Setelah sukses menjangkau lebih dari 10,2 juta penonton di Indonesia, film animasi "JUMBO" semakin melebarkan sayapnya di kancah internasional. Kini, film garapan Ryan Adriandhy itu hadir di 121 bioskop yang tersebar di 18 wilayah Italia.
Hingga saat ini tercatat sudah ada 40 negara yang memegang hak tayang JUMBO di seluruh Asia, Eropa, Amerika Latin, hingga Eurasia. Italia merupakan negara ke-27 di luar Indonesia yang menayangkan petualangan Don dan kawan-kawan ini.
Di Italia, film ini menggunakan judul "JUMBO: La voce di Don" yang artinya "JUMBO: Suara Don".
Sebelumnya, JUMBO juga telah menjangkau bioskop-bioskop internasional seperti di Korea Selatan, Spanyol, Taiwan, Vietnam, Malaysia, Singapura, dan Mongolia. Di kawasan Amerika Latin, film ini telah tayang di 15 negara termasuk Meksiko, Argentina, Kolombia, hingga Chile dan Peru.
Sedangkan di kawasan Eurasia, JUMBO telah ditayangkan di Rusia, Belarus, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Tajikistan, dan Uzbekistan.
Group President & CEO Visinema Studios, Herry B. Salim, menyebut penayangan JUMBO di bioskop-bioskop internasional tak lepas dari nilai-nilai universal yang dibangun dalam cerita. Menurutnya, cerita yang kuat bukan cuma bisa menarik perhatian penonton, tetapi juga membangun ikatan emosional.
“Bagi kami, kekuatan sebuah cerita terletak pada bagaimana cerita itu disampaikan dan nilai yang bisa dirasakan oleh penontonnya. Kami membangun JUMBO dengan fondasi cerita yang memiliki nilai universal, sehingga dapat membangun ikatan emosional dan memiliki resonansi lintas generasi maupun lintas budaya,” ujar. Herry B. Salim.
Sepak terjang JUMBO di pasar internasional juga diikuti dengan original soundtrack dalam berbagai bahasa, seperti bahasa Korea, Spanyol, hingga Mandarin. Soundtrack dalam berbagai bahasa ini memberikan kesempatan bagi penonton untuk lebih dekat dan menikmati lagu-lagu di film JUMBO.
Perjalanan JUMBO di berbagai negara ini juga menjadi kesempatan untuk menggaungkan cerita dari Indonesia ke audiens dengan latar budaya berbeda. Herry percaya, cerita yang baik akan tetap menemukan tempat di hati penonton tanpa terpaku pada usia dan asal.
"Kami berharap semakin banyak penonton yang mengenal JUMBO, merasa dekat dengan ceritanya dan terus membawa karakter-karakternya dalam ingatan mereka,” ujar Herry.





