Netanyahu Terancam Lengser, Oposisi Israel Gandeng Partai Arab Bentuk Pemerintahan Baru

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Anggota parlemen Israel dari kalangan Arab, Ahmad Tibi, mengatakan bahwa partainya, Joint List, siap mendukung partai-partai oposisi yang ingin menggulingkan pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Namun, dia menegaskan bahwa partainya hanya akan memberikan dukungan dari luar dan tidak ingin bergabung dalam pemerintahan baru.

Dalam wawancara dengan Channel 12, Tibi meminta Gadi Eisenkot, tokoh oposisi yang berpeluang menggantikan Netanyahu, untuk mengikuti langkah mantan Perdana Menteri Yitzhak Rabin. Saat itu, Rabin mengandalkan dukungan anggota parlemen Arab untuk mengesahkan Perjanjian Oslo dengan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).

Baca Juga :
Gelombang Demo di Israel Desak Koalisi Yahudi-Arab untuk Singkirkan Netanyahu
Netanyahu Tuduh Partai Arab Curangi Pemilu, KPU Israel Selidiki Dugaan Campur Tangan Asing

Tibi, yang partainya merupakan gabungan tiga faksi Arab dan berhasil meraih 11 kursi dalam pemilu Selasa lalu, mengatakan kepada Channel 12, pihaknya ingin membantu siapa pun yang ingin menjatuhkan dan menggantikan pemerintahan Netanyahu yang dianggap buruk.

"Kami ingin menjadi bagian dari upaya memperbaiki keadaan dan menghadirkan harapan," kata dia dikutip dari laman Times of Israel, Minggu (1/11/2026).

Namun, dia menegaskan bahwa partainya tidak ingin masuk ke dalam pemerintahan. "

Kami tidak akan menjadi bagian dari pemerintahan. Saya tidak menginginkan jabatan menteri ataupun posisi di kabinet," ujarnya.

Meski demikian, Tibi menilai perubahan pemerintahan tidak akan terwujud tanpa dukungan partai-partai Arab. Dia merujuk pada hasil pemilu yang menunjukkan bahwa kubu anti-Netanyahu secara keseluruhan menguasai 67 dari 120 kursi di Knesset (parlemen Israel). Sebanyak 19 kursi di antaranya diperoleh dua partai Arab, yakni Joint List dengan 11 kursi dan Ra'am dengan delapan kursi.

Jumlah tersebut sebenarnya cukup untuk membentuk mayoritas di parlemen jika partai-partai oposisi yang dipimpin kelompok Yahudi bersedia bekerja sama dengan faksi-faksi Arab. Namun, tiga partai, yakni Yashar, B'Yachad, dan Yisrael Beytenu menyatakan tidak bersedia bergabung dalam koalisi bersama partai-partai Arab.

Tibi mengatakan tingginya partisipasi pemilih Arab dan bertambahnya keterwakilan mereka di Knesset menunjukkan bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tidak akan mampu membentuk pemerintahan. Dia menyebut tingginya suara pemilih Arab sebagai tindakan heroik untuk membela diri dari pemerintahan koalisi Netanyahu.

Dia juga mengisyaratkan bahwa Joint List akan merekomendasikan Presiden Isaac Herzog agar memberikan mandat pembentukan pemerintahan kepada salah satu kandidat dari partai-partai Zionis anti-Netanyahu, yang kemungkinan besar adalah Eisenkot.

Baca Juga :
Netanyahu Menang Pemilu Israel, tapi Gagal Raih Mayoritas! Partai Arab Pegang Kunci Kekuasaan
Suara Khusus Ubah Hasil Pemilu Israel Hari Ini
Pemilu Israel Memanas, Partai Netanyahu Tuduh Partai Arab Lakukan Kecurangan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KBRI Paris Imbau WNI Waspada, Demo Nasional Prancis Berlanjut Hari Ini
• 20 jam lalurctiplus.com
thumb
Danantara Indonesia Tegaskan Tidak Ada Dana Sponsorship dalam Partisipasi TIME100 Next 2026
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
Penjelasan Mahfud MD Ungkap Makna Diksi Batal dalam Putusan MA
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Respons Putusan Suket SMA Gibran, PKS: DPR Perlu Ambil Sikap Konstitusional
• 4 jam laludetik.com
thumb
Potret Terbaru Demo Mahasiswa dan Buruh Kepung Jalan hingga Pelabuhan
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.