jpnn.com, JAKARTA - Menjelang 500 tahun Jakarta, warga menggalang sejuta tanda tangan untuk mendesak pengelola Ancol menggratiskan tiket masuk kawasan pantai.
Aksi bertajuk Satu Juta Tanda Tangan itu digelar kelompok Warga Jakarta Bersatu di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Minggu (1/11).
BACA JUGA: Warga Jakarta Bersatu Pilih Ganjar Karena Merakyat dan Sederhana
Koordinator Aksi Warga Jakarta Bersatu Andi Nurcahyadi mengatakan gerakan tersebut bertujuan mengumpulkan dukungan masyarakat agar akses masuk Ancol dapat dibuka secara gratis.
"Kami mendukung bagaimana Ancol bisa gratis. Targetnya sejuta tanda tangan. Kami ingin Jakarta di hari lahirnya yang ke-500 bisa menggratiskan akses gerbang masuk Ancol," kata Andi di sela kegiatan.
BACA JUGA: 10 Cabor Siap Berlaga di PON Pantai 2026, Ini Daftar Venue di Ancol
Dalam aksi tersebut, peserta membentangkan kain putih sepanjang sekitar 30 meter untuk menampung tanda tangan warga.
Mayoritas peserta merupakan kaum ibu. Mereka juga mengajak masyarakat yang sedang beraktivitas dalam kegiatan Car Free Day (CFD) di kawasan Bundaran HI untuk ikut menandatangani petisi.
BACA JUGA: Balapan Kelas Dunia FIA Rallycross World Cup 2026 Digelar di Ancol
Andi menyebut respons masyarakat terhadap gerakan tersebut cukup positif. Menurutnya, warga membutuhkan ruang hiburan yang dapat dinikmati tanpa terbebani biaya besar.
"Alhamdulillah, antusiasme masyarakat begitu besar ketika kita mengkampanyekan tiket masuk gratis Ancol ini. Karena memang kita butuh hiburan, khususnya masyarakat Jakarta," ujarnya.
Dia menilai biaya masuk Ancol masih menjadi kendala bagi sebagian keluarga yang ingin menikmati wisata pantai di ibu kota.
Andi mencontohkan tarif masuk untuk sepeda motor sebesar Rp25 ribu, sedangkan tiket untuk setiap orang mencapai Rp35 ribu.
"Bagaimana kalau mengajak keluarga lima orang? Tentu membutuhkan banyak biaya," tuturnya.
Setelah menggelar aksi di Bundaran HI, para peserta bergerak menuju kawasan Sarinah. Mereka membawa kain berisi tanda tangan serta membagikan air mineral dan makanan ringan kepada masyarakat.
Melalui gerakan tersebut, Warga Jakarta Bersatu berharap pemerintah dan pihak pengelola Ancol mempertimbangkan penghapusan tiket masuk gerbang pantai.
Mereka menginginkan momentum peringatan 500 tahun Jakarta menjadi kesempatan untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang publik, khususnya kawasan pesisir ibu kota. (kkp/jpnn)
Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Kenny Kurnia Putra




