Sofia: Warga Bulgaria kembali mendatangi tempat pemungutan suara pada Minggu, 1 November 2026, untuk memilih presiden dalam pemilihan putaran kedua.
Mengutip dari Anadolu, pemungutan suara mempertemukan penjabat Presiden Iliana Yotova dengan mantan Perdana Menteri sementara Andrey Gyurov setelah keduanya gagal meraih suara mayoritas pada putaran pertama.
Menurut Komisi Pemilihan Umum Pusat Bulgaria, Yotova bersama calon wakil presidennya, Kiril Valchev, memperoleh 34,8 persen suara. Sementara itu, Gyurov dan pasangannya, Georgi Kandev, meraih 32 persen suara.
Tingkat partisipasi pemilih dalam pemungutan suara pada 25 Oktober tercatat sekitar 22,5 persen. Angka tersebut merupakan yang terendah dalam sejarah Bulgaria sejak berakhirnya era komunis.
Sebanyak 27 pasangan kandidat mengikuti putaran pertama pemilihan presiden tersebut.
Berdasarkan aturan pemilu Bulgaria, seorang kandidat harus memperoleh lebih dari separuh suara sah dengan tingkat partisipasi pemilih melebihi 50 persen dari seluruh pemilih terdaftar untuk menang pada putaran pertama. Jika persyaratan tersebut tidak terpenuhi, dua kandidat dengan perolehan suara tertinggi melaju ke putaran kedua.
Pemilihan presiden berlangsung di tengah ketidakstabilan politik Bulgaria. Negara tersebut telah menggelar delapan pemilihan parlemen sejak April 2021, termasuk tujuh pemilu dini. Peluang Presiden Perempuan Pertama Bulgaria Pemilihan parlemen berulang kali digelar setelah partai-partai politik kesulitan memperoleh dukungan yang diperlukan untuk membentuk pemerintahan stabil. Perbedaan pandangan mengenai pengaturan koalisi menyebabkan sejumlah upaya pembentukan pemerintahan reguler gagal, sehingga Bulgaria harus dipimpin kabinet sementara dan kembali menggelar pemilu dini.
Dalam pemilihan parlemen terakhir pada April 2026, Partai Progressive Bulgaria yang dipimpin mantan Presiden Rumen Radev meraih 131 dari total 240 kursi Majelis Nasional. Hasil tersebut memberikan partai itu mayoritas mutlak di parlemen.
Yotova, yang sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden Radev, mengambil alih jabatan presiden setelah Radev mengundurkan diri pada Januari. Dengan dukungan Partai Progressive Bulgaria, ia kini berupaya memperoleh mandat penuh sebagai presiden.
Jika menang, Yotova akan menjadi perempuan pertama yang terpilih sebagai presiden Bulgaria. Jabatan presiden di negara tersebut mencakup tugas mewakili negara, menjadi panglima tertinggi angkatan bersenjata, serta memiliki kewenangan veto terhadap undang-undang.
Sementara itu, Gyurov merupakan ekonom dan mantan wakil gubernur Bank Nasional Bulgaria. Ia pernah menjabat sebagai perdana menteri sementara sebelum pemilihan parlemen pada April dan mendapat dukungan dari partai-partai oposisi.
Kampanye pemilihan presiden kali ini juga diwarnai perdebatan mengenai kebijakan luar negeri Bulgaria, terutama hubungan negara tersebut dengan Rusia, Ukraina, dan sekutu-sekutu Barat.
Tempat pemungutan suara dijadwalkan dibuka pukul 07.00 waktu setempat dan ditutup pukul 20.00.
Baca juga: Muak Marak Korupsi, Demo Gen Z Tumbangkan Pemerintahan Bulgaria




