Liputan6.com, Jakarta - Banjir yang melanda 12 desa di tiga kecamatan di Kabupaten Aceh Barat, Aceh, tidak hanya menggenangi permukiman warga, tetapi juga berdampak pada fasilitas pendidikan. Pemerintah daerah mengerahkan tim gabungan untuk menangani bencana sekaligus menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah bagi puluhan siswa yang terdampak.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat mencatat, ketinggian air di sejumlah wilayah terdampak mencapai puluhan sentimeter. Banjir dipicu tingginya intensitas hujan yang menyebabkan sejumlah sungai besar di wilayah pedalaman meluap.
Advertisement
“Bencana alam ini diakibatkan tingginya intensitas hujan yang sangat tinggi dan meluapnya sejumlah sungai besar di pedalaman Aceh Barat," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Aceh Barat, Dharmawan kepada wartawan di Meulaboh, Minggu (1/11/2026), dilansir dari Antara.
Sebaran banjir meliputi tujuh desa di Kecamatan Pante Ceureumen, yakni Gampong Keutambang, Gampong Lawet, Gampong Jambak, Gampong Puloe Teungoh, Gampong Lango, Gampong Canggai, dan Gampong Sikundo.
Di Gampong Sikundo, banjir mengakibatkan badan jalan dan pagar sekolah tergerus air. Hingga Minggu siang, arus sungai di wilayah tersebut masih terpantau tinggi.
Sementara itu, empat desa di Kecamatan Sungai Mas juga terdampak, yaitu Gampong Tungkop, Gampong Kajeung, Gampong Lancong, dan Gampong Geudong. Adapun di Kecamatan Woyla Barat, banjir merendam Gampong Napai. Debit air di wilayah tersebut dilaporkan meningkat signifikan hingga mulai menggenangi rumah warga.
Dharmawan menjelaskan, banjir terjadi akibat luapan Sungai (Krueng) Meureubo di Kecamatan Pante Ceureumen dan Krueng Woyla di Kecamatan Sungai Mas sejak Sabtu (31/10/2026).
BPBD Aceh Barat mengimbau masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai untuk tetap waspada. Pasalnya, debit air masih terpantau tinggi dan sejumlah rumah warga mulai terendam.




