Kisah Kefas dan Perlindungan di Balik Perjalanan yang Tertunda

katadata.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

Rencana liburan Kefas (56) ke Cina pada awal September 2026 berubah menjadi pengalaman yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Malam itu, menjelang dini hari, Kefas sudah tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Dua jam lagi, ia seharusnya terbang ke Cina untuk berlibur. Namun, suasana bandara saat itu terasa berbeda. 

Sejumlah calon penumpang tampak kebingungan. Ada penumpang yang terlihat duduk menunggu di atas koper yang tergeletak di lantai.  Sebagian penumpang saling bertanya, sementara yang lain mendatangi petugas maskapai untuk mencari kepastian.

Merasa ada sesuatu yang tidak beres, Kefas bergegas menuju konter check-in. Di sana, ia baru mengetahui bahwa penerbangannya pada Minggu (6/9) dini hari dibatalkan akibat gangguan operasional menyusul sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

“Nah, saat check-in saya baru diberi tahu kalau penerbangan dibatalkan, dijadwalkan ulang lantaran gangguan penerbangan,” ujar Kefas saat berbincang dengan Katadata.co.id, Jumat (23/10). 

Pembatalan itu bukan berarti ia bisa segera memperoleh kepastian jadwal baru. Maskapai sempat menawarkan penerbangan pengganti tiga hari kemudian. Namun, jadwal tersebut belum disertai kepastian tiket sehingga Kefas belum mengetahui kapan bisa melanjutkan perjalanan. 

“Diberi jadwal tiga hari kemudian, tetapi tiketnya belum dikonfirmasi. Saya akhirnya berangkat setelah hari kelima,” katanya. 

Kefas akhirnya memilih pulang sambil menunggu kepastian penerbangan pengganti. Dalam perjalanan pulang, ia mulai memikirkan persoalan lain yaitu hotel di kota tujuan yang telah dipesan dan dibayar. Hotel tersebut dipesan dengan tarif yang tidak memungkinkan pembatalan maupun perubahan tanggal menginap. 

Kefas sempat bertanya kepada koleganya mengenai nasib pesanan hotel tersebut. Ia kemudian menghubungi layanan konsumen Asuransi Astra untuk memastikan apakah biaya akomodasi yang terancam hangus bisa diklaim. 

Sebelum berangkat, ia memang telah membeli perlindungan Garda Trip dari Asuransi Astra untuk mengantisipasi berbagai risiko perjalanan. Ia memilih perlindungan maksimal karena perjalanan ke luar negeri yang direncanakannya cukup panjang. 

“Saya bertanya apakah itu ditanggung. Karena tiketnya dijadwal ulang oleh maskapai penerbangan. Tapi bagaimana dengan hotelnya?” ujar Kefas mengingat pengalamannya. 

Penjelasan layanan konsumen membuat Kefas sedikit lega. Biaya akomodasi yang terancam hangus ternyata dapat diajukan sebagai klaim. Ia kemudian melaporkan kejadian tersebut secara daring melalui aplikasi dan mengirimkan dokumen pendukung melalui email. Setelah melengkapi sejumlah persyaratan tambahan, Kefas akhirnya memperoleh penggantian biaya akomodasi sesuai ketentuan polis. 

“Proses pembelian asuransi sangat mudah. Setelah itu, proses klaimnya pun lancar. Bahkan, saya bisa menyerahkan dokumen menyesuaikan dengan jadwal saya,” kata Kefas.

Penggantian biaya akomodasi melalui Garda Trip membuat Kefas lebih tenang. Meski keberangkatannya tertunda lima hari, ia akhirnya dapat melanjutkan perjalanan tanpa harus menanggung sendiri biaya hotel yang terancam hangus. 

Pengalaman Kefas memang memperlihatkan manfaat asuransi ketika risiko perjalanan benar-benar terjadi. Namun, bagi sebagian orang, perlindungan justru disiapkan sebelum perjalanan dimulai. Dwi Wulandari, misalnya, memilih menggunakan asuransi perjalanan Garda Trip sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai risiko yang mungkin muncul. 

Pekerja di Jakarta itu mengatakan telah menggunakan produk asuransi perjalanan tersebut sejak 2022. Dwi mengenal Garda Trip dari rekan-rekannya yang memberikan informasi mengenai manfaat produk tersebut. 

Bagi Dwi, kemudahan menjadi salah satu alasan penting. Proses digital memungkinkan pembelian dilakukan melalui telepon genggam tanpa harus melalui prosedur yang menurutnya merepotkan. Pilihan paket yang beragam juga memberinya keleluasaan untuk menyesuaikan perlindungan dengan kebutuhan perjalanan. 

“Yang paling penting, karena mudah mengaksesnya, alias enggak ribet, cukup lewat digital atau hape. Polisnya juga terjangkau,” ujar Dwi. 

Terminal 


Calon penumpang melakukan check in mandiri di bandara. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/YU)
Risiko perjalanan di luar perkiraan

Pembatalan penerbangan yang dialami Kefas memperlihatkan bahwa gangguan perjalanan tidak hanya berdampak pada perubahan jadwal. Wisatawan juga berpotensi menanggung biaya tambahan, terutama ketika tiket, hotel, atau transportasi telah dipesan dan dibayar sebelumnya.

Dosen Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Wahyudin Rahman, mengatakan asuransi perjalanan dapat membantu masyarakat menghadapi risiko finansial yang tidak terduga. Perlindungan ini antara lain mencakup biaya medis darurat, pembatalan atau keterlambatan perjalanan, kehilangan bagasi, hingga evakuasi medis, sesuai manfaat dan ketentuan polis.

Di sisi lain, meningkatnya mobilitas masyarakat belum selalu diikuti pemahaman yang memadai mengenai risiko perjalanan. Badan Pusat Statistik mencatat perjalanan wisatawan nusantara sepanjang 2025 mencapai sekitar 1,2 miliar perjalanan, tumbuh 17,55% dibandingkan tahun sebelumnya. 

Wahyudin menilai, masyarakat masih kerap memandang asuransi sebagai biaya tambahan karena belum memahami manfaat perlindungan dan risiko yang mungkin dihadapi selama perjalanan. Karena itu, wisatawan perlu memahami cakupan perlindungan, batas pertanggungan, dan pengecualian dalam polis sebelum membeli asuransi perjalanan.

“Tantangan utamanya adalah rendahnya kesadaran terhadap risiko, persepsi bahwa asuransi merupakan biaya tambahan, serta pemahaman yang belum memadai mengenai manfaat dan pengecualian polis,” kata Wahyudin. 

Gambaran mengenai perilaku konsumen dalam membeli asuransi perjalanan juga terlihat dari riset perusahaan insurtech Igloo. Berdasarkan data transaksi di platform igloo.co.id yang dirilis Agustus lalu, sepanjang 2025 pembelian asuransi perjalanan di Indonesia masih kerap dilakukan mendekati waktu keberangkatan. Median jarak antara penerimaan penawaran harga dan waktu keberangkatan tercatat hanya dua hari.

Masih merujuk riset Igloo, sebanyak 67% pelanggan membeli asuransi perjalanan dalam kurun waktu sepekan sebelum berangkat, sedangkan 30% melakukan pembelian tepat pada hari keberangkatan. Untuk perjalanan domestik, pembelian rata-rata dilakukan satu hari sebelum keberangkatan.  Untuk perjalanan internasional, pembelian asuransi rata-rata dilakukan enam hari sebelum keberangkatan.


Data asuransi perjalanan (igloo.co.id)
Ketika Perlindungan Memberi Ketenangan

Pengalaman Kefas memperlihatkan bagaimana satu gangguan perjalanan dapat menimbulkan konsekuensi finansial berantai. Namun, menurut Head of PR, Marcomm Event Asuransi Astra, Laurentius Iwan Pranoto, risiko yang paling sering dialami wisatawan belum tentu menjadi risiko dengan nilai klaim terbesar.

Berdasarkan pengalaman penanganan klaim Garda Trip, keterlambatan perjalanan serta kehilangan atau kerusakan bagasi merupakan kejadian yang paling sering diajukan sebagai klaim. Namun, dari sisi nilai klaim, biaya medis akibat sakit atau kecelakaan selama perjalanan justru memberikan kontribusi paling besar.

“Yang perlu dipertimbangkan bukan hanya seberapa besar kemungkinan suatu risiko terjadi, tetapi juga seberapa besar kerugian yang harus ditanggung jika risiko tersebut benar-benar terjadi,” kata Iwan kepada Katadata.co.id. 

Menurut dia, wisatawan umumnya menyusun anggaran berdasarkan pengeluaran yang sudah diperkirakan, seperti tiket pesawat, hotel, transportasi, makan, hingga belanja. Namun, belum tentu menyiapkan dana untuk menghadapi risiko seperti jatuh sakit, kehilangan bagasi, atau perubahan jadwal perjalanan. Padahal, gangguan transportasi maupun bencana alam dapat memicu dampak berantai, mulai dari kehilangan penerbangan lanjutan hingga perubahan reservasi hotel dan biaya transportasi tambahan.

Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap penerbangan nasional menunjukkan besarnya risiko tersebut. Kementerian Perhubungan mencatat 2.961 penerbangan terdampak hingga Senin (7/9), terdiri atas 2.339 penerbangan domestik dan 622 penerbangan internasional. Sekitar 341.000 penumpang turut terdampak akibat pembatalan, penundaan, hingga pengalihan penerbangan.

Memasuki usia 70 tahun, Asuransi Astra terus mengembangkan produk perlindungan untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin beragam. Salah satunya melalui Garda Trip, produk asuransi perjalanan yang memberikan perlindungan terhadap sejumlah risiko selama perjalanan sesuai ketentuan polis. 

Menurut Iwan, selama masa erupsi Gunung Anak Krakatau, Asuransi Astra turut membayarkan klaim kepada pemegang polis Garda Trip yang perjalanannya terdampak. Pengajuan klaim tersebut antara lain berasal dari pemegang polis yang memiliki rencana perjalanan ke Jepang, Malaysia, dan Korea Selatan.

Meski demikian, Iwan mengingatkan bahwa tidak semua gangguan akibat bencana alam, cuaca ekstrem, maupun situasi geopolitik otomatis ditanggung asuransi. Pembayaran klaim tetap bergantung pada penyebab kejadian, batas pertanggungan, serta pengecualian yang tercantum dalam polis. Karena itu, wisatawan perlu memahami cakupan perlindungan sebelum memutuskan membeli asuransi perjalanan.

Bagi Kefas, pengalaman liburan ke Cina kali ini mengubah cara pandangnya terhadap asuransi perjalanan. Perlindungan yang semula ia beli sebagai langkah antisipasi kini terbukti berguna ketika rencana liburan berantakan dan biaya yang sudah dibayarkan terancam hilang.

Kefas memang tidak bisa mencegah penerbangannya dibatalkan atau mempercepat kepastian jadwal keberangkatan. Namun, setidaknya, ia tidak harus menanggung sendiri seluruh kerugian yang muncul akibat gangguan tersebut.

“Saya biasanya membelinya setiap kali bepergian jauh. Untuk menutupi ketidakpastian,” ujar Kefas.

Ia menyadari, dalam perjalanan tak semua risiko bisa dihindari. Tetapi dengan memahami perlindungan yang dimiliki, wisatawan dapat mengurangi dampak finansial ketika hal yang tak direncanakan benar-benar terjadi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kenapa Anak Lebih Rewel saat Bersama Ibu Dibandingkan Ayah?
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Dua Perusahaan Jadi Tersangka Kasus Karhutla di Kalimantan, di Papua Kebakaran Belum Padam
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Karhutla di Kalimantan, Kemenhut Tetapkan PT MAP dan PT GAP sebagai Tersangka
• 16 jam lalurepublika.co.id
thumb
BPJS Ketenagakerjaan Minta Iuran Dilihat sebagai Investasi, Bukan Beban
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Menlu Iran: Tak Ada Rencana Pertemuan dengan Pejabat AS
• 4 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.