JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia merespons putusan Mahkamah Agung (MA) yang menyatakan surat keterangan penyetaraan pendidikan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming batal.
Menurutnya, putusan hukum soal syarat pendidikan Gibran berimplikasi pada persoalan politik.
"Saya kira memang urusan ini mendorong lebih cepat kepada proses politik," ujar Doli dalam dialog Sapa Indonesia Malam KompasTV, Sabtu (31/10/2026).
Namun, karena isu ijazah Gibran itu berkaitan dengan politik negara, maka memerlukan pembicaraan tingkat tinggi di antara pimpinan politik, terutama yang berada di DPR.
Doli mengatakan DPR adalah perpanjangan tangan dari partai politik yang ada.
"Jadi sebetulnya mungkin, bisa jadi dengan adanya putusan Mahkamah Agung ini, pimpinan partai politik ini akan lebih cepat segera untuk membicarakan ini (tindak lanjut polemik ijazah Gibran)," ucapnya.
Baca Juga: Gerindra Respons PKS Dorong Hak Angket soal Polemik Ijazah Gibran
Ditanya sikap Golkar, Doli mengaku pihaknya ingin mendapat putusan lengkap MA terlebih dahulu dan membaca detailnya.
Ia menyatakan menghormati sikap partai lain yang sudah membicarakan tindak lanjut polemik ijazah Gibran.
Namun, politisi asal Sumatera itu mengatakan tidak tertutup kemungkinan adanya komunikasi antara Golkar dengan partai-partai lain terkait dengan isu tersebut.
"Kalau kemudian nanti misalnya teman-teman PKS, PDIP, membangun komunikasi, kami teman-teman fraksi yang ada di DPR, ya tentu komunikasi dialog kan selama ini biasa-biasa saja terjadi," jelas Doli.
Ia menambahkan, Golkar juga saat ini masih menunggu bagaimana perkembangan pembicaraan di antara pimpinan partai politik yang ada di DPR.
Baca Juga: Alasan Khozinudin cs Datangi Rumah Prabowo di Kertanegara untuk Serahkan Surat soal Isu Gibran
Dalam kesempatan sama, Direktur Eksekutif lembaga kajian Lingkar Madani, Ray Rangkuti menilai partai pendukung Gibran di parlemen, seperti Golkar, Gerindra, PAN, dan Demokrat, adalah pihak yang harusnya paling bertanggung jawab terhadap polemik ijazah Gibran.
"Oleh karena itu, sebetulnya merekalah yang harus terlebih dahulu maju ke depan untuk menyatakan sikap apakah tetap akan membiarkan suasana seperti ini terjadi atau mereka menyatakan akan mengambil langkah politik," ucapnya.
Ray menegaskan sikap partai-partai pendukung Gibran di parlemen itu akan terus dipertanyakan oleh publik karena merekalah yang mencalonkan Gibran sebagai wapres.
Bahkan, ia secara khusus mendesak Golkar bersikap karena terasosiasi dengan Gibran saat masa-masa pencalonan wakil presiden.
"Kita ingat saat itu misalnya Gibran hampir dikalungi jaket warna kuning, jaket golkar waktu mau launching beliau sebagai calon wakil presiden," sentilnya.
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- golkar
- ahmad doli kurnia
- putusan ma
- suket gibran
- putusan ma suket gibran
- gibran





