HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Dua wakil Indonesia, Jonatan Christie dan pasangan Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva, berhasil mengamankan tiket ke final Hylo Open 2026.
Keduanya memastikan langkah ke partai puncak setelah melewati laga semifinal dengan hasil berbeda, Minggu (1/11/10).
Jonatan menjadi wakil pertama Merah Putih yang memastikan tempat di final. Tunggal putra andalan Indonesia itu lolos setelah unggul atas wakil Denmark, Anders Antonsen.
Dalam pertandingan tersebut, Jonatan merebut gim pertama dengan skor 21-16. Persaingan berlanjut pada gim kedua dengan Jonatan sudah memimpin 16-13.
Namun, Antonsen tidak mampu melanjutkan pertandingan dan memilih mengundurkan diri.
Keputusan tersebut membuat Jonatan otomatis melangkah ke final tanpa harus menyelesaikan gim kedua.
Keberhasilan Jonatan kemudian diikuti pasangan ganda putri Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva.
Duet yang akrab disapa Tiwi/Fadia itu memastikan tiket final setelah menaklukkan pasangan Bulgaria, Gabriela Stoeva/Stefani Stoeva.
Tiwi/Fadia harus bekerja keras untuk mengamankan kemenangan. Mereka lebih dahulu merebut gim pertama dengan skor 21-16.
Pertandingan semakin ketat pada gim kedua. Kedua pasangan terlibat kejar-kejaran angka hingga melewati batas normal 21 poin.
Namun, Tiwi/Fadia akhirnya mampu menutup pertandingan dengan kemenangan 24-22.
Hasil tersebut memastikan Indonesia memiliki dua wakil di final Hylo Open 2026.
Jonatan akan berjuang di sektor tunggal putra, sedangkan Tiwi/Fadia menjadi harapan Merah Putih di nomor ganda putri.
Amri/Nita Gagal Ikuti Jejak Jonatan dan Tiwi/Fadia
Sayangnya, keberhasilan dua wakil Indonesia tersebut tidak mampu diikuti pasangan ganda campuran Amri Syahawi/Nita Violina Marwah.
Amri/Nita harus mengakhiri perjuangan di semifinal setelah kalah tipis dari wakil Denmark, Jesper Toft/Amalie Cecilie Kudsk. Pertandingan berlangsung sengit selama 1 jam 8 menit.
Pasangan Indonesia sempat mengamankan gim pertama dengan skor 23-21.
Namun, Jesper/Amalie bangkit dan merebut gim kedua 21-12 sehingga pertandingan harus ditentukan melalui gim penentuan.
Pada gim ketiga, persaingan kembali berlangsung ketat. Amri/Nita sebenarnya memiliki peluang untuk memaksakan kemenangan, tetapi akhirnya harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 20-22.
Kekalahan tersebut membuat Amri/Nita gagal melangkah ke final sekaligus mengubur peluang Indonesia menambah wakil di partai puncak.
Amri mengakui pertandingan berjalan sulit, karena kedua pasangan terus berusaha mengubah pola permainan dan mencari momentum untuk menguasai lapangan.
“Alhamdulillah bisa selesai tanpa cedera walaupun hasilnya tidak seperti yang diharapkan. Yang terjadi di gim satu, dua, dan tiga hanya di perubahan pola dan siapa yang cepat adaptasi serta pegang kendali di lapangan,” ujar Amri seperti dilansir PBSI.
Ia juga menyoroti permainan Jesper Toft yang dinilai menjadi salah satu tantangan terbesar bagi pasangan Indonesia.
“Kendala tadi, pemain cowok-nya (Jesper Toft) pukulannya cukup menyulitkan karena mungkin tinggi sekali dan pukulannya tajam. Untuk evaluasi, lebih konsisten dan berani untuk menerapkan pola yang tepat, karena beda lawan beda pola dan cara main,” tambahnya.





