Samarinda, VIVA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat 2.540 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut selama Januari hingga 31 Oktober 2026. Total luas lahan yang terdampak kebakaran mencapai 10.691,66 hektare.
"Akumulasi kejadian karhutla di Kalimantan Timur mencapai 2.540 kejadian hingga akhir Oktober," kata Kepala BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan di Samarinda, Minggu (1/11/2026).
Berdasarkan sebaran jenis area terdampak, kata dia, kerusakan didominasi oleh area lahan yang mencapai luasan total 8.395,44 hektare di seluruh kabupaten/kota.
Sementara itu kawasan hutan yang terbakar mencatatkan luasan seluas 2.165,98 hektare serta area perkebunan warga terdampak seluas 130,24 hektare.
"Penambahan kasus selama bulan Oktober mencatatkan 677 kejadian kebakaran lahan di berbagai daerah," ujarnya.
Jika dilihat berdasarkan sebaran jenis area terdampak, kebakaran paling banyak terjadi di area lahan dengan total luas mencapai 8.395,44 hektare. Selain itu, kebakaran juga melanda kawasan hutan seluas 2.165,98 hektare dan perkebunan warga seluas 130,24 hektare.
"Kerusakan terbesar berada pada area lahan warga dengan total luasan menembus delapan ribu hektare," kata Buyung.
Berdasarkan wilayah, Kabupaten Kutai Kartanegara mencatat luas area terbakar terbesar, yakni 3.119,16 hektare dari 473 kejadian. Sementara itu, Kabupaten Paser menjadi daerah dengan jumlah kejadian karhutla terbanyak, yaitu 659 kejadian.
"Kabupaten Paser dan Kutai Kartanegara menjadi wilayah dengan akumulasi kejadian serta luasan terbakar tertinggi," ucap Buyung.
Selain Kutai Kartanegara, sejumlah daerah lain juga mencatat luas kebakaran yang cukup besar. Kabupaten Paser mengalami kebakaran seluas 1.916,36 hektare, disusul Kutai Barat 1.556,92 hektare dan Penajam Paser Utara 1.384,49 hektare.
Adapun luas area terbakar di Kabupaten Berau mencapai 1.031,55 hektare, sedangkan Kota Samarinda tercatat 946,36 hektare.
Buyung mengatakan tim gabungan masih bersiaga dan terus memperkuat koordinasi untuk menangani karhutla di seluruh wilayah Kalimantan Timur. (ANT)





