Palembang (ANTARA) - Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat menyebutkan lebih dari 100.000 orang personel tergabung dan terlibat aktif dalam Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sepanjang tahun 2026.
Hal tersebut disampaikan Menteri LH saat meninjau secara langsung lokasi karhutla di Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Minggu.
Ia menjelaskan bahwa peninjauan lapangan ini sengaja dilakukan untuk melihat langsung kondisi serta bertemu dengan para petugas yang terus berjibaku siang dan malam memadamkan api.
"Kehadiran saya di sini secara khusus untuk menyampaikan titipan salam dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya dari Presiden Prabowo Subianto kepada seluruh petugas di lapangan," ujar Menteri LH.
Baca juga: Puskesmas rutin periksa kesehatan petugas karhutla Banjar Kalsel
Ia mengapresiasi kerja keras para personel yang bekerja secara sunyi dan tangguh di tengah medan yang berat tanpa perlu publikasi atau sorot kamera.
Menurut dia, Satgas Karhutla merupakan sinergi lintas elemen yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari Manggala Agni, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), relawan, hingga elemen masyarakat lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri LH juga menyampaikan duka mendalam atas jatuhnya korban jiwa selama operasi penanggulangan karhutla.
"Tercatat hingga 10 orang korban yang gugur maupun terluka dalam upaya pengendalian karhutla ini," katanya.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Menteri LH turut didampingi oleh Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) Satyawan Pudyatmoko, Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Kapolda Sumsel Irjen Pol Ronny Samtana, Bupati OKI Muchendi, serta sejumlah pejabat dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Baca juga: Menteri LH dorong pemulihan tata air gambut cegah karhutla di Sumsel
Hal tersebut disampaikan Menteri LH saat meninjau secara langsung lokasi karhutla di Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Minggu.
Ia menjelaskan bahwa peninjauan lapangan ini sengaja dilakukan untuk melihat langsung kondisi serta bertemu dengan para petugas yang terus berjibaku siang dan malam memadamkan api.
"Kehadiran saya di sini secara khusus untuk menyampaikan titipan salam dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya dari Presiden Prabowo Subianto kepada seluruh petugas di lapangan," ujar Menteri LH.
Baca juga: Puskesmas rutin periksa kesehatan petugas karhutla Banjar Kalsel
Ia mengapresiasi kerja keras para personel yang bekerja secara sunyi dan tangguh di tengah medan yang berat tanpa perlu publikasi atau sorot kamera.
Menurut dia, Satgas Karhutla merupakan sinergi lintas elemen yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari Manggala Agni, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), relawan, hingga elemen masyarakat lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri LH juga menyampaikan duka mendalam atas jatuhnya korban jiwa selama operasi penanggulangan karhutla.
"Tercatat hingga 10 orang korban yang gugur maupun terluka dalam upaya pengendalian karhutla ini," katanya.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Menteri LH turut didampingi oleh Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) Satyawan Pudyatmoko, Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Kapolda Sumsel Irjen Pol Ronny Samtana, Bupati OKI Muchendi, serta sejumlah pejabat dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Baca juga: Menteri LH dorong pemulihan tata air gambut cegah karhutla di Sumsel





