Hadapi Musim Hujan, BNPB Terbitkan 8 Langkah Kesiapsiagaan 

okezone.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan delapan langkah kesiapsiagaan untuk menghadapi musim hujan 2026/2027. Langkah tersebut mencakup pemetaan wilayah rawan bencana, penyiapan personel dan logistik, pemantauan informasi cuaca, penguatan sistem peringatan dini, hingga edukasi masyarakat.

"Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Kepala BNPB Nomor 4 Tahun 2026 tentang Langkah-Langkah Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Hujan Tahun 2026/2027. Surat edaran yang ditandatangani Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi pada 30 Oktober 2026 tersebut ditujukan kepada gubernur serta bupati dan wali kota di seluruh Indonesia," ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Minggu (1/11/2026).

Baca Juga :
Masuki Musim Hujan, BNPB Imbau Warga Waspadai Banjir hingga Tanah Longsor

"Kesiapsiagaan sejak dini diperlukan untuk menyelamatkan jiwa, meminimalkan kerugian harta benda, serta memastikan koordinasi dan penanganan darurat berjalan cepat, tepat, dan terpadu," tuturnya.

Dia menerangkan, salah satu langkah yang menjadi perhatian adalah pemetaan wilayah rawan bencana hidrometeorologi. Pemetaan dilakukan berdasarkan dokumen kajian risiko bencana, rencana kontingensi, portal InaRISK, Portal Data Informasi Bencana Indonesia (DIBI), maupun sumber informasi resmi lainnya. Hasilnya menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan dan prioritas kesiapsiagaan di masing-masing daerah.

"Kesiapan personel, peralatan, dan logistik penanganan darurat juga menjadi bagian dari langkah antisipasi. Hal ini dilakukan melalui penyelenggaraan apel kesiapsiagaan. Selain itu, Dana Siap Pakai (DSP) dapat dioptimalkan apabila dibutuhkan dengan penetapan status keadaan darurat bencana," terangnya.

Baca Juga :
BMKG: 8% Wilayah Indonesia Masuk Musim Hujan

Ia memaparkan, aspek pemantauan juga menjadi perhatian melalui peningkatan pengawasan informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG secara berkala. Analisis wilayah rawan bencana perlu dilakukan agar informasi yang diperoleh dapat disebarluaskan melalui saluran komunikasi yang tersedia dan menjadi dasar bagi masyarakat dalam mengambil langkah antisipasi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lokasi SIM Keliling Beroperasi di Jakarta pada Minggu Ini
• 9 jam lalupantau.com
thumb
Ekonomi Arab Saudi Kontraksi 2 Kuartal Beruntun, Tertekan Perang dan Konflik Houthi
• 57 menit lalukumparan.com
thumb
Menlu Tata Angkat Isu Pangan, Energi, hingga Rantai Pasok di FMM G20
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Menkop dorong KDKMP masuk rantai pasok energi nasional
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
Diduga Jadi Korban Perundungan, Siswa SMP di Gowa Masuk ICU
• 18 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.