Muaythai Jawa Timur mulai mematangkan strategi untuk mempertahankan gelar juara umum sekaligus meningkatkan perolehan medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028.
Regenerasi atlet, seleksi melalui Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), hingga penerapan sistem promosi dan degradasi menjadi bagian dari persiapan menghadapi pesta olahraga nasional tersebut.
Muhammad Nabil Ketua Umum KONI Jawa Timur mengatakan, persiapan menuju PON 2028 harus dilakukan sejak dini. Salah satu langkah awal yang perlu dimaksimalkan adalah menjadikan Porprov sebagai ajang seleksi sekaligus menjaring atlet potensial dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur.
“Untuk muaythai, saya sudah menyampaikan kepada teman-teman agar menyukseskan Porprov terlebih dahulu sebagai bagian dari seleksi dan rekrutmen atlet. Setelah itu, mereka harus mulai memikirkan bagaimana mendesain persiapan menuju PON 2028,” ujar Nabil di Surabaya Minggu (1/11/2026).
Dia berharap Muaythai Jawa Timur mampu melampaui pencapaian pada PON sebelumnya yang berhasil mengoleksi enam medali emas.
Peluang penambahan nomor pertandingan pada PON 2028 juga perlu menjadi perhatian pengurus untuk memetakan potensi perolehan medali, khususnya dari nomor tarung.
“Dari enam emas sebelumnya, mudah-mudahan pada nomor tarung nanti kita bisa mendapatkan lebih banyak medali. Saya berharap keputusan strategis mengenai hal tersebut dapat dirancang dalam forum Musprov ini,” jelas Nabil.
Di sisi kepengurusan, Baso Juherman kembali dipercaya menakhodai Pengprov MI Jawa Timur untuk periode 2026-2031. Dia terpilih secara aklamasi setelah mendapatkan dukungan dari 34 pengurus kabupaten dan kota.
Baso menyatakan, kepercayaan tersebut akan dijawab dengan membangun kepengurusan yang solid serta memperkuat program pembinaan atlet agar target prestasi pada PON 2028 dapat tercapai.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus kabupaten dan kota se-Jawa Timur yang telah memberikan dukungan sehingga saya kembali mendapatkan amanah sebagai Ketua Pengprov Muaythai Jawa Timur periode 2026-2031. Sebanyak 34 pengurus kabupaten dan kota memberikan dukungan secara aklamasi,” ungkap Baso.
Untuk meningkatkan kualitas tim, Baso berencana menerapkan sistem promosi dan degradasi dalam pemusatan latihan daerah (Puslatda).
Melalui mekanisme tersebut, atlet akan dievaluasi berdasarkan kemampuan bersaing, kedisiplinan, dan peluang menyumbangkan medali emas.
Atlet yang tidak menunjukkan perkembangan atau kurang disiplin berpotensi dikeluarkan dari Puslatda. Sebaliknya, atlet lain yang dinilai memiliki potensi lebih besar akan mendapatkan kesempatan masuk ke dalam tim.
Baso optimistis peluang mempertahankan gelar juara umum terbuka karena aktivitas kompetisi Muaythai di Jawa Timur terus berjalan.
Selain rutin mengikuti berbagai kejuaraan, atlet juga mendapat kesempatan bertanding melalui Liga Muaythai yang diselenggarakan setiap tiga bulan.
“Target kita tentu kembali menjadi juara umum pada PON 2028 mendatang. Saat ini atlet-atlet Muaythai Jawa Timur hampir setiap bulan mengikuti event, sementara Liga Muaythai yang digelar setiap tiga bulan juga berjalan lancar. Kondisi ini membuat semakin banyak atlet potensial bermunculan,” bebernya. (saf/ham)




