Polisi Naik KRL saat Gerebek Kampung Bahari, Ini Penjelasan KAI

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Penggerebekan narkoba di Kampung Bahari, Jakarta Utara, Minggu (1/11/26), menyita perhatian publik. Pasalnya, aparat kepolisian ternyata menggunakan kereta rel listrik (KRL) untuk menjangkau kawasan tersebut melalui jalur rel.

Penggunaan KRL itu terekam dalam video yang beredar di media sosial. Dalam rekaman yang diunggah akun Instagram @infojkt24, terlihat sejumlah aparat kepolisian berdesakan di dalam gerbong. Beberapa di antaranya mengenakan helm dan membawa tameng.

Baca Juga :
Viral! Detik-detik Mencekam Polisi dan BNN Turun dari KRL, Serbu Markas Narkoba di Kampung Bahari, Begini Kronologinya
Cegah Kampung Bahari Kembali Jadi Sarang Narkoba, Kapolda Dorong Penataan Kawasan

Dalam video tersebut, KRL juga terlihat berhenti di kawasan Kampung Bahari. Para personel kemudian turun dari gerbong untuk bersiap melakukan penggerebekan.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menjelaskan perjalanan kereta luar biasa (KLB) rute Jakarta Kota-Tanjung Priok sekitar pukul 06.25 WIB tersebut merupakan hasil koordinasi pihak kepolisian dengan KAI Commuter.

"Dapat kami sampaikan bahwa perjalanan Commuter Line Jakarta Kota-Tanjung Priok pada hari ini, Minggu sekitar pukul 6.25 WIB dengan perjalanan KLB merupakan hasil koordinasi dari pihak kepolisian kepada KAI Commuter untuk mobilitas hingga ke Tanjung Priok," ujar Karina dalam keterangannya.

Karina memastikan perjalanan khusus tersebut tidak mengganggu operasional reguler Commuter Line menuju Tanjung Priok. Namun, aktivitas penggerebekan di sekitar jalur rel sempat berdampak pada perjalanan kereta.

KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf karena tiga perjalanan Commuter Line Jakarta Kota-Tanjung Priok mengalami keterlambatan antara 4 hingga 19 menit. Kondisi itu dipicu kerumunan warga yang berada di jalur rel saat penggerebekan berlangsung.

"Terdapat 3 perjalanan Commuter Line Jakarta Kota-Tanjung Priok mengalami keterlambatan 4-19 menit yang disebabkan oleh kerumunan warga di rel dalam proses penggerebekan yang dilakukan," ucap dia.

Penggerebekan tersebut dilakukan Ditresnarkoba Polda Metro Jaya bersama Dittipidnarkoba Bareskrim Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN). Aparat mengerahkan personel dari sejumlah unsur untuk mengepung lokasi dari berbagai arah.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Bismo Teguh Prakoso, mengatakan operasi dilakukan secara serempak dengan melibatkan sejumlah instansi.

"Kita melakukan penggerebekan dari berbagai sisi. Ada dari berbagai arah. Oleh karena itu kita lakukan serempak, kemudian kita berkolaborasi dengan semua pihak, dari BNN, dari Bareskrim, kemudian dari Polda Metro Jaya, Brimob, dan lain sebagainya," kata Bismo.

Baca Juga :
Gerebek Kampung Bahari, Polisi Temukan Ribuan Ekstasi hingga Senjata Api
Bukan Gegara Penggerebekan Narkoba, Ini Pemicu Sebenarnya Penembakan dan Penikaman 3 Orang di Kampung Ambon
Digerebek Polisi, 9 Pria di Rusun Tanah Tinggi Positif Narkoba, Sabu dan Tembakau Sintetis Disita

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Juara Bertahan Langsung Mengamuk, GS Caltex Kirim Sinyal Bahaya untuk Megawati Cs
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
Promo Alfamart JSM, Harga Susu hingga Kebutuhan Rumah Jadi Lebih Murah
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tolak Konser Andrea Bocelli, Elemen Masyarakat Sipil Siapkan Konser Besar untuk Palestina
• 23 jam lalurctiplus.com
thumb
Respons Andi Arief Demokrat usai MA Batalkan Suket Gibran, Singgung Stabilitas Pemerintahan
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Gibran Bisa Ajukan Peninjauan Kembali atau PK atas Putusan MA, Pengamat Soroti Tekanan Politik
• 18 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.