MALIQ & D’Essentials memasuki babak baru dalam perjalanan musik mereka. Setelah lebih dari 25 tahun berkarya di industri musik Indonesia, grup musik ini resmi bergabung dengan Sony Music Entertainment Indonesia. Kolaborasi tersebut diharapkan membuka peluang lebih luas, termasuk untuk membawa musik mereka menjangkau pendengar di pasar global.
Bergabung dengan Sony Music bukan sekadar langkah baru dalam perjalanan karier MALIQ & D’Essentials. Kerja sama ini juga menjadi kesempatan untuk mengembangkan potensi mereka, baik melalui kolaborasi dengan musisi dari berbagai negara maupun proyek kreatif di luar industri musik.
Head of A&R Sony Music Entertainment Indonesia, Keke Kananta, menyebut MALIQ & D’Essentials sebagai mitra yang tepat karena memiliki karakter musikal kuat dan mampu mempertahankan relevansinya di tengah pergantian generasi.
"MALIQ & D’Essentials merupakan partner yang tepat karena memiliki identitas musikal yang kuat dan kemampuan untuk terus relevan lintas generasi," ujar Keke Kananta.
Sony Music melihat sejumlah potensi yang bisa dikembangkan bersama grup tersebut. Mulai dari kolaborasi dengan musisi lintas regional, menjangkau audiens baru, hingga membuka kesempatan melalui kerja sama dengan brand dan berbagai proyek kreatif.
Bagi MALIQ & D’Essentials, kerja sama ini menjadi awal perjalanan yang ingin mereka bagikan kepada para pendengar.
"Buat kami, ini seperti mengabarkan kabar baik ke semua pendengar. Ini adalah pembuka dari perjalanan baru MALIQ & D’Essentials," ujar Widi Puradiredja.
Tak Ingin Terjebak sebagai Band NostalgiaSetelah lebih dari dua dekade berkarya, MALIQ & D’Essentials menyadari bahwa mempertahankan relevansi di industri musik bukan perkara mudah. Mereka ingin terus berkembang dan menghadirkan karya baru, tetapi tidak ingin kehilangan karakter yang selama ini menjadi identitas mereka.
Angga Puradiredja mengungkapkan bahwa mereka tidak ingin hanya dikenal sebagai band yang mengandalkan nostalgia. Namun, mereka juga tidak merasa perlu memaksakan diri mengikuti tren anak muda demi terlihat relevan.
"Kami tidak ingin jadi band nostalgia. Tapi kami juga tidak mau memaksakan diri untuk jadi anak muda," kata Angga Puradiredja.
Bagi MALIQ, kejujuran dalam bercerita menjadi salah satu hal yang membuat musik mereka tetap dekat dengan pendengar lintas generasi. Karena itu, karya-karya berikutnya tetap akan membawa karakter musikal yang selama ini mereka bangun, sembari membuka ruang untuk eksplorasi baru.
"Kami ingin karakter MALIQ tetap terasa. Semoga musik kami bisa dinikmati siapa saja, dengan caranya masing-masing," lanjut mereka.
Prinsip tersebut juga menjadi pegangan MALIQ & D’Essentials dalam menjalani kerja sama dengan Sony Music Entertainment Indonesia. Mereka ingin menikmati setiap proses dan berbagai kemungkinan yang akan hadir dalam perjalanan berikutnya.
"Nikmati saja perjalanannya. Sampai ketemu di karya-karya berikutnya," tutup mereka.
Rayakan Album lewat Kabar Gembira ExhibitionSebelum mengumumkan kerja sama dengan Sony Music Entertainment Indonesia, MALIQ & D’Essentials juga menghadirkan cara berbeda untuk memperkenalkan karya mereka kepada publik melalui Kabar Gembira Exhibition.
Pameran ini digelar untuk merayakan perilisan album penuh kesepuluh mereka, Kabar Gembira, pada 29 Oktober hingga 17 November 2026 di Melting Pot, GF, ASHTA District 8, Jakarta Selatan.
Sebelumnya, MALIQ juga pernah menggelar Can Machines Fall in Love? Exhibition pada 2024. Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan mereka kembali memilih format pameran untuk memperkenalkan cerita dan ekosistem kreatif di balik karya musiknya.
Melalui pameran ini, MALIQ ingin mengajak pengunjung mengenal lebih jauh perjalanan, cerita, serta DNA musikal yang membentuk identitas mereka. Format tersebut dinilai bisa memberikan pengalaman berbeda dibandingkan konser karena memungkinkan pendengar melihat karya mereka dari perspektif yang lebih luas.
"Kami ngerasa format exhibition yang dijahit sama launching album itu format yang cocok untuk menceritakan full ceritanya MALIQ. DNA MALIQ seperti apa, cerita MALIQ seperti apa," kata Widi Puradiredja.
Pemilihan ASHTA District 8 juga berkaitan dengan kedekatan tempat tersebut dengan dunia seni dan keterbukaannya terhadap berbagai gagasan kreatif. Hal ini memberi ruang bagi MALIQ untuk mengeksplorasi ide di luar musik.
Kini, dengan bergabung bersama Sony Music Entertainment Indonesia, MALIQ & D’Essentials memiliki kesempatan untuk memperluas perjalanan kreatif yang telah mereka bangun selama lebih dari 25 tahun.





