PALANGKA RAYA -- Kementerian Koordinator Bidang Pangan mengerahkan 175 regu untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng). Ratusan regu tersebut melibatkan unsur pemerintah, aparat keamanan, masyarakat, hingga pelaku usaha yang dikoordinasikan oleh pemerintah provinsi.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mengatakan pengerahan ratusan regu bagian dari upaya mempercepat penuntasan karhutla di Kalteng. Ia menyampaikan hal tersebut saat memimpin apel bersama tim gabungan penanganan karhutla di Palangka Raya, Jumat (30/10/2026).
"Untuk Palangka Raya, ada 175 regu yang terlibat, yang dikoordinasikan dengan baik oleh pemerintah provinsi, dengan dukungan berbagai pihak, termasuk kalangan usaha dari APHI dan GAPKI," kata Hanif, dikutip Ahad (1/11/2026).
Ia menjelaskan tim gabungan tersebut terdiri atas pemerintah provinsi, pemerintah kota, TNI, Polri, Manggala Agni, kelompok pemadam sukarelawan, masyarakat, serta pelaku usaha. Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) turut memberikan dukungan dalam operasi pemadaman.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Pemerintah memprioritaskan penanganan karhutla di kawasan yang berbatasan langsung dengan Bandara Palangka Raya. Regu pemadam ditempatkan pada sejumlah zona berdasarkan lokasi sumber air yang telah disiapkan, termasuk sumur bor, agar operasi pemadaman dapat menjangkau seluruh areal terdampak.
"Kita optimalkan penanganan karhutla di ring satu atau di daerah yang berbatasan dengan bandara, dengan pendekatan model zonasi atau berbasis lanskap. Model ini diharapkan dapat dikembangkan di wilayah lain di Kalteng," ujar Hanif.
Ia mengingatkan kondisi cuaca masih menjadi tantangan dalam penanganan karhutla meskipun hujan mulai turun di Palangka Raya. Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang disampaikannya, curah hujan dengan pola normal baru diperkirakan terjadi pada akhir November.
Sekretaris Jenderal APHI Purwadi Soeprihanto menyatakan pihaknya mendukung upaya pemerintah menuntaskan karhutla di Kalimantan Tengah. Dukungan tersebut dilakukan melalui keterlibatan anggota asosiasi dalam penanganan kebakaran bersama pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.
"Kami berkomitmen mendukung penanganan karhutla melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan di Kalteng," kata Purwadi.
Sekjen APHI menerangkan pendekatan zonasi dan lanskap yang diterapkan di sekitar bandara dapat menjadi model penanganan karhutla di wilayah lain. Menurutnya, pendekatan tersebut memungkinkan penanggulangan kebakaran dilakukan secara sistematis dan terukur dalam jangka panjang.
Ketua Komisariat Daerah APHI Kalimantan Tengah Achwan mengatakan pihaknya bersama GAPKI telah menyiapkan regu pemadam dan sejumlah sumur bor untuk mendukung operasi pemadaman. Anggota APHI di Kalimantan Tengah juga terus meningkatkan kesiapsiagaan, mengintensifkan patroli, serta melakukan pemadaman segera apabila menemukan kebakaran di wilayah masing-masing.
"APHI bersama GAPKI telah menyiapkan regu pemadaman dan sejumlah titik sumur bor untuk mendukung pemadaman karhutla di sekitar bandara," kata Achwan.
Penanganan karhutla di Kalteng menjadi bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2026 tentang Penguatan Penegakan Larangan Pembukaan Lahan dengan Cara Membakar dan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan. Pemerintah berupaya memperkuat koordinasi lintas sektor untuk melindungi kawasan penopang ketahanan pangan nasional sekaligus mengantisipasi tekanan terhadap produksi pangan akibat karhutla.