Aceh Barat: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat mengerahkan tim gabungan untuk menangani banjir yang merendam 12 desa di tiga kecamatan. Ketinggian air di wilayah terdampak mencapai puluhan sentimeter.
“Bencana alam ini diakibatkan tingginya intensitas hujan yang sangat tinggi dan meluapnya sejumlah sungai besar di pedalaman Aceh Barat," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat Dharmawan, dikutip dari Antara, Minggu, 1 November 2026.
Desa yang saat ini terdampak bencana alam antara lain di Kecamatan Pante Ceureumen meliputi Desa/Gampong Keutambang, Gampong Lawet, Gampong Jambak, Gampong Puloe Teungoh, Gampong Lango, Gampong Canggai, dan Gampong Sikundo.
Baca Juga :
Khusus di Gampong Sikundo, banjir menyebabkan badan jalan dan pagar sekolah tergerus air. Kondisi arus sungai hingga Minggu siang masih terpantau tinggi.
Di Kecamatan Sungai Mas, empat desa juga terdampak dan dilanda banjir yaitu Desa/Gampong Tungkop, Gampong Kajeung, Gampong Lancong, serta Gampong Geudong.
Sementara di Kecamatan Woyla Barat, banjir melanda Desa/Gampong Napai dengan kondisi debit air menunjukkan peningkatan signifikan. Rumah warga juga sudah mulai tergenang banjir.
Banjir menggenangi permukiman warga di Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, Sabtu malam, 31 Oktober 2026. ANTARA/HO-Istimewa
Dharmawan menjelaskan banjir bermula dari luapan Sungai/Krueng Meureubo di Kecamatan Pante Ceureumen serta Krueng Woyla di Kecamatan Sungai Mas yang terjadi sejak Sabtu, 31 Oktober 2026.
BPBD Aceh Barat mengimbau masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai agar tetap waspada. Debit air sungai masih terpantau sangat tinggi dan sebagian rumah warga mulai terendam air.




