkan beras berkualitas dari hasil panen petani daerah.
Baca juga: Bulog Semarang sortir ketat beras sebelum masuk gudang demi mutu CBP
Adapun Bulog SPP Kendal mengeringkan 120 ton gabah per hari dan menghasilkan 50 ton beras guna memperkuat stok cadangan beras pemerintah (CBP).
"Kalau kapasitas di sini, itu kami per harinya untuk pengeringannya itu 120 ton (gabah). Jadi pengeringannya 120 ton. Untuk gilingnya, kami per hari bisa di sekitar 50 ton (beras)," katanya
Bulog SPP Kendal memiliki peran strategis dalam memperkuat cadangan beras pemerintah melalui kapasitas pengolahan gabah yang mampu mencapai ratusan ton setiap hari.
Manajer Operasional Bulog SPP Kendal M Aziz Latif mengatakan menjaga kualitas bahan baku dilakukan melalui berbagai tahapan mulai dari seleksi gabah petani yang diserap Tim Jemput Gabah (TJG) dengan memastikan hasil panen telah memenuhi umur panen.
"Kalau untuk kualitas kami mulai penyerapan gabah dari petani, serapan dari Tim Jemput Gabah. Biasanya kita di any quality, yang penting gabah itu sudah cukup umur panen. Jadi ketika gabah itu sudah cukup umur panen, biasanya kualitasnya akan lebih bagus," kata Aziz di Kendal, Jawa Tengah, Sabtu.
Bulog SPP Kendal memastikan kualitas beras yang dihasilkan dimulai sejak proses penyerapan gabah petani melalui mekanisme pemeriksaan bahan baku sebelum masuk pengolahan.
Baca juga: Bulog periksa 2.000 RPK serentak cegah penyalahgunaan beras SPHP
Menurut Aziz, Bulog menerapkan prinsip any quality dalam penyerapan gabah dengan ketentuan utama bahwa gabah sudah cukup umur panen agar kualitas tetap terjaga.
Gabah yang telah memenuhi ketentuan kemudian dibawa menuju SPP Kendal untuk menjalani proses pengeringan dan penggilingan sebelum menjadi beras siap simpan.
Dalam proses produksi, Bulog SPP Kendal juga melakukan penyortiran menggunakan mesin color sorter untuk memisahkan beras berkualitas dengan produk yang tidak memenuhi standar.
Aziz menjelaskan beras yang masuk kategori reject seperti berwarna hitam, kuning, kusam, atau masih terdapat gabah akan dipisahkan dari hasil produksi utama.
Produk reject tersebut tidak digunakan sebagai bahan pangan, tetapi dimanfaatkan untuk kebutuhan pakan, sehingga tetap memiliki nilai guna setelah proses penyortiran.
Selain menjaga kualitas produksi, Bulog SPP Kendal melakukan pemeliharaan fasilitas secara berkala agar operasional pengolahan berjalan optimal dan mendukung penyerapan gabah petani.
Perawatan fasilitas dilakukan secara rutin dengan jadwal mingguan, dua mingguan, hingga bulanan sesuai kebutuhan untuk menjaga kinerja mesin pengolahan.
Melalui pengendalian mutu dari bahan baku hingga produksi akhir, Bulog SPP Kendal berkomitmen menghasilkan beras berkualitas dari hasil panen petani daerah.
Baca juga: Bulog Semarang sortir ketat beras sebelum masuk gudang demi mutu CBP
Adapun Bulog SPP Kendal mengeringkan 120 ton gabah per hari dan menghasilkan 50 ton beras guna memperkuat stok cadangan beras pemerintah (CBP).
"Kalau kapasitas di sini, itu kami per harinya untuk pengeringannya itu 120 ton (gabah). Jadi pengeringannya 120 ton. Untuk gilingnya, kami per hari bisa di sekitar 50 ton (beras)," katanya
Bulog SPP Kendal memiliki peran strategis dalam memperkuat cadangan beras pemerintah melalui kapasitas pengolahan gabah yang mampu mencapai ratusan ton setiap hari.





