Detik-Detik Penggerebekan Kampung Bahari, Polisi Datang Naik KRL

liputan6.com
1 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Suasana Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, mendadak ramai pada Minggu (1/11/2026). Petugas gabungan dari Polda Metro Jaya, Bareskrim Polri, dan Badan Narkotika Nasional (BNN) bergerak mengepung kawasan yang selama ini dikenal sebagai salah satu lokasi peredaran narkoba tersebut.

Sebagian petugas tiba menggunakan KRL Commuter Line. Sementara itu, personel lainnya datang dengan berbagai kendaraan, termasuk sepeda motor. Sebanyak 1.800 personel dikerahkan untuk menggerebek sejumlah titik yang diduga menjadi sarang peredaran narkoba.

Advertisement

Penyisiran dilakukan dari berbagai arah, terutama di lapak-lapak yang berada di pinggiran rel kereta. Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol. Bismo Teguh Prakoso mengatakan, operasi tersebut melibatkan sejumlah unsur kepolisian dan lembaga terkait.

"Yang jelas kita melakukan penggerebekan dari berbagai sisi, ya. Ada dari berbagai arah, ya. Oleh karena itu kita lakukan serempak, kemudian kita berkolaborasi dengan semua pihak, dari BNN, dari Bareskrim, ya, kemudian dari Polda Metro Jaya, Brimob, dan lain sebagainya," kata Bismo kepada wartawan, Minggu (1/11/2026).

Dalam proses penggerebekan, petugas sempat mendapat perlawanan. Bismo menduga aksi tersebut merupakan upaya untuk mengalihkan perhatian aparat dari target operasi.

 

Sebagian petugas tiba di Kampung Bahari menggunakan KRL Commuter Line.

Namun, perlawanan itu tidak menghentikan jalannya penyisiran. Petugas tetap bergerak di sejumlah titik dan menemukan berbagai barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran maupun penyalahgunaan narkoba, termasuk senjata api.

Bismo menegaskan, pengungkapan di Kampung Bahari tidak berhenti pada penindakan terhadap orang-orang yang berada di lokasi. Polisi juga akan terus menelusuri lapak-lapak yang menjadi tempat transaksi serta memburu bandar yang berada di balik aktivitas tersebut.

"Masih (ada transaksi), ya. Oleh karena itu kita akan terus lakukan operasi ini, ya, di berbagai tempat dan juga pengejaran terhadap bandarnya," jelas Bismo.

Hingga saat ini, polisi telah menangkap 26 orang. Mereka kemudian dibawa ke Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan.

 

Petugas gabungan dari Polda Metro Jaya, Bareskrim Polri, dan Badan Narkotika Nasional (BNN) bergerak mengepung Kampung Bahari, kawasan yang selama ini dikenal sebagai salah satu lokasi peredaran narkoba tersebut.

Dari lokasi penggerebekan, petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti narkoba, mulai dari sabu seberat ratusan gram, ganja, hingga ribuan butir ekstasi. Polisi juga menemukan mesin pencetak ekstasi yang diduga berkaitan dengan aktivitas produksi narkoba.

Selain itu, sejumlah senjata tajam, bong, dan peralatan lain yang diduga digunakan untuk penyalahgunaan narkoba turut disita.

"Kemudian ada mesin, mesin pencetak ekstasi, ya. Kemudian ada sajam dan bong, ya, peralatan-peralatan yang digunakan untuk penyalahgunaan narkoba," ujarnya.

Petugas juga menyita sejumlah uang tunai yang ditemukan bersama barang bukti ganja. Polisi menduga uang tersebut berkaitan dengan hasil penjualan narkoba.

"Uang tunai ada. Hasil jadi satu sama barang bukti ganjanya," katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Malam Ini, Tiket KA Keberangkatan 1 Desember Mulai Bisa Dipesan
• 1 jam laludisway.id
thumb
Kemlu: Rusia kritik aksi yang merusak perdagangan internasional di G20
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Soal Deklarasi Sumpah Pemuda, Polda Metro Jaya Sampaikan Permohonan Maaf
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
Benny Harman Demokrat: Sejak Putusan MA, Kedudukan Gibran sebagai Wapres Tidak Sah, Batal Demi Hukum
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Puncak Hari Santri 2026, Menag: Pentingnya Santri Kuasai Teknologi dan Jaga Tradisi Keilmuan Pesantren
• 22 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.