Jakarta: Pendekatan kolaboratif dengan melibatkan kementerian lembaga, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan dinilai sebagai kunci pemulihan bencana. Sehingga, proses pemulihan berjalan terkoordinasi, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat terdampak.
“Mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga masyarakat dan relawan. Dalam situasi kritis, tidak ada satu institusi yang mampu bekerja sendiri. Kolaborasi adalah kunci untuk menghadirkan solusi dan mempercepat pemulihan masyarakat,” kata Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Safrizal ZA melalui keterangan tertulis, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Hal itu disampaikan Safrizal usai meraih penghargaan Inovasi Membangun Negeri di bidang Innovative Public Official Leader, kategori Kepemimpinan Kolaboratif dalam Masa Kritis. Penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi dalam percepatan penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh.
Safrizal menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan semata-mata pencapaian pribadi. Melainkan bentuk apresiasi terhadap kerja bersama seluruh pihak yang terlibat dalam percepatan pemulihan pascabencana.
Baca Juga :
Pemkab Aceh Selatan Tetapkan Tanggap Darurat Banjir Selama 14 HariMenurut Safrizal, tantangan terbesar dalam penanganan pascabencana tidak hanya terletak pada ketersediaan sumber daya, tetapi juga pada kemampuan menyatukan langkah, mempercepat pengambilan keputusan, dan memastikan setiap program memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Ketika masyarakat menghadapi situasi sulit, yang dibutuhkan bukan sekadar koordinasi di atas kertas, tetapi keputusan yang cepat, kerja yang terintegrasi, dan hasil yang benar-benar dirasakan. Kepemimpinan dalam masa kritis adalah kemampuan menyatukan berbagai kekuatan untuk mencapai tujuan bersama,” tegas Safrizal.
Bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh. Foto: Metrotvnews.com.
Melalui Satgas PRR, koordinasi lintas sektor terus diperkuat. Termasuk dalam sinkronisasi program rehabilitasi dan rekonstruksi, identifikasi kebutuhan prioritas daerah, penyelesaian hambatan pelaksanaan, serta percepatan realisasi dukungan pendanaan bagi wilayah terdampak.
Safrizal menekankan bahwa keberhasilan pemulihan pascabencana tidak cukup diukur dari terselesaikannya pembangunan fisik, tetapi juga dari pulihnya pelayanan publik, aktivitas ekonomi, dan kehidupan sosial masyarakat.
Penghargaan Inovasi Membangun Negeri ini menjadi momentum untuk terus memperkuat kepemimpinan kolaboratif dalam penyelenggaraan pemerintahan, khususnya dalam menghadapi situasi krisis yang membutuhkan kecepatan, sinergi, dan keberlanjutan penanganan.




